Penyakit Setelah Lebaran, Apa Saja Jenis yang Kerap Muncul?


Penyakit setelah lebaran biasanya muncul akibat asupan makanan dengan kadar gula, garam, dan lemak berlebih. Beberapa sakit setelah lebaran yang muncul adalah diare hingga hipertensi.

0,0
08 May 2021|Azelia Trifiana
Penyakit setelah lebaran muncul akibat makanan berlemak dan pedasPenyakit setelah lebaran biasanya terjadi akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas dan berlemak
Penyakit setelah lebaran biasanya muncul akibat asupan makanan yang kerap disajikan untuk merayakan hari kemenangan.Tapi bagaimana dengan mereka yang lupa akan makanan yang mereka konsumsi dan menjadi salah satu penyebab penyakit saat hari raya? Bukannya kemenangan, justru kebalikannya yang terjadi!Sudah bukan rahasia lagi bahwa Lebaran selalu diwarnai makanan lezat dan menggiurkan. Lezat apakah selalu sehat? Belum tentu. Terkadang yang lezat ini justru kurang baik bagi tubuh.

Penyakit setelah lebaran yang kerap muncul

Beberapa jenis sakit setelah lebaran yang kerap kali muncul adalah:

1. Gangguan pernapasan

Flu dan batuk adalah beberapa penyakit pernapasan yang biasa muncul. Biasanya, penyakit setelah lebaran ini dikarenakan mengonsumsi minuman yang dingin seperti es, polusi saat perjalanan mudik, dan bertemu dengan orang banyak saat bersilaturahmi.

2. Diare

Anda dapat dikatakan diare bila Anda mengalami buang air besar sebanyak lebih dari tiga hari dengan tekstur feses yang cair.Penyebab penyakit setelah lebaran ini terjadi akibat konsumsi makanan pedas dan berlemak, minum soda, dan alergi.Tidak mencuci tangan saat sebelum makan maupun makanan yang kotor saat mudik juga memicu diare.

3. Maag

Biasanya, penyakit setelah lebaran muncul karena terlalu banyak konsumsi makanan berlemak dan pedas, seperti pada sambal goreng maupun santan pada opor.Gejala yang bisa Anda rasakan di antaranya adalah mual dan muntah, nyeri pada ulu hati, dan perut kembung. Tak jarang, Anda juga sering bersendawa.

4. Kolesterol dan gula darah meningkat

Kudapan yang biasanya menemani Anda saat lebaran biasanya mengandung lemak trans, lemak jenuh, dan manis. Beberapa di antaranya adalah gorengan, opor, sambal goreng, dan kue lebaran.Hidangan ini tentu memicu peningkatan kadar gula darah dan kolesterol jahat di dalam tubuh.Memang, ini adalah sebuah tradisi lebaran di Indonesia. Namun, Anda bisa mengontrol asupan Anda agar tidak terlalu banyak dalam satu hari agar terhindar dari penyakit setelah lebaran.

5. Hipertensi

Hipertensi adalah kondisi bila tekanan darah Anda mencapai 120/80 ke atas. Penyebab umum yang terjadi saat lebaran adalah asupan makanan lebaran dengan kadar garam berlebih.Untuk itu, pastikan Anda tetap mengendalikan asupan Anda agar tidak mengalami penyakit setelah lebaran.

6. Radang tenggorokan

Tentu, kudapan lebaran seperti makanan dengan bumbu kuat, pedas, dan terlalu manis juga memicu tenggorokan meradang.Gejala yang bisa Anda rasakan adalah tenggorokan terasa perih dan sakit saat menelan. Bahkan, penyakit setelah lebaran yang satu ini bisa menimbulkan demam.

5 makanan penyebab penyakit setelah lebaran

Sebelum kembali ke aktivitas setelah libur lebaran, tiba, yuk kita simak apa saja makanan penyebab penyakit di bawah ini.Siapa tahu, bisa menginspirasi Anda untuk memberi wajah baru sajian di meja makan untuk Anda dan keluarga!

1. Emping

Meski sepele dan terkesan sebagai camilan sampingan, hati-hati dengan emping. Biasanya emping menjadi pasangan untuk hidangan olahan soto berkuah santan.Emping terbuat dari buah melinjo yang ditumbuk halus, dikeringkan, dan digoreng dengan minyak. Kalorinya sebesar 345 kkal dan juga mengandung purin 200 mg.Purin inilah yang sebaiknya dihindari penderita asam urat. Bagi penderitanya, asam urat bisa menumpuk dan mengkristal di persedian. Akibatnya? Sakit setelah lebaran, seperti nyeri, radang, hingga bengkak yang mengganggu aktivitas.

2. Olahan kambing

Menu selanjutnya yang sebaiknya dihindari adalah olahan kambing. Saat Lebaran, biasanya sate kambing, tengkleng, rica-rica daging kambing, hingga krengsengan.Membacanya saja sudah bikin ngiler, ya? Namun masalahnya, telah banyak studi yang mengaitkan konsumsi daging kambing berlebihan dengan meningkatnya kemungkinan sakit saat lebaran berupa masalah jantung.Contohnya, studi dari Harvard School of Public Health menyebutkan bahwa konsumsi daging meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Terlebih, apabila tidak diimbangi dengan konsumsi buah dan sayur.

3. Jeroan

Masyarakat Indonesia punya ketertarikan tinggi pada organ dalam binatang, seperti ati, ampela, dan lainnya. Lihat saja banyaknya olahan jeroan dalam hidangan seperti gulai, tongseng, hingga soto.Padahal, jeroan mengandung jumlah kolesterol dan purin yang tidak sedikit. Dalam 56 gram jeroan saja, ada 105 mg kolesterol atau 36 persen dari seluruh AKG (angka kecukupan gizi).Ketika kadar kolesterol berlebih dalam tubuh, bisa menjadi sumber penyakit lainnya mulai dari jantung, darah tinggi, hingga stroke.

4. Makanan cepat saji

Siapa bilang makanan cepat saji tidak mungkin ada di meja makan saat Lebaran? Apalagi jika menu-menu fast food sudah jadi favorit di keluarga.Faktanya, mereka yang sering mengonsumsi makanan cepat saji biasanya memiliki kolesterol tinggi, tumpukan lemak di perut, dan gula darah yang tidak stabil.Selain itu, makanan cepat saji juga merupakan faktor risiko utama penyakit-penyakit kronis seperti jantung, diabetes, hingga obesitas.

5. Makanan penutup terlalu manis

There is always a room for dessert? Sebaiknya jangan berlakukan hal ini saat hari raya Idulfitri tiba. Setelah serangkaian menu sarat kolesterol, jangan tambahkan ‘dosa’ bagi tubuh dengan makanan penutup yang terlalu manis.Biasanya saat Lebaran, ada banyak deretan kue kering manis, cake, es krim, dan kudapan manis lainnya dengan kandungan gula tinggi.Konsumsi gula tinggi bisa menjadi faktor risiko terjadinya diabetes, obesitas, hingga jantung. Kabar buruknya lagi, kudapan manis juga tidak mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh seperti vitamin, mineral, protein, dan lemak baik.Tentu bukan skenario yang menarik ya, jika usai Lebaran Anda justru tidak bisa beraktivitas karena makanan penyebab penyakit di atas? Daftar makanan ‘jahat’ lainnya selain yang disebutkan di atas pun masih banyak lagi.Itu sebabnya, kontrol terbaik seharusnya datang dari diri sendiri. Batasi apa yang dikonsumsi. Jangan hanya terasa lezat di lidah, namun justru buruk bagi kesehatan.Mengimbangi atau mengganti makanan penyebab penyakit dengan olahan yang lebih sehat adalah strategi yang cerdas.

Catatan dari SehatQ

Penyakit setelah lebaran bisa dihindari dengan pola makan yang sehat. Memang, beberapa jenis makanan terbilang “harus ada” di meja Anda saat lebaran.Namun, jangan lupa untuk menjaga asupan secukupnya. Bila Anda ingin terhindar dari sakit setelah lebaran, Anda bisa konsultasi dengan dokter terdekat. Anda juga bisa chat gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
makanan tidak sehatkolesterolobesitasramadan
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/high-cholesterol-foods#foods-to-avoid
https://www.healthline.com/nutrition/foods/lamb#heart-disease
Diakses 12 Mei 2019
Nutrition Data SELF. https://nutritiondata.self.com/facts/poultry-products/665/2
Diakses 12 Mei 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20713902
Diakses 12 Mei 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319229.php
Diakses 12 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait