Makanan untuk Anak ADHD: Mana yang Baik dan Harus Dihindari?

(0)
Makanan untuk ADHD perlu diperhatikan untuk membantu mengurangi gejala ADHDMakanan manis sebaiknya dihindari penderita ADHD
Nutrisi anak ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) memang sedikit berbeda dari anak pada umumnya. Nutrisi yang paling dibutuhkan anak ADHD adalah yang baik untuk kesehatan otak agar dapat membantu mengurangi gejala, seperti kurang fokus, banyak bergerak, mudah bosan, dan perhatian mudah teralihkan. Lalu, apa saja makanan untuk anak ADHD yang boleh dan tidak dikonsumsi?

Mengapa penting mengatur pola makan untuk anak ADHD?

Memiliki seorang anak merupakan suatu anugerah bagi para orangtua, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus.Namun, tak jarang para orangtua terlambat mengetahui bahwa anak yang dititipkan kepada mereka diberkati kondisi khusus, misalnya ADHD.Anak dengan ADHD sejatinya harus mengetahui jenis makanan yang memiliki nutrisi lengkap dan tidak berdampak buruk bagi buah hatinya.Ya, meskipun ADHD bukan disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi, gejala ADHD seperti kurang fokus, banyak bergerak, perhatian mudah teralihkan, mudah bosan, dapat memburuk apabila ada masalah pola makan dan nutrisi yang dikonsumsi.Maka dari itu, penting untuk memerhatikan asupan minuman dan makanan bagi penderita ADHD dengan baik.

Makanan untuk anak ADHD yang sebaiknya dihindari

Anak penderita ADHD disarankan untuk menghindari beberapa jenis makanan di bawah ini:

1. Makanan mengandung gula tinggi

Salah satu jenis makanan untuk anak yang sebaiknya dihindari adalah yang mengandung gula tinggi. Makanan yang mengandung gula tinggi sebenarnya bukan hanya yang terasa manis di lidah, seperti coklat, permen, kue, atau biskuit, melainkan makanan dengan kadar gula tinggi.Makanan dengan kadar gula tinggi adalah yang mengandung karbohidrat sederhana atau simpleks dalam jumlah banyak. Jenis karbohidrat ini mudah diserap oleh tubuh sehingga menyebabkan kadar gula darah naik dengan cepat.Peningkatan gula darah tersebut memengaruhi produksi adrenalin yang lebih tinggi sehingga memberi efek perilaku hiperaktif pada anak ADHD. Hal ini berlaku juga untuk makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan.Oleh karena itu, kurangi konsumsi makanan tinggi karbohidrat simpleks pada anak ADHD dengan karbohidrat kompleks. Misalnya, makanan dengan bahan dasar gandum, kentang, ubi, jagung, dan labu.

2. Makanan cepat saji

Makanan cepat saji memang terasa lebih praktis dan banyak digemari oleh anak-anak. Akan tetapi, sebaiknya orangtua harus membatasi pemberian makanan cepat saji kepada anak ADHD.Selain tidak sehat, makanan cepat saji diyakini dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan perilaku pada anak. Hal ini berkaitan dengan tingginya kandungan garam, gula, dan lemak di dalam makanan cepat saji.

3. Makanan olahan dan kemasan

Makanan olahan dan kemasan juga menjadi jenis makanan untuk anak ADHD yang sebaiknya dihindari.Pasalnya, makanan olahan dan kemasan mengandung berbagai zat tambahan seperti penyedap, pengawet, perasa, dan pewarna buatan. Kandungan zat aditif tersebut dapat berdampak negatif pada anak dengan ADHD.Seorang ahli saraf mengatakan zat aditif dalam makanan dapat meningkatkan hiperaktivitas dan mengurangi kemampuan anak ADHD dalam berkonsentrasi.

4. Makanan tinggi gluten

Makanan untuk anak ADHD yang sebaiknya dihindari berikutnya adalah makanan tinggi gluten. Makanan tinggi gluten dapat memperburuk gejala ADHD pada anak. Hal ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh sensitivitas tubuh anak terhadap gluten, yakni protein khusus yang biasa ditemukan dalam gandum hitam atau jelai dan biji-bijian utuh.

5. Makanan yang mengandung merkuri

Meski ikan merupakan jenis makanan dengan nutrisi yang bagi anak dengan ADHD, nyatanya ada beberapa jenis ikan yang sebaiknya dihindari karena mengandung polutan merkuri yang tinggi. Misalnya, ikan makarel, ikan todak (ikan pedang), ikan hiu, dan ikan tilefish.Mengonsumsi makanan yang mengandung merkuri dapat memicu perilaku hiperaktif pada anak. Selain itu, merkuri yang menumpuk dalam tubuh dapat menjadi racun bagi sistem saraf otak sehingga menyebabkan gangguan kesehatan anak, seperti penurunan konsentrasi.

6. Minuman soda dan kafein

Tak hanya makanan, minuman soda dan kafein juga sebaiknya dihindari oleh anak dengan ADHD. Minuman soda kaya akan gula, pemanis buatan, kafein, hingga zat pewarna. Terutama zat pewarna makanan yang berwarna terang, seperti merah, kuning, dan oranye.Sebuah hasil penelitian di tahun 2013 menyatakan bahwa asupan gula dan kafein yang berlebihan dapat memperburuk gejala hiperaktivitas anak dengan ADHD.

Makanan untuk anak ADHD yang baik dikonsumsi

Protein nabati dan hewani
Makanan kaya akan protein baik untuk penderita ADHD
Untuk mengurangi gejala ADHD, ada beberapa pilihan makanan untuk anak ADHD yang baik dikonsumsi, yaitu:

1. Buah-buahan dan sayuran

Buah dan sayur merupakan salah satu makanan untuk anak ADHD yang baik dikonsumsi. Sebab, buah-buahan dan sayuran kaya akan karbohidrat kompleks dan diyakini dapat membuat anak lebih mudah untuk tidur.Beberapa jenis buah dan sayur yang baik untuk dikonsumsi adalah jeruk, apel, pir, kentang, dan labu.

2. Sumber protein

Beberapa sumber protein nabati dan hewani, seperti telur, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, dan ikan air tawar juga menjadi makanan untuk anak ADHD yang baik dikonsumsi.Asupan makanan yang berasal dari protein dapat meningkatkan konsentrasi pada anak ADHD sekaligus membantu efektivitas kerja obat yang diminum.

3. Makanan yang mengandung omega-3

Sumber nutrisi anak ADHD yang tidak kalah penting untuk dikonsumsi adalah makanan yang mengandung omega-3. Makanan yang mengandung omega 3 dapat ditemukan dalam ikan salmon, ikan kembung, hingga ikan lele.

4. Susu

Kalsium merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan anak dalam masa pertumbuhan, termasuk anak ADHD. Fungsi kalsium pada anak adalah merangsang pembentukan hormon dan menjaga kesehatan sistem saraf anak.Beberapa pilihan makanan dan minuman mengandung kalsium, antara lain susu, yogurt, dan keju.

Resep menu makanan untuk penderita ADHD

Ada berbagai menu makanan untuk penderita ADHD yang nikmat untuk disantap. Salah satunya adalah olahan dari ikan gurame. Yuk, coba buat sup ikan gurame a la rumahan untuk santap siang buah hati Anda.Bahan dasar:
  • 200 gram ikan gurame
  • ½ buah bawang bombay, cincang halus
  • 3 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 helai daun bawang, potong sesuai selera
  • 750 ml kaldu udang
  • ½ sdt lada bubuk
  • ½ sdt gula
  • ½ sdt garam
  • ½ sdt kaldu jamur
  • 2 cm jahe, digeprek
  • 1 tangkai daun seledri, iris halus
  • 1 buah tomat, iris tipis
  • 1 buah brokoli, potong sesuai selera
  • Minyak untuk menumis secukupnya.
Bahan untuk bumbu ikan:
  • 1 sdm air jeruk nipis
  • Garam secukupnya.
Cara membuat:
  1. Pertama, cuci bersih ikan gurame, lalu potong sesuai selera. Lumuri dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan selama 15 menit.
  2. Tumis bawang bombay, lalu masukkan bawang putih dan daun bawang. Aduk merata sampai harum.
  3. Masukkan kaldu udang, seledri, jahe, lada, garam, gula, dan kaldu jamur sampai matang.
  4. Masukkan ikan, masak hingga ikan matang.
  5. Masukkan potongan brokoli dan seledri hingga cukup layu. Angkat dan sajikan.
Kalori per porsi: 150 kkalMenjadi orangtua dari anak yang mengalami ADHD memang memiliki tantangan tersendiri. Termasuk perihal pola makan. Pastikan untuk memberikan asupan makanan yang sehat sebagai salah satu faktor penunjang perbaikan perilaku anak dengan ADHD.Berkonsultasilah dengan dokter untuk menjaga asupan makanan untuk anak ADHD dan jenis terapi yang tepat untuk buah hati Anda.Narasumber:
Dr. Erwin Christianto, Sp.GK, M.Gizi
Dokter Spesialis Gizi
Eka Hospital Pekanbaru
tips membesarkan anak adhdadhd
Eka HospitalHealthline. https://www.healthline.com/health/adhd/diet-tips-snack-ideas#nutritious-diet
Diakses pada 5 Juli 2020
Healthfully. https://healthfully.com/71038-foods-avoid-adhd-kids.html
Diakses pada 5 Juli 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/adhd-pictures/how-food-can-affect-your-childs-adhd-symptoms.aspx#02
Diakses pada 5 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait