logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

6 Makanan untuk Anak Muntah yang Sebaiknya Diberikan

open-summary

Makanan untuk anak muntah yang bisa diberikan pada si kecil meliputi pisang, kaldu ayam, hingga jahe. Orangtua perlu waspada, muntah berlebihan dapat membuat anak dehidrasi, iritasi tenggorokan, hingga penurunan berat badan.


close-summary

2.56

(9)

27 Jan 2021

| Nenti Resna

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Makanan untuk anak muntah meliputi pisang, nasi, roti panggang, dan saus apel

Sejumlah makanan dapat diberikan setelah anak muntah

Table of Content

  • Makanan untuk anak muntah
  • Cara mengatasi muntah pada anak lainnya
  • Makanan yang tidak boleh dimakan saat mual
  • Apa penyebab anak muntah?
  • Kapan sebaiknya menghubungi dokter?

Melihat anak muntah secara tiba-tiba tentunya membuat banyak orangtua khawatir. Maka dari itu, tidak ada salahnya bagi orangtua untuk mengetahui cara mengatasi dan jenis makanan untuk anak muntah.

Advertisement

Jika anak muntah pada saat atau setelah makan, kondisi ini mungkin dianggap wajar. Namun, jika anak muntah-muntah hingga berkali-kali dalam satu hari, kondisi ini patut diwaspadai.

Penyebab anak muntah biasanya meliputi gastroenteritis (flu perut), keracunan makanan, usus buntu, infeksi, hingga mabuk kendaraan. Muntah berat pada anak dapat menyebabkan dehidrasi, iritasi tenggorokan, hingga penurunan berat badan. 

Makanan untuk anak muntah

Apa yang harus dilakukan setelah muntah? Jawaban yang paling tepat adalah membiarkan anak beristirahat dan lakukan terapi untuk mengganti cairan yang hilang terlebih dahulu supaya dehidrasi bisa dihindari.

Beri anak minum air putih sesering mungkin. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Setelah kondisi membaik, berikan makanan untuk anak muntah yang mudah dicerna sebagai berikut.

1. ASI eksklusif untuk bayi

Pada bayi yang masih menyusui secara eksklusif, Anda dapat diberikan ASI secara normal sebagai pengganti cairan yang hilang.

Jika bayi terus memuntahkan ASI, sebaiknya bayi disusui dalam sesi yang lebih pendek, tepatnya sekitar 5-10 menit setiap 2 jam. Setelah kurang lebih 8 jam, jadwal menyusui secara normal dapat dilanjutkan. Tindakan setelah bayi muntah ini perlu dilakukan agar ia tidak mengalami dehidrasi. 

2. Pisang

buah pisang
Pisang dapat menggantikan kalium yang hilang saat anak muntah

Jika usia anak sudah cukup besar, Anda dapat memberikan pisang sebagai makanan untuk anak diare dan muntah.

Pisang adalah camilan bergizi dan padat energi. Mengonsumsi buah ini dapat membantu menggantikan kalium yang hilang saat anak muntah terus. Selain teksturnya lembut dan rasanya lezat, mual pun akan berangsur hilang setelah mengonsumsinya.

3. Nasi

Nasi tidak berbau sehingga dapat lebih mudah dikonsumsi oleh anak karena tidak memicu mual. Makanan ini juga tinggi kalori dan dapat membantu menenangkan pencernaan yang bermasalah. Namun, sebaiknya berikan dalam bentuk lunak, misalnya bubur nasi. 

4. Kaldu ayam

kaldu ayam
Kaldu ayam dapat memberikan hidrasi dan elektrolit pada tubuh anak

Memberi kaldu ayam bisa menjadi langkah awal yang baik untuk mengembalikan pola makan setelah anak mual muntah. Cairan ini juga dapat memberikan hidrasi dan elektrolit pada tubuh anak yang hilang akibat muntah. 

Jika anak mau, Anda bisa menambahkan ayam atau sayur-mayur ke dalam kaldu untuk mengembalikan energi tubuhnya.

5. Jahe

Salah satu makanan untuk anak muntah yang dipercaya efektif mengatasi mual adalah jahe.

Rempah ini mengandung komponen bioaktif, seperti gingerol, paradol, hingga shogaol, yang dipercaya bisa 'berinteraksi' dengan sistem saraf pusat dan lambung untuk meredakan mual.

Perlu dipahami, mengonsumsi jahe dianggap mampu mengatasi mual akibat motion sickness (mabuk perjalanan), operasi, hingga kemoterapi.

Jika anak tidak bisa mengonsumsi jahe secara utuh, cobalah buat teh jahe dengan cara merebusnya.

6. Makanan dingin

Dikutip dari Healthline, cara mengatasi anak muntah dapat dilakukan dengan memberikan makanan dingin, seperti popsicle, es krim, buah yang didinginkan, hingga yogurt.

Pasalnya, makanan dingin cenderung tidak memiliki aroma sekuat makanan panas sehingga si kecil tidak mual ketika mencium baunya.

Jika anak mengalami kesulitan menelan makanan, ajak ia untuk mengemut makanan dingin, seperti es krim atau popsicle

Baca Juga

Baca Juga

  • 15 Cara Menghilangkan Mual yang Ampuh Lewat Perawatan Rumahan
  • 4 Penyebab Bayi Muntah Keluar dari Hidung, Orangtua Wajib Tahu
  • Mual dan Ingin Muntah Saat Main Game? Hati-hati, Bisa Jadi Itu Motion Sickness

Cara mengatasi muntah pada anak lainnya

Selain memberikan makanan untuk anak muntah, ada beberapa cara mengatasi anak muntah yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Berbaring ke samping

Saat anak mengalami muntah, biarkan anak berbaring dengan posisi menyamping. Posisi ini dapat mencegah muntah masuk ke saluran pernapasan anak. Pastikan ia berbaring dengan nyaman.

2. Bernapas dalam-dalam

Bernapas dalam-dalam dapat membantu mengaktifkan saraf parasimpatis dan menenangkan anak dari rasa cemas.

Mintalah anak untuk menghirup udara dalam-dalam melalui hidung hingga perut membesar, lalu buang udara perlahan lewat mulut atau hidung hingga perut kembali rileks. Cara mengatasi anak muntah ini dapat membantu meredakan mabuk kendaraan.

3. Minum banyak cairan

Makanan untuk anak muntah memang sebaiknya tidak langsung diberikan. Namun, Anda dapat memberikan minuman yang dapat membuat rasa mual pada anak mereda, seperti air putih, minuman jahe, atau air madu jika anak sudah lebih dari 12 bulan.

Jangan memberikan berbagai minuman ini secara berlebihan. Berikan sedikit demi sedikit hingga kondisi anak membaik.

4. Akupresur pada pergelangan tangan

Selanjutnya, cara mengatasi mual pada anak adalah dengan akupresur. Akupresur adalah metode pengobatan tradisional Tiongkok yang dilakukan dengan memberikan tekanan atau pijatan pada beberapa titik tubuh. Metode ini dapat membantu meredakan rasa mual dan muntah pada anak.

Titik akupresur untuk meredakan mual dan muntah terletak pada lengan. Lokasinya berada tiga jari di bawah pergelangan tangan dan berada satu garis dengan jari telunjuk.

Pijat titik ini dengan gerakan memutar selama 2-3 menit, kemudian ulangi hal yang sama pada pergelangan tangan yang satunya lagi.

5. Jangan berbaring setelah makan

Muntah setelah makan pada anak dapat terjadi karena lambung menerima tekanan saat berbaring. Pasalnya, berbaring sehabis makan dipercaya bisa memperparah rasa mual yang dirasakan oleh si kecil.

Maka dari itu, cobalah ajari anak untuk tidak langsung berbaring setelah makan.

Makanan yang tidak boleh dimakan saat mual

Ada pula beberapa makanan yang tidak boleh dimakan saat mual, di antaranya:

  • Makanan berlemak, berminyak, atau yang digoreng
  • Makanan yang terlalu manis
  • Makanan pedas
  • Makanan yang memiliki aroma kuat
  •  
  • Makanan yang mengandung kafein.

Orangtua perlu lebih berhati-hati lagi dalam memilih makanan untuk anak muntah. Jangan sampai berbagai makanan di atas diberikan kepada si kecil selama ia mual.

Apa penyebab anak muntah?

Menurut National Health Service (NHS) Skotlandia, terdapat beberapa penyebab anak muntah yang umum, meliputi:

  • Gastroenteritis (muntaber)
  • Alergi makanan
  • Intoleransi terhadap susu
  • Refluks asam lambung
  • Lubang botol minum yang terlalu besar sehingga anak menelan air terlalu banyak
  • Keracunan makanan.

Untuk mengetahui apa penyebab anak muntah secara pasti, Anda disarankan untuk datang ke dokter, terutama jika anak muntah terus dan tidak kunjung membaik.

Kapan sebaiknya menghubungi dokter?

Anak muntah dan lemas
Bawa Si Kecil ke dokter jika kondisinya tidak membaik

Saat menangani anak muntah, hal utama yang harus orangtua lakukan adalah tetap tenang. Mual dan muntah pada anak umumnya disebabkan oleh flu perut karena infeksi virus dan membaik seiring waktu. Jika makanan untuk anak muntah telah dapat diterima dengan baik, biasanya tidak ada lagi yang perlu Anda khawatirkan.

Namun, jika flu perut disebabkan oleh bakteri, maka gejala yang dirasakan anak bisa jadi lebih berat, termasuk diare berdarah. Pencernaan mereka mungkin tidak dapat menerima makanan untuk anak muntah dengan baik dan harus diatasi dengan pertolongan dokter.

Segera hubungi dokter jika anak mengalami sejumlah kondisi berikut:

  • Belum bisa menerima cairan setelah 8 jam sejak muntah pertama
  • Menunjukkan gejala dehidrasi
  • Mengalami rasa sakit yang tak tertahankan
  • Kondisinya kian memburuk
  • Muntah masih berlangsung hingga lebih dari 24 jam.

Sebaiknya Anda juga memeriksakan Si Kecil ke dokter jika mereka berkali-kali mengalami muntah dalam jangka waktu 1 bulan dan mengalami penurunan berat badan. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab muntah dan memberikan perawatan yang sesuai.

Jika Anda punya pertanyaan lain seputar anak muntah, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.

Advertisement

muntahanak muntah

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved