Maltitol untuk Menggantikan Gula, Ketahui Pro dan Kontranya


Maltitol adalah jenis gula alkohol yang sering digunakan sebagai pemanis pengganti gula pasir. Maltitol tetap dapat memengaruhi gula darah walau dengan kalori yang lebih sedikit.

(0)
08 Jan 2021|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Maltitol adalah pemanis yang biasanya digunakan dalam permen karetMaltitol dianggap tidak menyebabkan gigi berlubang dan biasanya digunakan sebagai pemanis dalam permen karet
Atas pertimbangan tertentu, banyak orang kini mulai meninggalkan gula pasir dan beralih mencari alternatif rendah kalori. Salah satu jenis pemanis yang umum dikonsumsi dan dicampurkan dalam makanan adalah maltitol. Maltitol sebagai pengganti gula, ketahui pro dan kontranya. 

Apa itu maltitol?

Maltitol adalah jenis gula alkohol yang digunakan sebagai pemanis dalam makanan. Gula alkohol seperti maltitol terkandung secara alami pada buah dan sayuran tertentu. Namun, pemanis ini biasanya dibuat secara sintetis ketimbang digunakan dari bentuk aslinya. Maltitol sering digunakan sebagai pemanis untuk menggantikan gula pasir. Pasalnya, jenis gula alkohol ini memiliki kalori yang lebih sedikit dibandingkan gula pasir. Beberapa makanan dan produk yang mengandung maltitol yaitu:
  • Makanan yang dipanggang
  • Permen
  • Cokelat
  • Permen karet
  • Es krim
  • Jenis obat-obatan tertentu dan suplemen
Selain digunakan sebagai pemanis, maltitol dan alkohol gula lainnya juga membantu menjaga kelembapan makanan dan membantu mencegah perubahan warna.Sebagai catatan, walau maltitol merupakan jenis alkohol, pemanis ini tidak mengandung etanol sehingga tentu tidak memabukkan.

Maltitol vs. gula pasir

Seperti gula pasir, maltitol sebenarnya masuk dalam kelompok karbohidrat sehingga tetap mengandung kalori. Berikut ini perbandingan maltitol dengan gula pasir:

1. Gula pasir

  • Memberikan 4 kalori per gram
  • Indeks glikemik 60
  • Memberikan 100% rasa manis
  • Dapat memicu gigi berlubang

2. Maltitol

  • Memberikan 2–3 kalori per gram
  • Indeks glikemik: 52
  • Memberikan 75% hingga 90% rasa manis dibandingkan gula pasir
  • Dapat membantu mencegah gigi berlubang
Dari perbandingan di atas, bisa disimpulkan bahwa maltitol juga memengaruhi gula darah setelah dikonsumsi. Namun, maltitol memang memiliki kelebihan berupa kalori yang lebih rendah – walau rasa manis yang diberikan tidak “sesempurna” gula pasir.Selain itu, layaknya jenis gula alkohol lain, maltitol juga berpotensi untuk mencegah gigi berlubang. Hal ini berbeda dengan gula pasir yang dapat memicu kerusakan gigi.

Potensi manfaat maltitol

Konsumsi maltitol dapat memberikan potensi manfaat tertentu, misalnya:

1. Mengurangi asupan kalori

Maltitol memberikan konsumen mendapatkan rasa manis yang mendekati gula, namun dengan kalori yang lebih sedikit. Untuk alasan ini, maltitol pun sering dikonsumsi saat konsumen menjalani diet penurunan berat badan atau pola makan rendah karbohidrat.

2. Tidak meninggalkan aftertaste aneh dibandingkan pemanis lain

Salah satu alasan pemanis non-gula kurang digemari adalah menyisakan cita rasa aneh di mulut (aftertaste). Hal ini cenderung tidak dimiliki oleh maltitol – berbeda dengan pemanis pengganti gula lainnya. 

3. Dilaporkan tidak memicu kerusakan gigi

Gula memang menjadi pemanis yang cenderung dianggap sempurna bagi masyarakat. Namun sayangnya, konsumsi gula dikaitkan dengan gigi berlubang.Maltitol, dan gula alkohol lainnya, dilaporkan tidak menyebabkan gigi berlubang atau kerusakan gigi. Inilah salah satu alasan mengapa maltitol juga digunakan dalam permen karet, pasta gigi, dan obat kumur.

Peringatan terkait konsumsi maltitol

Maltitol dapat menjadi alternatif yang aman untuk gula pasir. Namun, ada beberapa poin yang harus diperhatikan terkait penggunaannya.

1. Tetap berpengaruh terhadap gula darah

Penderita diabetes harus ingat bahwa maltitol tetaplah jenis karbohidrat. Artinya, pemanis ini masih memiliki indeks glikemik yang memicu lonjakan kadar gula darah. Kendati indeks tersebut tidak setinggi gula, maltitol tetap berpengaruh pada gula darah tubuh.Diskusikan dengan dokter jika Anda menderita diabetes dan ingin menggunakan maltitol untuk konsumsi sehari-hari.

2. Risiko efek samping 

Setelah mengonsumsi maltitol, beberapa individu berisiko mengalami efek samping berupa sakit perut dan perut bergas. Pemanis ini juga memiliki efek mirip pencahar sehingga menyebabkan diare. Tingkat keparahan efek samping tersebut bergantung pada seberapa banyak maltitol dikonsumsi dan bagaimana tubuh bereaksi terhadapnya.

Catatan dari SehatQ

Maltitol adalah jenis gula alkohol yang dijadikan sebagai pemanis dalam makanan dan produk non-makanan. Maltitol umumnya dianggap aman dikonsumsi walau tetap dapat memengaruhi gula darah serta menimbulkan efek samping tertentu. Apabila masih memiliki pertanyaan terkait maltitol, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi kesehatan terpercaya.
makanan tidak sehatgula darahkarbohidrat
Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/is-maltitol-safe
Diakses pada 28 Desember 2020
Science Daily. https://www.sciencedaily.com/releases/2005/08/050830071057.htm
Diakses pada 28 Desember 2020
University Health News. https://universityhealthnews.com/daily/nutrition/4-common-maltitol-side-effects-more-reasons-to-limit-your-artificial-sweetener-intake
Diakses pada 28 Desember 2020
Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/maltitol-low-carb-sweetener-2242220
Diakses pada 28 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait