Makanan untuk Pasien Kolostomi, Mana yang Boleh dan Tidak?


Setelah seorang pasien menjalani operasi kolostomi, akan ada tahapan pemulihan ketika mereka mulai mengonsumsi makanan seperti saat sehat. Umumnya makanan yang dianjurkan adalah yang lunak hingga cair.

0,0
18 Jul 2021|Azelia Trifiana
Ada makanan tertentu yang disarankan oleh pasien yang menjalani operasi kolostomiAda makanan tertentu yang disarankan oleh pasien yang menjalani operasi kolostomi
Dokter umumnya melakukan tindakan kolostomi pada pasien yang bermasalah di usus besar, anus, atau rektum sehingga sulit buang air besar. Jadi, pembuangan feses terjadi lewat lubang di perut. Selama pemulihan, pantangan makanan untuk pasien kolostomi adalah yang terlalu tinggi serat hingga pedas.Penting sekali memastikan pola dan asupan makanan setelah operasi benar-benar tepat. Ini dapat berpengaruh signifikan terhadap proses pemulihan.

Makanan untuk pasien kolostomi

Setelah seorang pasien menjalani operasi kolostomi, akan ada tahapan pemulihan ketika mereka mulai mengonsumsi makanan seperti saat sehat. Namun, tentu tahapan ini tidak berlangsung instan.Pada tahap awal, biasanya pasien akan mulai mengonsumsi cairan dan satu jenis makanan saja. Apa jenis makanan itu tentu berbeda antara satu orang dan lainnya.Artinya, tidak bisa disamakan ketika ada pasien kolostomi sudah bisa makan nasi sepekan setelah operasi, berarti Anda akan merasakan hal yang sama. Reaksi tubuh terutama sistem pencernaan dan pembuangan bisa berbeda-beda.Lalu, apa saja makanan untuk pasien kolostomi yang direkomendasikan?

Makanan lunak dan hambar

Jenis masakan tanpa rasa atau hambar cocok untuk pasien kolostomi. Selain itu, orang dengan masalah pencernaan terus menerus juga disarankan mengonsumsi makanan jenis ini.Sebab, makanan hambar dan lunak ini rendah serat sehingga mudah dicerna. Beberapa contohnya seperti:
  • Buah bit
  • Buncis
  • Bayam
  • Jus buah
  • Kaldu
  • Nasi lumat
  • Pisang
  • Protein rendah lemak
  • Tahu
  • Telur
  • Wortel
  • Yogurt dengan kultur aktif
Dibandingkan dengan makanan berlemak atau pedas, sistem cerna akan jauh lebih mudah mengolah makanan hambar. Sifatnya juga tidak terlalu asam sehingga jarang menimbulkan keluhan seperti sakit perut.Jangan lupa, masak terlebih dahulu jenis makanan di atas. Mengonsumsinya dalam kondisi mentah hanya akan membuat pencernaan bekerja lebih keras.

Cairan

Pasien kolostomi biasanya memulai proses pemulihan dengan mengonsumsi cairan saja. Ini merupakan tahap paling awal sebelum mulai mengonsumsi makanan lunak.Pilihan yang bisa dikonsumsi dalam fase ini adalah:Sebaiknya ketika mulai mengonsumsi makanan lunak, berikan dalam porsi kecil. Lalu, lihat bagaimana respons tubuh sesudah mengonsumsinya. Jangan lupa pula bahwa orang yang dalam fase pemulihan operasi kolostomi harus mengunyah makanannya hingga benar-benar lumat sebelum ditelan.Ketika mengonsumsi cairan pun, harus yang suhunya tidak terlalu panas maupun dingin. Hindari minuman yang mengandung kafein atau minuman soda karena justru memberikan tekanan pada sistem pencernaan.Terkait frekuensi makan, sangat disarankan makan dalam porsi kecil namun sering. Tujuannya demi mencegah rasa tidak nyaman atau iritasi pada usus.

Makanan yang sebaiknya dihindari

Setelah menjalani operasi kolostomi, sebaiknya hindari makanan yang dapat menimbulkan peradangan pada usus. Oleh sebab itu, jangan konsumsi makanan berupa:
  • Buah dengan kulitnya
  • Daging unggas yang digoreng
  • Gandum utuh
  • Gorengan
  • Ikan yang digoreng
  • Legume
  • Makanan pedas
  • Makanan penuh serat
  • Makanan tinggi lemak
  • Minuman bersoda
  • Produk olahan susu tinggi lemak
  • Sayur mentah
Beberapa jenis makanan dan minuman di atas justru dapat melukai usus dalam proses pemulihan. Oleh sebab itu, sebaiknya benar-benar dihindari kecuali dokter atau ahli gizi memberi lampu hijau.Khusus untuk minuman, pastikan menghindari minuman berkarbonasi dan juga berkafein karena dapat menimbulkan seperti iritasi dan kembung di pencernaan.Terlebih konsumsi alkohol setelah prosedur kolostomi, sangat tidak disarankan. Bagi banyak orang, konsumsi minuman beralkohol bisa menyebabkan masalah pencernaan utamanya dari bir.Untuk amannya, konsumsi 6-8 gelas air putih setiap harinya. Angka ini bisa bervariasi antara satu pasien dan lainnya. Namun, ingat selalu bahwa kemampuan menyerap air setelah operasi kolostomi jadi lebih lemah. Oleh sebab itu, asupan cairan harus mencukupi.

Makanan pemicu kembung

Lebih jauh lagi, ada beberapa jenis bahan makanan dan juga cairan yang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di perut. Akibatnya, ada sensasi kembung dan juga kelebihan gas di perut.Untuk mengurangi risiko ini, berikut beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi:
  • Alkohol
  • Anggur
  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Brokoli
  • Daun bawang
  • Ikan
  • Jagung
  • Kacang
  • Kubis
  • Minuman berkarbonasi
  • Prune
  • Susu dan produk olahannya
  • Telur
  • Toge

Catatan dari SehatQ

Umumnya, pasien kolostomi hanya akan menerima cairan intravena atau infus selama dua hingga tiga hari setelah operasi. Tujuannya untuk memberi waktu usus agar kembali pulih.Setelah itu, baru bisa dicoba cairan bening seperti kaldu dan jus. Secara bertahap, perkenalkan makanan yang mudah dicerna.Wajib hukumnya untuk mengunyah makanan hingga benar-benar lumat dan teksturnya terasa cair di mulut, sebelum menelannya. Salah satu kunci dari proses cerna adalah mengunyah.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar efek setelah operasi kolostomi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
operasipenyembuhan lukahidup sehat
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/colostomy-diet#foods-to-include
Diakses pada 5 Juli 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/how-should-i-eat-after-a-colostomy-797407
Diakses pada 5 Juli 2021
United Ostomy Associations of America. https://www.ostomy.org/ostomy-diet-guidelines-after-surgery/
Diakses pada 5 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait