9 Makanan Penambah Darah untuk Mengatasi Anemia pada Lansia

Ikan salmon merupakan salah satu makanan penambah darah
Makanan penambah darah, seperti telur hingga pepaya bisa dikonsumsi untuk lansia penderita anemia

Pada lansia, kondisi anemia, terutama anemia defisiensi vitamin B12 dan asam folat, dinilai cukup sering terjadi. Penyebab utamanya adalah karena sel darah merah tidak diproduksi dengan baik karena kekurangan vitamin B12 atau folat.

Mayoritas lansia penderita konsisi ini diterapi menggunakan cobalamin atau folat. Meskipun demikian, karena penyakit ini muncul secara bertahap, kebanyakan pasien dapat beradaptasi dengan kondisi ini dan tidak membutuhkan transfusi. Terapi transfusi pada umumnya hanya dibatasi untuk pasien yang menderita anemia parah, tidak terobati, dan mengancam jiwa.

Selain itu, mengatur asupan makanan pada penderita anemia juga penting dilakukan, karena dengan asupan yang tepat, sel darah merah bisa kembali terbentuk dengan baik. Berikut ini jenis makanan penambah darah untuk lansia, yang mengalami anemia defisiensi vitamin B12 dan asam folat.

[[artikel-terkait]]

Makanan penambah darah yang aman untuk lansia

Kurangnya kadar vitamin B12 dan asam folat di tubuh, bisa menyebabkan Anda terkena anemia. Terlebih, jika Anda telah memasuki masa lansia. Sebab, kedua komponen tersebut berperan penting dalam pembentukan sel darah merah.

Dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin B12 maupun asam folat, kondisi ini dapat diatasi secara alami. Berikut ini daftar makanan penambah darah yang baik untuk dikonsumsi.

1. Ikan salmon

Dalam sekitar 180 gram daging ikan salmon, terdapat kandungan vitamin B12 yang bisa memenuhi 80% kebutuhan harian tubuh. Selain vitamin, ikan salmon juga kaya akan protein dan asam lemak omega-3 yang baik bagi tubuh.

2. Daging sapi

Sekitar 180 gram daging sapi yang dipanggang, dapat memenuhi hampir dua kali lipat kebutuhan vitamin B12 dalam satu hari. Kandungan vitamin ini akan lebih banyak didapatkan pada daging dengan sedikit lemak.

3. Ikan tuna

Ikan tuna kaya akan kandungan vitamin B12, terutama pada bagian otot di bawah kulit. Anda memperoleh dua kali lipat asupan vitamin B12 yang dibutuhkan setiap hari, dari 100 gram ikan tuna segar.

4. Susu dan produk olahannya

Susu serta produk olahannya seperti keju dan yogurt disebutkan juga merupakan sumber vitamin B12 yang baik. Meski kandungannya tidak sebanyak pada daging sapi atau ikan, vitamin B12 yang terdapat pada susu, lebih mudah diserap oleh tubuh.

5. Telur

Setiap 100 gram telur mengandung vitamin B12, yang bisa memenuhi sekitar 20% kebutuhan harian tubuh. Kandungan vitamin ini, lebih banyak terdapat pada telur kuning dibandingkan telur putih.

6. Sayuran hijau

Sayuran hijau seperti bayam, merupakan makanan penambah darah yang baik untuk lansia. Sekitar 30 gram bayam, dipercaya dapat memenuhi kebutuhan asam folat harian hingga 15%.

 

7. Pisang

Pisang berukuran sedang disebutkan bisa memenuhi sekitar 6% kebutuhan harian dari asam folat. Pisang juga kaya akan kalium, vitamin B6, dan mangan yang baik bagi tubuh.

8. Pepaya

Anda bisa memenuhi sekitar 13% kebutuhan asam folat harian setelah mengonsumsi sekitar 140 gram pepaya. Pepaya juga kaya akan vitamin C, kalium, dan antioksidan.

9. Alpukat

Kandungan asam folat pada alpukat lebih tinggi dari pisang. Dalam setengah buah alpukat, disebutkan bisa memenuhi kebutuhan asam folat hingga 21%.

Cara mencegah anemia selain dengan makanan penambah darah

Selain dengan mengonsumsi makanan penambah darah, anemia defisiensi vitamin B12 dan juga bisa diatasi dengan berbagai cara di bawah ini:

1. Ketahui kebutuhan vitamin dan asam folat harian

Agar kebutuhan vitamin B12 dan asam folat bisa terpenuhi, Anda perlu mengetahui kebutuhan harian yang diperlukan. Untuk orang dewasa, kebutuhan vitamin B12 adalah sebanyak 2,4 mikrogram per harinya. Sementara itu, asam folat perlu dikonsumsi sebanyak 400 mikrogram per hari.

2. Konsumsi suplemen multivitamin

Apabila makanan penambah darah belum bisa memenuhi kebutuhan vitamin harian, maka Anda bisa mengonsumsi suplemen multivitamin tambahan. Konsultasikan dengan dokter mengenai jenis suplemen yang paling tepat, sesuai kondisi Anda.

3. Jangan merokok

Kebiasaan merokok bisa membuat kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin dari makanan menjadi berkurang. Sehingga, risiko Anda terkena anemia defisiensi vitamin B12 dan asam folat pun akan meningkat.

4. Jangan minum alkohol

Kebiasaan minum alkohol merupakan salah satu faktor risiko yang bisa menyebabkan anemia. Kurangi konsumsi alkohol harian Anda atau hentikan kebiasaan merokok Anda, agar bisa terhindar dari kondisi ini.

Setelah mengetahui berbagai makanan penambah darah di atas, Anda bisa mulai menambahkannya ke dalam menu harian. Perhatikan juga cara mengolahnya. Cara mengolah makanan yang kurang tepat, justru dapat meningkatkan risiko penyakit lain, seperti tingginya kadar kolesterol.

Hong Kong Medial Journal. https://www.hkmj.org/abstracts/v21n2/155.htm
Diakses pada 26 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-b12-foods
Diakses pada 26 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/foods-high-in-folate-folic-acid
Diakses pada 26 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vitamin-deficiency-anemia/symptoms-causes/syc-20355025
Diakses pada 26 Juni 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/204066-treatment#d1
Diakses pada 9 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed