Makrosomia adalah Kondisi Bahaya Bagi Bayi Baru Lahir, Kenapa?


Makrosomia adalah kondisi saat bayi lahir dengan berat badan berlebih atau di atas 4 kg. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko komplikasi saat persalinan yang bisa mengancam ibu maupun bayi.

(0)
18 Mar 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Makrosomia adalah kondisi seorang bayi baru lahir yang beratnya lebih dari 4 kgMakrosomia adalah kondisi bayi lahir dengan berat badan berlebih
Mungkin kita terbiasa melihat bayi gemuk sebagai anak yang menggemaskan. Namun, tahukah Anda jika ukuran bayi terlalu besar saat dalam kandungan justru bisa berbahaya? Kondisi ini, disebut sebagai makrosomia. Makrosomia adalah kondisi bayi lahir dengan berat badan berlebihBayi yang lahir dengan berat badan 4 kg atau lebih sudah bisa dikatakan sebagai bayi makrosomia. Lalu apabila bayi mencapai berat badan 4,5 kg saat di dalam kandungan atau dilahirkan, maka risiko terjadinya berbagai komplikasi akan meningkat drastis.Makrosomia adalah kondisi kesehatan yang bisa menimbulkan kesulitan saat persalinan dan membahayakan ibu. Setelah lahirpun, bayi besar ini juga berisiko lebih tinggi terkena berbagai gangguan kesehatan.

Penyebab makrosomia yang perlu diwaspadai

Makrosomia pada bayi baru lahir bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti faktor genetik, gangguan kesehatan saat hamil seperti diabetes atau obesitas, dan gangguan pertumbuhan janin. Namun pada beberapa kasus, ada juga kondisi makrosomia yang tidak jelas penyebabnya.Berikut ini, adalah beberapa faktor risiko atau hal-hal yang membuat janin berisiko lebih tinggi mengalami makrosomia.

Mengenal tanda dan gejala makrosomia

Sebenarnya, agak sedikit sulit untuk mengetahui makrosomia saat bayi masih di dalam kandungan. Meski begitu, ada dua tanda yang biasanya dijadikan acuan dokter untuk melihat pertumbuhan janin yang sedang terjadi, masih normal atau sudah berlebih, yaitu:

1. Tinggi fundus uteri ibu hamil sudah melebihi normal

Saat Anda datang ke dokter untuk kontrol kondisi kehamilan, dokter biasanya akan memeriksa tinggi fundus uteri. Tinggi fundus uteri adalah jarak antara puncak uterus atau rahim hingga tulang pubis. Jika tingginya melebihi normal, maka ada kemungkinan bahwa bayi mengalami makrosomia.

2. Cairan ketuban berlebihan

Cairan ketuban atau cairan amniotik yang jumlahnya berlebih disebut sebagai polihidramnion. Jumlah cairan ketuban bisa dijadikan patokan untuk mendeteksi bayi makrosomia karena cairan ini bisa menggambarkan jumlah urine yang keluar dari janin. Semakin banyak urine yang keluar, maka semakin besar pula ukuran janin.

Makrosomia bisa sebabkan berbagai komplikasi

Makrosomia adalah kondisi yang berisiko menimbulkan komplikasi baik bagi ibu maupun bayi. Dikutip dari Mayo Clinic, berikut ini beberapa gangguan yang bisa muncul jika ukuran janin terlalu besar untuk usianya.

1. Komplikasi untuk ibu

Komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu akibat bayi makrosomia adalah antara lain:
  • Kesulitan saat proses persalinan

Bayi yang berukuran besar akan lebih sulit untuk keluar secara normal melalui vagina. Ia berisiko tersangkut di jalan lahir dan bahkan tersangkut yang bisa menyebabkan cedera pada ibu.Saat hal ini terjadi, dokter biasanya akan menyarankan persalinan dengan bantuan vakum atau dialihkan menjadi prosedur operasi Caesar.
  • Sobeknya jaringan vagina

Melahirkan bayi makrosomia bisa membuat jaringan vagina sobek. Selain itu, kondisi ini juga berisiko menyebabkan terjadinya robekan pada otot yang terletak antara anus dan vagina (perineum).
  • Perdarahan setelah persalinan

Kerusakan yang terjadi di jaringan vagina dan otot di sekitarnya, membuat otot-otot rahim akan sulit untuk berkontraksi atau kembali menutup setelah persalinan selesai. Akibatnya, akan ada kemungkinan perdarahan hebat yang terjadi pada ibu.
  • Ruptur rahim

Bagi ibu yang sebelumnya pernah melalui prosedur operasi Caesar atau operasi lain yang melibatkan rahim, maka risiko terjadinya ruptur rahim akan meningkat. Kondisi ini jarang terjadi. Namun jika sampai terjadi, akan menyebabkan sobeknya rahim sepanjang alur luka jahit akibat operasi Caesar sebelumnya.Baca juga: 10 Komplikasi Kehamilan yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil, Salah Satunya Anemia

2. Komplikasi untuk bayi

Sementara itu untuk bayi baru lahir, beberapa hal yang bisa terjadi akibat kondisi makrosomia adalah:
  • Distosia bahu
Distosia bahu adalah kondisi yang terjadi saat bahu bayi tersangkut di jalur lahir, meski kepalanya telah berhasil keluar. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi mengalami patah tulang selangka, patah tulang lengan, dan cedera saraf.Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan otak atau bahkan kematian bayi. Sementara itu pada ibu, distosia bahu bisa menyebabkan perdarahan hebat, ruptur rahim, dan kerusakan jaringan vagina.
  • Kadar gula darah lebih rendah dari normal

Bayi yang lahir dengan makrosomia, berisiko lebih tinggi memiliki kadar gula darah yang rendah. Bayi yang gula darahnya rendah, harus dirawat khusus di rumah sakit hingga kadar gula darahnya kembali normal dan stabil.
  • Obesitas saat masa anak-anak

Makrosomia adalah penyakit yang bisa menyebabkan obesitas dini pada anak. Bayi yang lahir dengan berat badan berlebih, juga berisiko lebih tinggi mengalami obesitas di kemudian hari yang bisa mengganggu kesehatannya.
  • Sindrom metabolik

Sindrom metabolik adalah kondisi gabungan antara tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan tumpukan lemak berlebih di perut serta kadar kolesterol tinggi yang terjadi secara bersamaan. Bayi makrosomia, berisiko lebih tinggi mengalami kondisi ini sejak usia anak-anak.Baca juga: IUGR adalah Komplikasi Berbahaya pada Bayi Baru Lahir

Cara mencegah terjadinya makrosomia

Makrosmia adalah kondisi yang sulit diprediksi. Sebab, diagnosis baru bisa diberikan saat bayi lahir dan ditimbang berat badannya. Sehingga, penting bagi ibu untuk melakukan hal-hal yang bisa mencegah terjadinya kondisi ini, seperti:
  • Rutin memeriksakan kandungan ke dokter.
  • Menjaga kenaikan berat badan selama kehamilan. Jika Anda memiliki berat badan normal sebelum kehamilan, Anda dapat menaikkan berat badan hanya untuk sekitar 11 sampai 16 kg.
  • Melakukan langkah yang tepat untuk mengatur kadar gula darah, jika menderita diabetes.
  • Tetap aktif selama hamil dengan olahraga atau rutin melakukan aktivitas fisik yang sesuai.
Kondisi bayi yang lahir terlalu besar perlu lebih diperhatikan dan tidak dipandang enteng. Sebab melihat komplikasi yang bisa terjadi, baik ibu maupun bayi bisa sama-sama dirugikan.Jika Anda ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa chat di sini.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
tinggi bayiberat badan bayibayi baru lahir
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fetal-macrosomia/diagnosis-treatment/drc-20372584
Diakses pada 18 maret 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/macrosomia
Diakses pada 18 Maret 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17795-fetal-macrosomia/prevention
Diakses pada 18 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait