Jangan Lupa Diri! Tetap Jaga Penyebab Sakit Saat Lebaran

Banyak sekali makanan penyebab penyakit seperti olahan kambing hingga makanan pelengkap seperti emping dapat meningkatkan risiko penyakit jantung
Makanan penyebab penyakit seperti olahan kambing dapat meningkatkan risiko penyakit jantung

Apakah lebaran selalu berarti hari kemenangan? Tentu iya bagi umat Muslim yang sudah selesai berpuasa sebulan penuh dan terlahir menjadi insan yang lebih baik.

Tapi bagaimana dengan mereka yang lupa akan makanan yang mereka konsumsi dan menjadi salah satu penyebab penyakit saat hari raya? Bukannya kemenangan, justru kebalikannya yang terjadi!

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Lebaran selalu diwarnai makanan lezat dan menggiurkan. Lezat apakah selalu sehat? Belum tentu. Terkadang yang lezat ini justru kurang baik bagi tubuh.

5 Makanan penyebab sakit saat puasa

Sebelum Lebaran tiba, yuk kita simak apa saja makanan penyebab penyakit di bawah ini. Siapa tahu, bisa menginspirasi Anda untuk memberi wajah baru sajian di meja makan untuk Anda dan keluarga!

1. Emping

Meski sepele dan terkesan sebagai camilan sampingan, hati-hati dengan emping. Biasanya emping menjadi pasangan untuk hidangan olahan soto berkuah santan.

Emping terbuat dari buah melinjo yang ditumbuk halus, dikeringkan, dan digoreng dengan minyak. Kalorinya sebesar 345 kkal dan juga mengandung purin 200 mg.

Purin inilah yang sebaiknya dihindari penderita asam urat. Bagi penderitanya, asam urat bisa menumpuk dan mengkristal di persedian. Akibatnya? Nyeri, radang, hingga bengkak yang mengganggu aktivitas.

2. Olahan kambing

Menu selanjutnya yang sebaiknya dihindari adalah olahan kambing. Saat Lebaran, biasanya sate kambing, tengkleng, rica-rica daging kambing, hingga krengsengan.

Membacanya saja sudah bikin ngiler, ya? Namun masalahnya, telah banyak studi yang mengaitkan konsumsi daging kambing berlebihan dengan meningkatnya kemungkinan penyakit jantung.

Contohnya, studi dari Harvard School of Public Health menyebutkan bahwa konsumsi daging meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Terlebih, apabila tidak diimbangi dengan konsumsi buah dan sayur.

3. Jeroan

Masyarakat Indonesia punya ketertarikan tinggi pada organ dalam binatang, seperti ati, ampela, dan lainnya. Lihat saja banyaknya olahan jeroan dalam hidangan seperti gulai, tongseng, hingga soto.

Padahal, jeroan mengandung jumlah kolesterol dan purin yang tidak sedikit. Dalam 56 gram jeroan saja, ada 105 mg kolesterol atau 36 persen dari seluruh AKG (angka kecukupan gizi).

Ketika kadar kolesterol berlebih dalam tubuh, bisa menjadi sumber penyakit lainnya mulai dari jantung, darah tinggi, hingga stroke.

4. Makanan cepat saji

Siapa bilang makanan cepat saji tidak mungkin ada di meja makan saat Lebaran? Apalagi jika menu-menu fast food sudah jadi favorit di keluarga.

Faktanya, mereka yang sering mengonsumsi makanan cepat saji biasanya memiliki kolesterol tinggi, tumpukan lemak di perut, dan gula darah yang tidak stabil.

Selain itu, makanan cepat saji juga merupakan faktor risiko utama penyakit-penyakit kronis seperti jantung, diabetes, hingga obesitas.

5. Makanan penutup terlalu manis

There is always a room for dessert? Sebaiknya jangan berlakukan hal ini saat hari raya Idulfitri tiba. Setelah serangkaian menu sarat kolesterol, jangan tambahkan ‘dosa’ bagi tubuh dengan makanan penutup yang terlalu manis.

Biasanya saat Lebaran, ada banyak deretan kue kering manis, cake, es krim, dan kudapan manis lainnya dengan kandungan gula tinggi.

Konsumsi gula tinggi bisa menjadi faktor risiko terjadinya diabetes, obesitas, hingga jantung. Kabar buruknya lagi, kudapan manis juga tidak mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh seperti vitamin, mineral, protein, dan lemak baik.

Tentu bukan skenario yang menarik ya, jika usai Lebaran Anda justru tidak bisa beraktivitas karena makanan penyebab penyakit di atas? Daftar makanan ‘jahat’ lainnya selain yang disebutkan di atas pun masih banyak lagi.

Itu sebabnya, kontrol terbaik seharusnya datang dari diri sendiri. Batasi apa yang dikonsumsi. Jangan hanya terasa lezat di lidah, namun justru buruk bagi kesehatan.

Mengimbangi atau mengganti makanan penyebab penyakit dengan olahan yang lebih sehat adalah strategi yang cerdas.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/high-cholesterol-foods#foods-to-avoid
https://www.healthline.com/nutrition/foods/lamb#heart-disease
Diakses 12 Mei 2019

Nutrition Data SELF. https://nutritiondata.self.com/facts/poultry-products/665/2
Diakses 12 Mei 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20713902
Diakses 12 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319229.php
Diakses 12 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed