Makanan untuk Anak Muntah yang Sebaiknya Diberikan

(0)
27 Jan 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Makanan untuk anak muntah meliputi pisang, nasi, roti panggang, dan saus apelSejumlah makanan dapat diberikan setelah anak muntah
Melihat anak muntah secara tiba-tiba tentunya membuat banyak orangtua khawatir. Jika anak muntah pada saat atau setelah makan, kondisi ini mungkin dianggap wajar. Namun, jika mereka muntah hingga berkali-kali dalam satu hari, kondisi ini patut diwaspadai.Penyebab anak muntah biasanya meliputi gastroenteritis (flu perut), keracunan makanan, usus buntu, infeksi, hingga mabuk kendaraan. Muntah berat pada anak dapat menyebabkan dehidrasi, iritasi tenggorokan, hingga penurunan berat badan. Oleh karena itu, sebaiknya ketahui cara mengatasi dan jenis makanan untuk anak muntah.

Makanan untuk anak muntah

Jangan langsung memberikan makanan untuk anak muntah. Biarkan anak beristirahat dan lakukan terapi untuk mengganti cairan yang hilang terlebih dahulu supaya dehidrasi bisa dihindari.Tungggulah selama 24 jam sejak muntah pertama untuk memberikan makanan padat untuk anak muntah. Sebaiknya, biarkan perut anak beristirahat selama 30 menit sejak muntah, kemudian Anda dapat mulai memberikan oralit.Hal ini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Setelah kondisi membaik, berikan makanan untuk anak muntah yang mudah dicerna.

1. Bayi ASI eksklusif

Pada bayi yang masih menyusui secara eksklusif, Anda dapat diberikan ASI secara normal sebagai pengganti cairan yang hilang.Jika bayi terus memuntahkan ASI, sebaiknya bayi disusui dalam sesi yang lebih pendek, tepatnya sekitar 5-10 menit setiap 2 jam. Setelah kurang lebih 8 jam, jadwal menyusui secara normal dapat dilanjutkan.

2. Anak yang telah mengonsumsi makanan padat

Untuk anak yang lebih besar, jangan memberikan makanan anak muntah berupa makanan padat selama 24 jam setelah muntah pertama. Untuk sementara, Anda dapat memberikan makanan untuk anak muntah berikut ini:
  • Pisang
  • Nasi
  • Saus apel
  • Roti panggang.
Beberapa makanan yang memiliki rasa hambar ini dapat membantu anak-anak untuk menjalani transisi menuju makanan normal. Jika makanan hambar tersebut dapat ditoleransi dengan baik, maka pola makan normal dapat diperkenalkan kembali.

Cara mengatasi anak muntah lainnya

Selain memberikan makanan untuk anak muntah, ada beberapa tindakan lain yang dapat dilakukan saat anak mengalami masaslaah ini.

1. Berbaring ke samping

Saat anak mengalami muntah, biarkan anak berbaring dengan posisi menyamping. Posisi ini dapat mencegah muntah masuk ke saluran pernapasan anak.

2. Bernapas dalam-dalam

Bernapas dalam-dalam dapat membantu mengaktifkan saraf parasimpatis dan menenangkan anak dari rasa cemas.Mintalah anak untuk menghirup udara dalam-dalam melalui hidung hingga perut membesar, lalu buang udara perlahan lewat mulut atau hidung hingga perut kembali rileks. Cara ini dapat membantu dalam mengatasi muntah karena mabuk kendaraan.

3. Minum banyak cairan

Makanan untuk anak muntah memang sebaiknya tidak langsung diberikan. Namun, Anda dapat memberikan minuman yang dapat membuat rasa mual pada anak mereda, seperti air putih, minuman jahe, teh mint, atau air lemon.Jangan memberikan berbagai minuman ini secara berlebihan. Berikan sedikit demi sedikit hingga kondisi anak membaik.

4. Akupresur pada pergelangan tangan

Akupresur adalah metode pengobatan tradisional Tiongkok yang dilakukan dengan memberikan tekanan atau pijatan pada beberapa titik tubuh. Metode ini dapat membantu meredakan rasa mual dan muntah pada anak.Titik akupresur untuk meredakan mual dan muntah terletak pada lengan. Lokasinya berada tiga jari di bawah pergelangan tangan dan berada satu garis dengan jari telunjuk. Pijat titik ini dengan gerakan memutar selama 2-3 menit, kemudian ulangi hal yang sama pada pergelangan tangan yang satunya lagi.

Kapan sebaiknya menghubungi dokter?

Anak muntah dan lemas
Bawa Si Kecil ke dokter jika kondisinya tidak membaik
Saat menangani anak muntah, hal utama yang harus orangtua lakukan adalah tetap tenang. Mual dan muntah pada anak umumnya disebabkan oleh flu perut karena infeksi virus dan membaik seiring waktu. Jika makanan untuk anak muntah telah dapat diterima dengan baik, biasanya tidak ada lagi yang perlu Anda khawatirkan.Namun, jika flu perut disebabkan oleh bakteri, maka gejala yang dirasakan anak bisa jadi lebih berat, termasuk diare berdarah. Pencernaan mereka mungkin tidak dapat menerima makanan untuk anak muntah dengan baik dan harus diatasi dengan pertolongan dokter.Segera hubungi dokter jika anak mengalami sejumlah kondisi berikut:
  • Belum bisa menerima cairan setelah 8 jam sejak muntah pertama
  • Menunjukkan gejala dehidrasi
  • Mengalami rasa sakit yang tak tertahankan
  • Kondisinya kian memburuk
  • Muntah masih berlangsung hingga lebih dari 24 jam.
Sebaiknya Anda juga memeriksakan Si Kecil ke dokter jika mereka berkali-kali mengalami muntah dalam jangka waktu 1 bulan dan mengalami penurunan berat badan. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab muntah dan memberikan perawatan yang sesuai.Jika Anda punya pertanyaan lain seputar anak muntah, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
muntahanak muntah
Parents. https://www.parents.com/health/stomach-ache/vomiting/
Diakses 13 Januari 2021
Pharmacy Times. https://www.pharmacytimes.com/contributor/jennifer-gershman-pharmd-cph/2017/12/3-tips-for-managing-vomiting-in-infants-and-children
Diakses 13 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-stop-vomiting-remedies#in-infants
Diakses 13 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait