Maltodextrin dalam Makanan Olahan, Amankah Bahan Aditif ini?


Maltodextrin adalah zat aditif dalam produk olahan yang membantu mengentalkan dan mengawetkan makanan. Maltodextrin dianggap aman dikonsumsi namun bisa memicu lonjakan gula darah.

(0)
27 Oct 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Maltodextrin adalah zat aditif yang sering ditambahkan ke makanan olahanMakanan beku dan makanan olahan mengantung maltodextrin
Setiap kali mengonsumsi makanan kemasan, kita juga akan memasukkan berbagai jenis zat aditif ke dalam tubuh. Salah satu zat aditif yang sering dicampurkan dalam makanan olahan dan kemasan adalah maltodextrin. Apa itu maltodextrin? Amankah maltodextrin dalam makanan yang kita konsumsi?

Apa itu maltodextrin?

Maltodextrin adalah zat aditif yang sering ditambahkan ke makanan olahan sebagai pengental atau pengisi. Sebagai bahan pengisi (filler), maltodextrin dicampurkan untuk meningkatkan volume makanan olahan dari pabrik. Maltodextrin juga berfungsi sebagai pengawet untuk meningkatkan usia produk kemasan.Beberapa fungsi maltodextrin dalam makanan olahan, yaitu:
  • Mengentalkan makanan atau cairan untuk membantu mengikat bahan-bahan di dalamnya
  • Memperbaiki tekstur atau rasa makanan
  • Membantu mengawetkan makanan dan meningkatkan umur simpannya
Maltodekstrin merupakan aditif yang mudah dibuat dan harganya relatif murah. Oleh sebab itulah, maltodekstrin umum dicampurkan ke dalam berbagai produk olahan dan makanan kemasan.Dilihat dari nutrisinya, satu gram maltodekstrin menyumbangkan 4 kalori. Tubuh dapat mencerna maltodekstrin dengan cepat – sehingga bahan ini bisa bermanfaat jika Anda membutuhkan asupan energi dalam waktu singkat. Namun, indeks glikemik maltodekstrin cenderung tinggi, yakni sekitar 106-136. Artinya, maltodekstrin dapat memicu lonjakan gula darah dengan cepat pula.

Cara pembuatan maltodextrin

Maltodextrin diolah dari pati jagung yang ditambahkan enzim
Maltodextrin dibuat dari campuran enzim dan pati jagung yang membentuk tepung putih tanpa rasa
Maltodextrin dibuat dari pati jagung, nasi, kentang, atau gandum. Namun, walau berasal dari tumbuhan, maltodextrin merupakan bahan yang telah melewati banyak proses pengolahan. Pati dari tumbuhan di atas akan melewati proses yang disebut hidrolisis agar bisa dipecah menjadi bentuk yang lebih kecil. Kemudian, asam atau enzim seperti alfa-amilase dicampurkan ke dalam pati. Campuran enzim dan pati tersebut akan menghasilkan tepung berwarna putih yang larut dalam air serta tidak memiliki rasa. Maltodextrin sebenarnya masih mirip dengan sirup jagung padatan. Namun, kedua bahan tersebut memiliki perbedaan pada kandungan gulanya. Sirup jagung padatan mengandung setidaknya 20% gula. Sementara itu, maltodextrin memiliki kandungan gula di bawah 20%. 

Makanan yang mengandung maltodextrin

Ada banyak jenis makanan olahan yang mengandung maltodextrin, misalnya:
  • Pasta, sereal yang sudah dimasak, dan nasi
  • Makanan pengganti daging
  • Makanan yang dipanggang
  • Saus untuk salad
  • Makanan beku
  • Sup
  • Gula dan manisan
  • Minuman energi dan minuman olahraga
Maltodekstrin juga digunakan dalam produk non-makanan, seperti losion kulit, produk perawatan rambut, bahkan pakan ternak.

Apakah maltodekstrin aman dikonsumsi?

Badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat, yakni FDA, menyatakan bahwa maltodextrin aman dikonsumsi (generally recognized as safe). Namun, dalam label informasi nilai gizi, maltodextrin dimasukkan ke dalam karbohidrat total. Apabila Anda tengah menjalani diet rendah karbohidrat, menderita diabetes, atau menderita resistensi insulin, Anda perlu ekstra hati-hati dengan maltodextrin. Selain itu, mengingat tingginya indeks glikemik maltodekstrin, mengonsumsi makanan olahan yang mengandung zat aditif ini tentu sebaiknya dibatasi (atau mungkin dihindari) – terutama pada penderita diabetes atau prediabetes. Alasan lain pembatasan konsumsi maltodextrin adalah efek negatifnya terhadap bakteri baik di usus. Zat aditif ini dilaporkan dapat mengubah komposisi bakteri di usus yang membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit. Maltodextrin berisiko melemahkan pertumbuhan probiotik di saluran pencernaan sehingga juga berpengaruh terhadap fungsi imun tubuh.

Mungkinkah ada manfaat maltodextrin?

Maltodextrin tetap berpotensi memiliki beberapa manfaat pada beberapa kasus. Manfaat maltodekstrin, termasuk:

1. Menjadi pilihan untuk asupan energi dalam waktu singkat

Seperti yang disinggung di atas, maltodekstrin menjadi karbohidrat yang cepat dicerna tubuh. Bahan aditif ini pun sering dicampurkan dalam makanan atau minuman untuk olahraga. Makanan dan minuman yang mengandung maltodekstrin dapat menjadi pilihan untuk memberikan asupan energi dengan cepat, terutama saat beraktivitas fisik.

2. Menjadi bagian terapi untuk hipoglikemia kronis

Hipoglikemia adalah kondisi rendahnya kadar gula darah. Pasien dengan hipoglikemia biasanya mengonsumsi maltodextrin untuk meningkatkan kadar gula darah mereka.  

Catatan dari SehatQ

Maltodextrin adalah zat aditif yang membantu mengentalkan, menambah volume, dan mengawetkan makanan olahan. Maltodekstrin dapat memicu lonjakan gula darah dengan cepat sehingga harus dikurangi atau dibatasi konsumsinya bagi penderita diabetes. Untuk mendapatkan informasi lain terkait kesehatan zat aditif, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ bisa diunduh di Appstore dan Playstore untuk bantu dampingi hidup sehat Anda.
nutrisimakanan tidak sehatgula darah
Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/is-maltodextrin-bad-for-me
Diakses pada 14 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322426
Diakses pada 14 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait