Daftar Makanan Penyebab Darah Tinggi yang Mungkin Sering Anda Konsumsi


Makanan penyebab darah tinggi perlu Anda kenali sejak dini. Penyakit darah tinggi tak hanya muncul karena faktor keturunan dan usia, melainkan juga pola makan yang tidak sehat.

(0)
14 Aug 2019|Armita Rahardini
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Makanan penyebab darah tinggi yang berminyakJika dikonsumsi berlebihan, rendang termasuk salah satu makanan penyebab darah tinggi.
Banyak jenis makanan yang bisa memengaruhi tekanan darah seseorang. Beberapa di antaranya hanya meningkatkan tekanan darah dalam jangka pendek, misalnya makanan dan minuman yang mengandung kafein. Akan tetapi ada juga jenis-jenis makanan penyebab darah tinggi yang berdampak jangka panjang.

Daftar makanan penyebab darah tinggi

Pola makan yang tidak seimbang menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan tekanan darah pada tubuh Anda. Hipertensi bisa saja muncul ketika Anda menyantap jenis-jenis makanan di bawah ini secara berlebihan:

1. Makanan yang tinggi kadar garam

Makanan tinggi garam dapat menyebabkan darah tinggi
Sebetulnya, garam adalah mineral yang penting bagi tubuh. Diatur oleh ginjal di dalam tubuh, garam berfungsi mengendalikan keseimbangan kadar cairan tubuh, membantu pengiriman sinyal dari saraf, dan memengaruhi fungsi otot.Terlalu banyak kadar garam di dalam darah akan menarik air ke dalam pembuluh darah, sehingga volume total darah jadi meningkat. Peningkatan volume darah otomatis akan membuat tekanan darah juga meningkat. Lama-kelamaan, kondisi ini menjadi penyakit darah tinggi yang akan membebani kerja jantung serta pembuluh darah.Seringkali, kita tidak menyadari bahwa apa yang kita makan termasuk jenis makanan penyebab darah tinggi. Salah satu jenis makanan tinggi garam adalah produk makanan dalam kemasan. Karena itu, kita mesti senantiasa jeli dalam membaca label kandungan nutrisi saat membeli makanan kemasan.Selain tertulis ‘garam’ di label pada kemasan, perhatikan juga apakah ada atau tidak tulisan sodium klorida, NaCl, monosodium glutaman (MSG), baking soda, baking powder, atau disodium fosfat.Semua istilah dengan kata sodium atau natrium tersebut merujuk pada kandungan garam dalam makanan. Makanan dianggap rendah garam bila mengandung kurang dari 140 miligram (mg) garam per porsi.American Heart Association merekomendasikan konsumsi garam di bawah 2.300 mg tiap harinya. Jumlah ini kira-kira setara dengan satu sendok teh garam. Pada orang-orang dengan faktor risiko tinggi hipertensi, malah disarankan untuk mengonsumsi garam di bawah 1.500 mg per hari.Contoh-contoh bahan pangan tinggi kandungan garam dan bisa jadi makanan penyebab darah tinggi meliputi:
  • Aneka jenis roti.
  • Daging olahan (seperti sosis).
  • Daging yang diawetkan (seperti ham).
  • Makan siap saji, misalnya ayam goreng atau pizza.
  • Produk instan, contohnya sup kemasan instan dan mie instan.
  • Makanan ringan yang gurih, seperti keripik kentang dan sejenisnya.
  • Makanan beku, misalnya nugget.
  • Beragam jenis kecap dan saus, misalnya saus tomat, saus sambal, kecap, mustar, mayones, maupun saus barbekyu.
  • Acar.

2. Makanan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol

Gorengan mengandung lemak jenuh dan tinggi kolesterol
Lemak jenuh digunakan tubuh untuk memproduksi kolesterol. Jika kita terlalu banyak mengonsumsi jenis makanan yang tinggi lemak jenuh, jumlah kolesterol dalam tubuh akan turut meningkat.Kolesterol sendiri sejatinya diperlukan oleh tubuh dalam jumlah tertentu, untuk membentuk hormon dan menjaga kesehatan sel tubuh. Tetapi kadar kolesterol yang terlalu tinggi akan meningkatkan risiko sakit jantung dan stroke.Contoh makanan penyebab darah tinggi karena kandungan lemak jenuhnya antara lain:
  • Daging merah (seperti daging sapi dan kambing).
  • Daging babi.
  • Mentega dan margarin.
  • Keju.
  • Berbagai jenis kue, termasuk kue tar dan biskuit.
  • Makanan bersantan, seperti rendang atau opor.
  • Gorengan.
  • Minyak kelapa dan minyak sawit.
Makanan-makanan tersebut memang tidak perlu dihindari sepenuhnya. Namun kurangi atau batasi saja konsumsinya.Jika ingin makan daging merah, pilih daging tanpa lemak. Anda juga bisa menggantinya dengan daging ayam tanpa kulit.Pilih pula produk-produk susu yang rendah lemak. Kurangi juga proses memasak dengan cara menggoreng, misalnya dengan merebus atau mengukus.Bila ingin menggoreng bahan pangan, Anda bisa menggunakan minyak goreng yang mengandung lemak tak jenuh. Contohnya, minyak zaitun, minyak bunga matahari, dan minyak jagung.

3. Minuman berkafein

Kopi merupakan salah satu minuman favorit banyak orang dari berbagai kalangan. Sayangnya, untuk Anda yang memiliki riwayat hipertensi atau prehipertensi, sebaiknya berhati-hati dengan minuman berkafein ini. Minuman berkafein dalam makanan dan minuman berpotensi menjadi penyebab atau pemicu darah tinggi. Tak hanya kopi, minuman berkafein lainnya, yaitu teh, minuman soda, dan minuman berenergi juga bisa memicu hipertensi.Kafein diketahui dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah sementara. Para ahli menduga bahwa kafein bisa menghambat pelepasan hormon adenosin, yaitu hormon yang bisa menjaga pembuluh darah tetap melebar.Meski demikian, tidak semua orang yang mengonsumsi makanan atau minuman berkafein bisa memengaruhi tekanan darahnya. Tak ada salahnya melakukan pencegahan jika Anda memiliki riwayat hipertensi. Sebaiknya Anda membatasi konsumsi kopi tidak melebihi empat cangkir setiap harinya.

4. Minuman beralkohol

Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol bisa meningkatkan tekanan darah Anda. Dilansir dari laman Mayo Clinic, minuman beralkohol memiliki kandungan kalori tinggi yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Adapun kondisi ini bisa memicu risiko terjadinya tekanan darah tinggi.Sebagai langkah pencegahan, Anda sebaiknya menghindari konsumsi alkohol yang berlebihan. Batasi jumlah konsumsi Anda, yaitu tidak melebihi dua gelas dalam sehari. Untuk lansia di atas 65 tahun, minum alkohol sebaiknya tidak lebih dari satu gelas dalam sehari.

5. Makanan yang tinggi gula

Makanan tinggi gula juga dapat menyebabkan darah tinggi
Makanan tinggi garam sudah lama diketahui bisa memicu hipertensi, tapi makanan tinggi gula pun ternyata termasuk dalam jenis makanan penyebab darah tinggi. Saat kita mengonsumsi makanan dengan kandungan glukosa tinggi, tubuh akan merespons dengan memproduksi insulin.Kadar insulin terlalu tinggi akan memengaruhi tekanan darah karena akan mengurangi pengeluaran air dan garam oleh ginjal. Selain itu, kondisi insulin yang selalu berlebihan bisa menimbulkan resistensi insulin dalam tubuh.Resistensi insulin membuat tubuh sulit menyimpan magnesium. Bila kadar magnesium rendah dalam tubuh, pembuluh darah akan menjadi kaku dan tekanan darah akan naik.Gula jenis fruktosa juga berdampak dalam meningkatkan asam urat. Kadar asam urat yang tinggi akan meningkatkan tekanan darah dengan cara menekan kadar nitrogen monoksida (NO), yang berfungsi menjaga kelenturan pembuluh darah.Contoh makanan penyebab darah tinggi yang banyak mengandung gula adalah:
  • Makanan olahan dan camilan manis, misalnya biskuit, sereal, aneka kue, berbagai roti putih, serta nasi putih.
  • Aneka minuman ringan dan minuman dalam kemasan, seperti sirop maupun minuman bersoda.
Semua yang berlebihan tidaklah baik. Ungkapan ini juga berlaku untuk konsumsi makanan penyebab darah tinggi.Apabila dikonsumsi dalam batas wajar, berbagai makanan maupun minuman di atas jarang menyebabkan gangguan pada tubuh. Namun bila disantap secara berlebihan, efek jangka panjangnya bisa saja mengganggu kesehatan.
makanan tidak sehatkolesteroltekanan darah tinggi
American Heart Association. https://www.heart.org/-/media/data-import/downloadables/pe-abh-why-should-i-limit-sodium-ucm_300625.pdf
Diakses pada 12 Agustus 2019
Blood Pressure UK. http://www.bloodpressureuk.org/BloodPressureandyou/Yourlifestyle/Eatingwell
Diakses pada 12 Agustus 2019
Diabetes co.uk. https://www.diabetes.co.uk/in-depth/high-blood-pressure-excess-sugar-diet-may-culprit/
Diakses pada 12 Agustus 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2605331
Diakses pada 1 Desember 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/expert-answers/blood-pressure/faq-20058254
Diakses pada 1 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait