Malaise adalah Rasa Tidak Enak Badan yang Tidak Boleh Disepelekan

Malaise adalah keluhan tidak enak badan serta lelah tanpa penyebab yang jelas
Lelah dan tidak enak badan merupakan ciri-ciri malaise

Anda pernah merasa kurang enak badan dan lelah, namun tidak tahu apa penyebabnya? Sebagian besar dari Anda pasti menjawab ‘ya’ tanpa ragu. Ternyata, gejala yang Anda alami itu punya istilahnya sendiri dalam dunia medis, yakni malaise. 

Apa itu malaise?

Malaise adalah perasaan tidak nyaman, pegal-pegal, dan lelah tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini bukanlah penyakit, melainkan gejala dari gangguan medis tertentu.

Malaise dapat timbul secara tiba-tiba, atau bertahap. Durasi kemunculan dan tingkat keparahannya juga berbeda-beda.

Pada beberapa orang, keluhan malaise bersifat sementara dan ringan. Sedangkan sebagian orang lainnya mengalami kondisi ini untuk waktu yang lama dan lebih parah.

Malaise adalah gejala yang perlu dicari tahu sebabnya

Sekali lagi, malaise bukanlah penyakit. Keluhan ini merupakan serangkaian gejala yang terhubung dengan suatu penyakit atau kondisi medis.

Menemukan akar penyebab malaise sekilas memang tampak sulit. Namun dengan memperhatikan gejala penyertanya dan bantuan dokter, Anda mungkin bisa lebih mudah untuk menentukan pemicunya. Sebenarnya hampir semua penyakit dapat menyebabkan malaise.

Sederet faktor yang dapat melatarbelakangi kemunculan malaise adalah sebagai berikut:

1. Penyakit jangka pendek (akut)

Akut berarti penyakit yang berlangsung kurang dari enam bulan. Contoh penyakit akut yang sering menyebabkan malaise meliputi:

  • Flu

Virus penyebab flu bisa menyebabkan demam, batuk, radang tenggorokan, hidung berair, dan pegal-pegal. Semua gejala ini dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman dan lelah.

  • Bronkitis akut atau pneumonia

Kedua penyakit ini dapat memunculkan batuk disertai dengan sakit dada. Tentunya, batuk yang terus-menerus bisa mengganggu tidur, sehingga Anda menjadi lelah dan tidak enak badan.

  • Mononukleosis atau demam kelenjar

Anda patut mencurigai malaise akibat mononukleosis jika disertai oleh radang tenggorokan, sakit kepala, pembengkakan amandel, serta kelenjar getah bening, kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus Epstein-Barr yang dapat tertular dari droplet atau percikan ludah penderita saat batuk atau bersin.

  • Penyakit Lyme

Infeksi akibat gigitan kutu ini dapat memicu ruam, nyeri sendi, dan berkeringat banyak pada malam hari. Rasa lelah pada seluruh tubuh yang sulit diidentifikasi juga bisa Anda alami.

  • Fibromialgia

Penyakit ini dapat memicu rasa nyeri di sekujur tubuh. Selain itu, masalah tidur bisa juga terjadi.

Saat seseorang mengalami nyeri di seluruh tubuh sekaligus gangguan tidur, gejala-gejala ini dapat meningkatkan risiko malaise.

2. Penyakit jangka panjang (kronis)

Ketika seseorang memiliki penyakit kronis, ia pun bisa mengalami malaise berkelanjutan. Sebaliknya, malaise pun dapat menjadi tanda awal dari penyakit kronis.

Beberapa contoh penyakit kronis yang kerap menjadi pemicu maupun diawali dengan malaise adalah:

  • Penyakit ginjal

Mual, kram otot, muntah, sering berkemih di malam hari dan tidak nafsu makan merupakan beberapa gejala umum dari penyakit ginjal. Pada akhirnya, gejala-gejala ini dapat menimbulkan rasa lelah pada penderitanya.

  • Anemia yang parah

Malaise bisa menjadi salah satu gejala anemia. Biasanya, penderita juga mengalami pusing, kulit yang pucat, kram pada kaki, serta detak jantung yang cepat.

  • Diabetes

Jika penyebab malaise adalah diabetes, Anda mungkin akan merasa sering haus, sering lapar, dan sering buang air kecil. Kemampuan penglihatan juga bisa menurun dan pandangan menjadi kabur.

  • Sindrom kelelahan kronis

Kondisi ini ditandai dengan rasa lelah yang teramat sangat. Gejala bisa berlangsung sepanjang waktu, dan tanpa sebab yang jelas. Tak heran apabila penderita dapat merasa tidak enak badan.  

  • Depresi

Gangguan kesehatan mental ini dapat mengacaukan pola tidur penderitanya. Saat kualitas tidur tidak lagi terjaga, gejala malaise pun bisa terjadi dengan mudah.

3. Obat-obatan

Setiap obat-obatan memiliki efek samping. Seberapa bersar risiko Anda untuk mengalami efek samping tersebut tergantung pada usia, jenis kelamin, serta kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan malaise adalah:

  • Antihistamin yang biasa diresepkan untuk menangani alergi
  • Obat antikejang
  • Obat-obatan untuk mengatasi penyakit jantung atau tekanan darah tinggi
  • Obat-obatan untuk menangani gangguan kejiwaan

Efek samping malaise memang tidak dimiliki oleh semua obat. Namun ada beberapa obat yang bisa memicu gejala ini jika dikombinasikan dengan obat-obat lainnya.

Karena itu, Anda perlu berkonsultasi ke dokter terlebih dulu bila harus menggunakan beberapa obat secara bersamaan. Anda juga sebaiknya mencermati apa saja efek samping yang terjadi dan mendiskusikannya ke dokter bila terasa mengganggu.

4. Faktor gaya hidup

Sederet contoh gaya hidup tidak sehat yang bisa menjadi pemicu malaise adalah tidur yang tidak teratur, penyalahgunaan alkohol, pola makan tidak seimbang, terlalu banyak minum kopi, serta jarang berolahraga.

Apabila malaise bisa membaik dengan beristirahat yang cukup, Anda mungjkin tidak perlu khawatir. Namun lain halnya jika malaise berlangsung terus-menerus.

Kapan harus ke dokter?

Malaise adalah gejala yang sebaiknya dapat disepelekan, terutama jika balaise terjadi lebih dari tujuh hari dan disertai dengan gejala lain yang mengganggu. Periksakanlah diri Anda ke dokter agar penyebabnya bisa diketahui.

Dokter akan bertanya tentang keluhan, durasi, maupun awal kemunculann malaise. Demikian pula dengan gejala penyerta, obat-obatan yang digunakan, serta riwayat medis Anda.

Jika dokter masih kesulitan menemukan dalang di balik malaise, dokter dapat menyarankan Anda untuk menjalani sernagkaian pemeriksaan penunjang. Mulai dari tes darah, tes urine, rontgen, hingga CT scan.

Setelah diagnosis dipastikan, dokter bisa memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda. Untuk mengurangi gejala malaise yang Anda alami, beberapa langkah di bawah ini bisa Anda lakukan:

  • Istirahat cukup, misalnya tidur selama 7-8 jam per hari.
  • Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan level energi.
  • Mengonsumsi makan sehat dan seimbang.
  • Mengendalikan stres, contohnya dengan memperbanyak bersantai, melakukan meditasi, berlatih yoga, mendengarkan musik, dan banyak lagi.

Malaise adalah gejala yang tidak spesifik, sehingga penyebabnya sulit dicari. Kemungkinan penyebab di balik kondisi ini pun sangat beragam, seperti adanya penyakit, konsumsi obat-obatan, hingga pengaruh gaya hidup.

Guna memastikan penyebabnya, Anda membutuhkan bantuan dokter. Jadi segera konsultasikan ke dokter bila keluhan malaise berlangsung lebih dari tujuh hari dan disertai dengan gejala lain yang mencurigakan.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327062.php
Diakses pada 22 Desember 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/malaise-causes-symptoms#1
Diakses pada 22 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/malaise
Diakses pada 22 Desember 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed