Penis Berbau Tidak Sedap? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


Penis bau tak sedap seringkali disebabkan oleh kebersihan penis yang buruk. Selain itu, hal ini juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain. Namun, ada berbagai cara membersihkan penis dengan tepat yang bisa Anda coba.

0,0
10 Jan 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cara membersihkan penis dengan tepat dapat membuat Anda terhindar dari penis bauPenis bau umumnya terjadi karena kebersihan penis yang buruk
Penis merupakan organ yang sangat penting bagi reproduksi pria. Oleh karena itu, organ vital ini harus dijaga kebersihannya. Pada umumnya, penis yang sehat dan bersih tak akan mengeluarkan bau tidak sedap. Namun, jika muncul bau dari penis, kondisi ini bisa menandakan kebersihan alat kelamin yang kurang terjaga atau mengisyaratkan adanya kondisi medis tertentu. 

Berbagai penyebab penis bau

Dalam kebanyakan kasus, menjaga kebersihan penis secara teratur bisa menghindarkan bau tak sedap dan mencegah infeksi pada penis. Akan tetapi, beberapa kondisi tertentu bisa menyebabkan bau penis berubah, bahkan hingga sangat menyengat. Berikut penyebab penis bau yang harus Anda ketahui:

1. Smegma

Smegma adalah kotoran putih menumpuk yang terdiri dari sebum (minyak) dan sel-sel kulit mati di sekitar batang penis. Pada penis yang tidak disunat, smegma umumnya terletak di bawah kulupTerlalu banyak berkeringat atau jarang membersihkan penis dapat membuat smegma menjadi sarang bakteri dan kuman yang menimbulkan bau tak sedap. Bahkan, ketika smegma mengeras, penis bisa mengalami peradangan atau infeksi.

2. Infeksi jamur

Infeksi jamur terjadi ketika jamur Candida pada penis tumbuh di luar kendali. Pertumbuhan jamur yang berlebihan ini membuat penis ‘berjamur’. Masalah ini umumnya disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan penis, terutama jika Anda belum disunat. Anda juga bisa tertular penyakit ini melalui hubungan seks dengan wanita yang memiliki infeksi jamur. Selain penis bau, infeksi jamur juga bisa menimbulkan gejala lain, seperti kemerahan, penis terasa gatal, dan kulit penis abnormal.

3. Infeksi menular seksual

Dalam beberapa kasus, infeksi menular seksual (IMS) dapat menjadi penyebab penis bau. Jenis IMS yang paling mungkin menyebabkan bau tak sedap pada penis adalah gonore dan klamidia.Selain penis bau, penderita gonore dapat menunjukkan gejala berupa keluarnya cairan berwarna hijau, putih, atau kuning dari penis, nyeri saat buang air kecil, penis bengkak, dan radang di kulup. Sementara itu, penderita klamidia mungkin juga menunjukkan gejala yang meliputi keluarnya cairan encer berwarna putih dari penis, sakit saat buang air kecil, dan nyeri testis.

4. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi akibat bakteri atau virus. Penyakit ini dapat terjadi karena aktivitas seksual, retensi urine, batu ginjal, pembesaran prostat, diabetes, dan masalah lainnya. Saat terserang ISK, penis Anda mungkin berbau amis. Tak hanya penis bau, gejala lain yang mungkin muncul, yakni sering buang air kecil, sensasi terbakar saat kencing, dan urine tampak keruh atau berwarna merah muda.

5. Balanitis

Balanitis adalah iritasi kulit pada kepala penis. Penyakit penis ini dapat terjadi karena kebersihan penis yang buruk, infeksi, berhubungan seks tanpa pengaman, psoriasis, eksim, dan reaksi alergi terhadap sabun, obat, atau kondom. Kondisi tersebut bisa menyebabkan munculnya bau tak sedap pada kemaluan pria. Gejala lain yang mungkin terjadi, yaitu kemerahan, gatal, pembengkakan, penumpukan cairan di bawah kulup, dan sensasi terbakar saat kencing. Anda lebih mungkin mengalami balanitis jika tidak disunat. Dilansir dari StatPearls Publishing, sebanyak 6 persen pria yang tidak disunat mengalami penyakit ini.

6. Non-gonococcal urethritis

Non-gonococcal urethritis (NGU) terjadi ketika uretra (saluran urine keluar dari tubuh) mengalami peradangan. Disebut non-gonococcal karena peradangan disebabkan oleh sesuatu, selain gonore. Dalam kebanyakan kasus, radang uretra disebabkan oleh klamidia, tapi dapat pula disebabkan oleh organisme lain.Bukan hanya membuat penis berbau tidak sedap, NGU juga dapat menunjukkan gejala lain berupa keluarnya cairan berwarna putih dari penis, sering ingin buang air kecil, kencing terasa menyakitkan, dan iritasi di dekat ujung penis.Selain itu kurangnya kebersihan area kelamin, aktivitas yang memicu keringat berlebih, dan kegemukan dapat menjadi penyebab penis berbau.

Cara mengatasi penis bau

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sebagian besar kasus penis bau terjadi karena kebersihan penis yang kurang terjaga. Oleh sebab itu, cara menghilangkan bau pada penis adalah dengan rajin membersihkan penis setiap hari  . Namun, Anda juga tidak bisa sembarangan ketika hendak membersihkan organ reproduksi pria yang satu ini. Ada sejumlah cara membersihkan penis dengan benar yang harus diperhatikan, misalnya menggunakan sabun tanpa pewangi, membersihkan organ intim lainnya seperti kantong testis alias skrotum, mencukur bulu kemaluan, hingga mengeringkan penis sebelum memakai celana.  Selain membersihkan penis setiap hari, terdapat beberapa hal lain yang harus Anda lakukan untuk mencegah  penis bau, seperti:
  • Membersihkan penis setelah melakukan aktivitas seksual.
  • Kenakan pakaian dalam yang lebih longgar dan ganti setiap hari.
  • Mencukur bulu kemaluan
  • Gunakan pengaman (kondom) ketika berhubungan seks
Jika bau tak sedap pada penis tak juga hilang setelah dibersihkan, semakin memburuk, atau bahkan disertai gejala lain, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Anda juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kulup peniskesehatan priakesehatan organ intimkelamin laki-laki
Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/smelly-penis#relief-and-prevention-tips
Diakses pada 10 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/penis-health#cleaning
Diakses pada 10 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322562.php#treatment-and-home-remedies
Diakses pada 10 Januari 2020
StatPearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537143/ Diakses pada 10 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait