Mana yang Lebih Tinggi: Kalori Nasi Putih atau Kalori Mie Instan?

Kalori nasi putih masih lebih rendah ketimbang kalori mie instan dalam porsi yang sama
Banyak orang mengira bahwa nasi putih lebih “jahat” daripada mie instan

Belum sah jadi orang Indonesia rasanya jika tidak memasukkan nasi putih dalam menu utama di tiap jadwal makan. Bahkan kadang mengonsumsi mie instan pun harus ditambahkan nasi putih biar afdol! Tapi coba kita telusuri dulu, berapa kalori nasi putih?

Mungkin tingginya kalori nasi putih juga yang membuat tren makanan sehat pengganti nasi putih kini semakin populer. Mulai dari nasi shirataki, nasi kongbap, quinoa, dan juga oats. Menu-menu ini dipilih karena tetap mengenyangkan tapi memiliki kadar kalori rendah bahkan tidak ada sama sekali!

Nasi putih vs mie instan, mana yang bikin cepat gendut?

Setelah membandingkan kalori nasi putih dengan beberapa menu penggantinya dengan kadar kalori lebih rendah, sekarang saatnya melihat bagaimana perbandingannya dengan mie instan? Menu yang satu ini juga menjadi salah satu favorit orang Indonesia.

Mie instan mudah dibuat, harganya terjangkau, dan rasanya pun lezat. Hanya dalam beberapa menit saja mie instan sudah matang dan bisa dipilih rasanya sesuai dengan selera.

Ketika ditelusuri lebih jauh, kalori mie instan dalam satu porsi 70 gram adalah 370 kalori. Sedangkan kalori nasi putih dengan berat yang sama hanya mengandung 91 kalori.

Artinya, anggapan bahwa mengonsumsi nasi putih lebih mengenyangkan sedangkan mie instan rasanya tidak cukup hanya satu porsi, bisa jadi hanya sugesti semata. Buktinya dari penghitungan kalorinya masing-masing, kalori mie instan jauh lebih tinggi ketimbang nasi putih.

Memang ada beberapa merek mie instan yang menurunkan kadar kalori hingga 180 kalori setiap porsinya. Tapi sama saja karena kadar protein dan serat dari mie instan masih rendah. Padahal kedua kandungan tersebut sangat penting untuk mereka yang tengah berdiet menjaga pola makan. 

Menghitung kalori nasi putih

Dalam satu mangkok nasi putih, kandungan kalori nasi putih sekitar 204 kalori. Angka ini memenuhi 10% kebutuhan angka kecukupan gizi harian. Jika dalam sehari mengonsumsi nasi putih setidaknya 3 kali, artinya kalori dari nasi putih saja mencapai 600 kalori. Belum ditambah dengan menu-menu lainnya.

Bandingkan dengan menu yang sekarang tren menjadi pengganti nasi putih, seperti:

  • Beras shirataki = 0 kalori
  • Mie shirataki = 15 kalori
  • Beras merah = 110 kalori
  • Roti gandum = 259 kalori
  • Nasi kongbap = 100 kalori
  • Oatmeal = 160 kalori
  • Kentang = 89 kalori
  • Buah bit = 100 kalori

Dan masih banyak lagi jenis makanan lain pengganti nasi putih dengan kandungan kalori lebih rendah. Terkadang orang tidak selalu mengganti nasi putih dengan bahan lain untuk diet saja, tapi bisa juga untuk pertimbangan kesehatan. Misalnya, penderita diabetes memilih untuk mengonsumsi pengganti nasi putih dengan kadar gula lebih rendah. 

Beras shirataki, alternatif pengganti nasi putih

Seiring dengan semakin maraknya kesadaran pola makan sehat, kini nasi putih tidak lagi menjadi menu wajib yang harus ada di meja makan setiap kali waktu makan tiba. Terlebih, sudah banyak tren makanan sehat yang dipilih sebagai alternatif pengganti nasi putih.

Biasanya, alternatif yang dipilih ini yang tinggi akan serat. Percuma saja jika sebuah jenis makanan tinggi protein tapi rendah serat karena hanya akan membuat mudah lapar lagi dan lagi.

Salah satu yang menarik untuk diulas lebih jauh adalah beras shirataki. Meski baru populer belakangan ini, rupanya beras shirataki telah lama digunakan di Asia, sekitar 2000 tahun silam. 

Beras shirataki terbuat dari sayuran dan umbi. Bentuknya seperti nasi hanya saja lebih pipih dan warnanya tidak sepekat nasi putih melainkan cenderung transparan.

Bagaimana dengan rasanya?

Umumnya, orang Indonesia bisa menerima rasa beras shirataki yang diolah menjadi nasi karena tidak terlalu berbeda ketimbang nasi putih biasa. Bahkan nasi shirataki cenderung terasa tawar dan tidak meninggalkan rasa seperti nasi putih.

Selain dalam bentuk nasi, olahan shirataki juga terkadang diolah dalam bentuk mie yang kenyal dan tawar.

Tentunya nasi shirataki kian populer karena kandungan seratnya yang tinggi namun kalorinya tetap rendah. Olahan beras shirataki juga tepat bagi penderita diabetes karena aman untuk kadar gula dalam tubuh.

Mungkin salah satu yang membuat nasi shirataki belum sepopuler nasi putih adalah karena harganya yang masih tinggi, sekitar Rp25.000 ke atas satu porsinya, lebih dari dua kali lipat harga beras. 

Terlepas dari tren pengganti nasi putih, tentu tetap sah-sah saja jika Anda ingin mengonsumsi nasi putih setiap kali makan. Urusan kesehatan tidak hanya ditentukan dari apakah ada nasi putih atau tidak di piring Anda, tapi lebih banyak lagi seperti sayuran dan lauknya, kebiasaan olahraga, dan gaya hidup sehat lainnya.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/rice-and-weight
Diakses 18 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/shirataki-noodles-101
Diakses 18 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318699.php
Diakses 18 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed