7 Makanan Rendah Serat untuk Bayi yang Cocok untuk MPASI


Makanan rendah serat untuk bayi di antaranya adalah telur, pisang, dan tahu. Memberikan makanan rendah serat bagus untuk bayi yang sedang mengalami masalah pencernaan.

0,0
Makanan rendah serat untuk bayi bantu atasi sembelitMakanan rendah serat untuk bayi baik diberikan pada bayi sembelit
Memberikan makanan rendah serat boleh untuk bayi yang memiliki masalah pencernaan tertentu agar BAB-nya lancar. Pemberian MPASI rendah serat terutama baik bagi bayi yang baru memulai makanan padat. Sebab, perkenalan makanan baru yang tinggi serat kerap kali membuat bayi susah BAB alias konstipasi.Lantas, apa saja jenis makanan rendah serat untuk bayi?

Rekomendasi makanan rendah serat untuk bayi

Sembelit atau konstipasi adalah salah satu penyakit pada bayi yang cukup umum terjadi. Masalah susah BAB rentan dialami bayi karena sistem pencernaannya masih belum “matang”, sehingga asupan serat dari makanan padat bisa membebani saluran pencernaannya.Pada bayi yang pencernaannya masih berkembang, serat justru membuat pergerakan limbah makanan di dalam usus sangat lambat. Akibatnya, perut si Kecil terasa kembung, begah, dan susah BAB.Ada pula masalah pencernaan lain yang membuat Si Kecil harus mengonsumsi makanan rendah serat, seperti:Beberapa makanan rendah serat untuk bayi yang rentan sembelit adalah:

1. Telur

Telur adalah makanan rendah serat untuk bayi yang kaya protein dan omega-3
Telur adalah makanan rendah serat untuk bayi yang kaya protein dan omega-3
Telur adalah salah satu makanan rendah serat untuk bayi yang bisa Anda berikan sebagai MPASI. Telur sebetulnya tidak mengandung serat sama sekali. Meski demikian, telur merupakan makanan yang kaya gizi. Satu butir telur terbukti mengandung 13 gr protein yang baik untuk membangun otot Si Kecil.Telur juga kaya mineral, seperti kalsium, zat besi, fosfor, magnesium, dan kalium untuk membangun tulang. Ditambah lagi, telur tinggi omega-3 dan kolin yang baik untuk perkembangan otak bayi.Omega-3 membantu menjaga sistem saraf pusat bayi dan penting untuk menjaga perkembangan otaknya sejak dini, merujuk riset dari The Scientific World Journal.Sementara itu, riset terbitan Nutrients menyebutkan bahwa kolin mampu membuat kemampuan belajar bayi meningkat dan memorinya akan terjaga saat ia beranjak dewasa nanti.Agar si Kecil mendapatkan manfaat telur semaksimal mungkin, berikanlah telur rebus atau kukus daripada yang digoreng untuk menghindari lemak trans.

2. Nasi putih

Selain sumber karbohidrat, nasi putih adalah salah satu makanan rendah serat untuk bayi
Selain sumber karbohidrat, nasi putih adalah salah satu makanan rendah serat untuk bayi
Siapa sangka, makanan yang kerap Anda gunakan untuk bubur MPASI Si Kecil ini juga merupakan makanan rendah serat untuk bayi?Kandungan serat dalam 100 gram nasi putih tanak hanya sebesar 0,4 gram atau 1% dari keseluruhan nutrisi yang terkandung di dalam nasi putih.Meski demikian, nasi putih kaya akan karbohidrat serta kalori yang membantu memberikan pasokan energi bagi tubuh bayi, dikutip dari penelitian terbitan Advances in Nutrition.Pastikan Anda memberikan nasi putih lembut yang disaring atau dilumat agar lebih mudah dicerna oleh bayi.

3. Selada

Selada yang dipotong halus cocok sebagai asupan makanan rendah serat untuk bayi
Selada yang dipotong halus cocok sebagai asupan makanan rendah serat untuk bayi
Rekomendasi makanan minim serat lainnya yang cocok untuk bayi adalah selada. Anda bisa memarut atau mencacah selada hingga halus supaya lebih mudah diterima oleh lidah bayi.Per 1 cangkir takar (36 gram) selada yang dihancurkan kadar seratnya hanya 0,5 gram.Meski demikian, sayuran rendah serat untuk bayi sembelit ini kaya vitamin K. Vitamin K berguna untuk membantu pembentukan tulang dan mempercepat pembekuan darah jika terjadi luka.Selain itu, selada juga tinggi vitamin A. Menurut anjuran dari WHO, asupan vitamin A penting untuk anak usia 6 bulan sampai 5 tahun guna menjaga kesehatan matanya sampai tua nanti. Asupan vitamin A yang mencukupi bahkan dapat membantu mengurangi risiko rabun senja.Bahkan, menurut anjuran terbitan Community Eye Health Journal, mencukupi asupan vitamin A dari makanan dapat menurunkan risiko kematian pada bayi yang mengalami defisiensi vitamin A serius.

4. Pisang

Pisang adalah makanan rendah serat untuk bayi sembelit yang direkomendasikan
Pisang adalah makanan rendah serat untuk bayi sembelit yang direkomendasikan
Jika selama ini Anda memberikan pisang untuk bayi saat sembelit, langkah Anda sudah tepat. Kandungan serat dalam satu buah pisang seberat 115 gram hanya 4,6% atau sekitar 5,31 gram saja. Oleh karena itu, pisang bisa dijadikan sebagai makanan rendah serat untuk bayi sembelit.Pisang juga terbukti tinggi kalium yang berguna untuk menjaga fungsi tubuh, seperti:
  • Menjaga kadar air dan asam pada darah dan jaringan tubuh
  • Membentuk otot
  • Menjaga pertumbuhan tubuh agar tetap ideal
  • Menjaga fungsi sel-sel saraf di otak dan tubuh.
Selain itu, pisang mengandung vitamin C yang berguna untuk menjaga kekebalan tubuh, melindungi bayi dari radikal bebas, dan membantu penyerapan zat besi agar bayi terhindar dari anemia.

5. Tahu sutra

Teksturnya lembut, tahu sutra cocok sebagai makanan rendah serat untuk bayi
Teksturnya lembut, tahu sutra cocok sebagai makanan rendah serat untuk bayi
Tahu sutra memiliki tekstur yang lebih lembut daripada tahu biasa. Rupanya, jenis tahu ini merupakan makanan rendah serat untuk bayi yang mudah dicerna.Sebab, dalam 1 buah tahu sutra seberat 120 gram kandungan seratnya sebesar 0,2 gram saja.Meski demikian, tahu susu terbukti mengandung 8,6 gram protein dan 133,2 mg kalsium. Kedua nutrisi ini baik untuk membantu pembentukan otot dan tulang bayi serta menguatkannya.Selain itu, tahu juga mengandung magnesium yang berguna menjaga detak jantung tetap stabil, menjaga fungsi saraf, serta menjaga imunitas tubuh.

6. Semangka

Selain rendah serat, semangka terbukti kaya air yang berguna untuk mengatasi sembelit pada bayi
Selain rendah serat, semangka terbukti kaya air yang berguna untuk mengatasi sembelit pada bayi
Buah yang banyak mengandung air ini terbukti rendah serat sehingga baik untuk bayi sembelit. Bagaimana tidak, dalam secangkir semangka potong seberat 152 gram, kandungan seratnya hanya 0,6 gram.Selain itu, semangka kaya lycopene yang berguna sebagai asupan antioksidan Si Kecil. Riset dari Official Journal of the European Association and the European Society for Photobiology menemukan bahwa kandungan lycopene dan beta-karoten dalam semangka membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari.Namun demikian, jangan terlalu berlebihan memberikan semangka untuk bayi. Semangka terbukti tinggi gula, yaitu sebesar 9,42 gram.

7. Timun

Timun adalah makanan rendah serat untuk bayi yang cocok untuk menghidrasi tubuhnya
Timun adalah makanan rendah serat untuk bayi yang cocok untuk menghidrasi tubuhnya
Timun adalah salah satu makanan rendah serat untuk bayi yang bisa mengatasi sembelit. Dalam 100 gram timun, kandungan seratnya sebesar 0,7 gram saja. Timun juga mengandung banyak air yang berguna untuk menghidrasi tubuh Si Kecil dan melunakkan feses sehingga BAB-nya jadi lebih lancar.Sebaiknya pastikan Anda mengupas kulit serta membuang biji timun terlebih dulu sebelum memberikannya pada bayi. Dengan cara ini, Anda tidak hanya makin meminimalisir kandungan seratnya tapi juga menghindari risiko bayi tersedak 

Cara mengatasi sembelit pada bayi

Memandikan bayi dengan air hangat membantu membuat otot perut bayi sembelit menjadi lemas
Memandikan bayi dengan air hangat membantu membuat otot perut bayi sembelit menjadi lemas
Selain memberikan makanan rendah serat untuk bayi sembelit, ada beberapa cara lainnya yang membantu BAB bayi agar lancar, yaitu:
  • Gerakkan kaki bayi untuk merangsang usus bayi
  • Mandi air hangat untuk melemaskan otot perut bayi saat sembelit
  • Kurangi MPASI dengan tambahan produk susu
  • Pastikan asupan air dan ASI harian mencukupi.

Catatan dari SehatQ

Makanan rendah serat untuk bayi diperlukan agar saluran pencernaannya tidak bekerja terlalu berat saat baru mengenal makanan padat. Selain itu, makanan dengan kandungan serat yang rendah bisa membantu mengatasi konstipasi. Bila bayi sembelit dalam waktu yang lama, asupan makanan maupun perawatan lainnya tidak membuahkan hasil, hingga BAB berdarah, segera bawa bayi Anda ke dokter anak terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait makanan rendah serat untuk bayi, Anda bisa konsultasi gratis melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQDownload aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
makanan sehatmpasiseratmerawat bayimakanan bayi
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/baby-foods-that-help-with-constipation
Diakses pada 24 Juni 2021
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/constipation-6-hints-to-help-you-return-to-regular-bowel-movements/
Diakses pada 24 Juni 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000200.htm
Diakses pada 24 Juni 2021
USDA. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/173424/nutrients
Diakses pada 24 Juni 2021
My Food Data. https://tools.myfooddata.com/nutrition-facts/173424/wt3/1
Diakses pada 24 Juni 2021
University of Michigan Health. https://www.uofmhealth.org/health-library/abo1009
Diakses pada 24 Juni 2021
The Scientific World Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3483668/
Diakses pada 24 Juni 2021
Nutrients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6566660/
Diakses pada 24 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/why-fried-foods-are-bad
Diakses pada 24 Juni 2021
My Food Data. https://tools.myfooddata.com/nutrition-facts/168878/100g/1
Diakses pada 24 Juni 2021
Advances in Nutrition. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4224210/
Diakses pada 24 Juni 2021
My Food Data. https://tools.myfooddata.com/nutrition-facts/169249/wt1/1
Diakses pada 24 Juni 2021
USDA. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/169249/nutrients
Diakses pada 24 Juni 2021
School of Public Health of Harvard University. https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/vitamin-k/
Diakses pada 24 Juni 2021
WHO. https://www.who.int/elena/titles/vitamina_children/en/WHO
Diakses pada 24 Juni 2021
Community Eye Health Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3936689/
Diakses pada 24 Juni 2021
USDA. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/1105314/nutrients
Diakses pada 24 Juni 2021
University of Rochester School of Medicine and Dentistry. https://www.urmc.rochester.edu/childrens-hospital/nutrition/potassium-foods.aspx
Diakses pada 24 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-c-for-babies
Diakses pada 24 Juni 2021
American Cancer Society. https://www.cancer.org/treatment/survivorship-during-and-after-treatment/staying-active/nutrition/low-fiber-foods.html
Diakses pada 24 Juni 2021
My Food Data. https://tools.myfooddata.com/nutrition-facts/172449/wt1/1
Diakses pada 24 Juni 2021
Baby Center. https://www.babycenter.com/toddler/feeding/magnesium-in-your-childs-diet_10324694
Diakses pada 24 Juni 2021
USDA. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/167765/nutrients
Diakses pada 24 Juni 2021
Official Journal of the European Association and the European Society for Photobiology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16465309/
Diakses pada 24 Juni 2021
USDA. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/169225/nutrients
Diakses pada 24 Juni 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324585
Diakses pada 24 Juni 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324543
Diakses pada 24 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait