Apa Saja Makanan Penyebab Diare yang Harus Anda Hindari?

Hindari makanan penyebab diare agar Anda tidak mengalami inkontinensia tinja
Diare bisa juga disebabkan oleh makanan tertentu

Diare tidak hanya membuat sebal dan melemaskan tubuh, tetapi juga terkadang menimbulkan rasa malu karena ketidakmampuan menahan keluarnya feses dari dubur. Kondisi ini dikenal dengan istilah inkontinensia tinja.

Inkontinensia tinja merupakan suatu kondisi saat seseorang tidak mampu menahan feses yang membuat feses keluar dari dubur secara tidak disengaja. Diare adalah salah satu pemicu dari kondisi ini.

Diare membuat tinja menjadi lebih cair dan lebih sulit ditahan, karenanya tinja menjadi lebih mudah untuk keluar dari dubur. Penyebab diare umumnya dikarenakan virus, bakteri, parasit, atau kondisi medis lainnya. Namun, tahukah Anda bahwa terdapat makanan penyebab diare?

[[artikel-terkait]]

Apa saja makanan penyebab diare?

Makanan-makanan tertentu bisa menimbulkan diare dan bahkan beberapa makanan tersebut sebenarnya cukup sering kita lihat di rumah maupun supermarket. Apa-apa saja makanan penyebab diare tersebut? Cek daftarnya di bawah ini:

  • Makanan cepat saji

Makanan cepat saji umumnya tinggi lemak dan merupakan jenis makanan yang digoreng. Makanan yang berlemak tinggi dan digoreng sulit dicerna oleh tubuh dan memiliki nilai gizi yang rendah. 

Makanan yang tinggi lemak sulit untuk dicerna usus sehingga seringkali makanan cepat saji dikeluarkan kembali oleh tubuh.

Sebaiknya hindari makanan cepat saji yang digoreng dan konsumsi pilihan makanan cepat saji yang vegetarian atau menggunakan daging ayam yang dipanggang daripada yang menggunakan daging sapi cincang.

  • Brokoli dan kembang kol

Brokoli dan kembang kol adalah dua jenis sayuran yang berserat tinggi dan baik untuk pencernaan. Namun, bagi beberapa orang brokoli dan kembang kol dapat menjadi salah satu makanan penyebab diare.

Jika Anda jarang mengonsumsi brokoli dan kembang kol, maka konsumsi kedua sayuran tersebut dalam jumlah yang banyak berpotensi menyebabkan diare, sembelit, dan perut yang bergas. 

Hal ini karena kandungan serat yang tinggi dalam kembang kol dan brokoli secara mendadak sulit ditoleransi oleh pencernaan. Konsumsilah kedua sayuran tersebut dalam porsi kecil dan tingkatkan secara perlahan untuk membantu adaptasi pencernaan.

  • Bumbu pedas

Bumbu-bumbu pedas, seperti cabai ataupun sambal matah yang populer sekarang ini bisa menjadi makanan penyebab diare, apalagi jika Anda tidak sering mengonsumsi bumbu-bumbu yang pedas.

Bumbu-bumbu pedas dapat mengiritasi usus dan memicu diare, kembung, perut bergas, dan sensasi panas di perut. Alternatif lain untuk menambah sensasi pedas tanpa diare adalah dengan menggunakan paprika bubuk.

  • Bawang putih dan bawang bombay

Bawang putih dan bawang bombay mengandung karbohidrat kompleks yang sulit dicerna dan cairan yang jika dicerna dalam pencernaan dapat menjadi gas yang mengiritasi usus. 

Kedua hal tersebut dapat membuat perut bergejolak dan menimbulkan diare. Anda dapat mengganti bawang bombay dan bawang putih dengan bawang merah, daun bawang, adas, maupun seledri.

  • Gula dan pemanis buatan

Makanan yang tinggi gula mampu memicu air untuk masuk ke dalam usus dan mengakibatkan tinja menjadi lebih cair. 

Fruktosa yang merupakan gula alami dalam buah juga sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebih karena fruktosa yang berlebih dalam tubuh dapat menimbulkan diare. Beberapa buah yang tinggi fruktosa adalah anggur, jus apel, dan sebagainya.

Hal serupa juga terjadi pada konsumsi pemanis buatan berupa mannitol, aspartam, sorbitol, erythritol, saccharine, dan xylitol. Pemanis buatan tersebut masuk ke dalam daftar makanan penyebab diare karena sulit dicerna oleh pencernaan bagian bawah.

Oleh karenanya, akan lebih baik jika Anda membatasi konsumsi gula maupun pemanis buatan.