Makanan-Makanan Ini Ternyata Mampu Mengurangi Sindrom Baby Blues

Dalam kondisi Baby Blues, seorang ibu dapat mengalami perubahan mood tiba-tiba dan menjadi lebih sensitif
Sindrom Baby Blues terjadi akibat perubahan hormonal pada beberapa minggu pertama setelah melahirkan.

Tidak semua wanita setelah melahirkan akan merasa gembira. Aneh tapi nyata, sebanyak 8 dari 10 wanita akan mengalami perubahan mood setelah melahirkan. Sang ibu akan merasa sedih, moody, dan menjadi lebih sensitif sesaat setelah melahirkan.

Kondisi ini dikenal sebagai Baby Blues. Baby Blues didefinisikan sebagai penurunan mood sementara akibat perubahan peran hidup secara tiba-tiba yang terjadi setelah kelahiran seorang bayi.

Penyebab terjadinya Baby Blues

Terjadinya Baby Blues dikaitkan dengan perubahan hormonal yang dialami pada beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Secara bertahap hormon yang berperan dalam mempertahankan kehamilan akan menurun dan terjadi peningkatan hormon untuk memproduksi ASI.

Perubahan yang terjadi bukan hanya secara fisik, tetapi juga psikologis. Peran baru yang harus dijalani sebagai ibu membuat mereka mengalami perasaan tertekan. Saat berhadapan dengan bayi baru lahir, ibu mungkin tidak memperoleh waktu tidur yang cukup dan tidak dapat bersantai.

Baby Blues bukanlah suatu penyakit yang memerlukan pengobatan. Kondisi ini merupakan kondisi yang umumnya dialami wanita setelah melahirkan. Kejadiannya lebih tinggi dialami pada kelahiran anak pertama.

Arti Baby Blues sering disalahartikan dengan depresi pascapersalinan. Padahal, kedua kondisi ini berbeda. Baby Blues merupakan sesuatu yang umum terjadi pada ibu yang baru melahirkan dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu yang cukup cepat.

Sementara itu, depresi pascapersalinan memiliki gejala yang lebih lama dan berat biasanya baby blues akan bertahan hingga dua minggu setelah persalinan, namun depresi pasca persalinan akan bertahan hingga satu tahun setelah persalinan, gejala yang dialami seperti merasa sangat lelah tapi tidak bisa tidur, merasakan nyeri yang sulit dijelaskan, banyak mengalami mood swing, sulit mengingat, sulit berkonsentrasi, dan keinginan meyakiti diri sendiri atau sang bayi dan masih banyak lagi.

Dalam kondisi Baby Blues, seorang ibu dapat mengalami perubahan mood tiba-tiba (mood swings), menjadi lebih sensitif, cemas, dan kerepotan dengan tanggung jawab baru yang mereka miliki.

Makanan bisa mencegah dan mengatasi Baby Blues

Gejala Baby Blues dapat diredakan dengan mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung nutrisi berikut ini:

1. Asam lemak omega-3

Asam lemak omega-3 merupakan salah satu zat yang esensial selama kehamilan. Penelitian yang dipublikasikan oleh American Psychiatric Association menunjukkan bahwa asam lemak omega 3 dapat bermanfaat pada seseorang dengan gangguan mood.

Mengonsumsi omega-3 sebelum dan setelah melahirkan dipercaya dapat mengurangi gejala Baby Blues dan depresi pasca persalinan. Hal ini didasari penelitan yang menemukan bahwa ibu yang mengalami depresi pasca melahirkan memiliki kadar DHA yang rendah.

DHA (Docosahexaenoic acid) dan EPA (Eicosapentaenoic acid) merupakan asam lemak omega-3 yang berperan dalam sintesis neurotransmitter. Selain itu, keduanya juga berperan dalam transmisi impuls saraf. Karena kedua asam lemak ini tidak diproduksi oleh tubuh, ibu dapat memperoleh asupan asam lemak omega-3 lewat makanan atau suplemen yang dikonsumsi.

Kandungan omega-3 tinggi bisa ditemukan pada ikan laut, seperti salmon, kod, tuna, dan makarel. Namun, sekarang ini banyak ikan yang berasal dari laut telah tercemar dengan merkuri. Hal ini menyebabkan ibu hamil lebih direkomendasikan untuk mengonsumsi suplemen minyak ikan yang kaya dengan kandungan DHA ketimbang mengonsumsi ikan laut.

Hingga saat ini, belum diketahui jumlah omega-3 yang diperlukan untuk memberikan proteksi terhadap Baby Blues. Akan tetapi, sebuah penelitian menemukan bahwa seseorang yang mengonsumsi ikan sebanyak dua kali dalam seminggu atau mengonsumsi suplemen minyak ikan, dapat mengurangi terjadinya Baby Blues dan depresi pasca persalinan.

[[artikel-terkait]]

2. Makanan manis tinggi karbohidrat

Konsumsi makanan manis dengan karbohidrat tinggi menjadi salah satu cara efektif dan cepat dalam mengatasi gejala Baby Blues yang dialami. Makanan yang dikonsumsi berperan layaknya obat penenang karena efek peningkatan hormon serotonin yang menimbulkan perasaan senang.

Konsumsi karbohidrat akan meningkatkan serotonin, menurunkan stres, dan membuat ibu menjadi tenang. Selain karbohidrat yang diperoleh dari makanan manis, karbohidrat dari nasi, kentang, atau oatmeal juga sama efektifnya dalam menimbulkan perasaan senang.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah karbohidrat sebaiknya dimakan dalam keadaan perut kosong, atau setidaknya dua jam setelah anda mengonsumsi protein. Ketika protein dicerna dalam tubuh, hasil pemecahan protein berupa asam amino akan mencegah produksi serotonin.

Taylor dan Francis. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1300/J013v31n02_02
Diakses pada 20 Juni 2019

BabyCentre. https://www.babycentre.co.uk/a541888/the-baby-blues
Diakses pada Mei 2019

Health24. https://www.health24.com/Diet-and-nutrition/Nutrition-basics/Can-diet-prevent-baby-blues-20120721
Diakses pada Mei 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/blog/the-antidepressant-diet/201608/will-sugar-take-away-the-new-baby-blues
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed