Makanan Padat Bisa Mencegah Alergi pada Bayi, Benarkah?

Makanan pendamping ASI (MPASI) adalah salah satu cara untuk mendeteksi adanya alergi pada bayi
Mendeteksi alergi pada bayi dapat dilakukan ketika pemberian MPASI

Memiliki bayi – apalagi untuk pertama kalinya – tentu penuh dengan antusiasme sekaligus keraguan, termasuk soal alergi pada bayi. Biasanya, kekhawatiran yang cukup mengganggu adalah: apakah buah hati Anda memiliki alergi makanan tertentu?

Masa awal pertumbuhan anak memang periode untuk mengenal banyak hal di sekitarnya. Sejak lahir hingga 6 bulan, mereka belajar perlekatan dan mendapat asupan nutrisi dari air susu ibu. Susu formula juga bisa menjadi pilihan untuk bayi yang tak bisa mendapatkan ASI.

Barulah pada usia 6 bulan, mereka mulai berkenalan dengan makanan pendamping ASI atau MPASI. Huruf P pada MPASI berarti ‘pendamping’, artinya air susu ibu tetap diberikan.

Sejatinya, di fase awal ini anak tidak harus ditarget mengonsumsi makanan dalam porsi tertentu. Mereka baru belajar dan mengenal aktivitas baru yaitu ‘makan’.

Bagaimana alergi pada bayi terdeteksi?

Tidak jarang, ketika anak mulai berkenalan dengan makanan pendamping ASI, terkadang kekebalan tubuhnya memberikan reaksi yang berbeda. Semisal munculnya ruam, gatal-gatal, sakit perut, dan lainnya. Ini merupakan gejala alergi pada bayi.

Apa makanan yang menjadi pemicu alergi pada anak mereka? Tentu akan lebih mudah mendeteksinya apabila makanan diberikan satu persatu sembari melakukan observasi.

Itu sebabnya, pada usia 6 bulan, biasanya anak diperkenalkan dengan menu tunggal sebelum masuk ke menu empat bintang (protein hewani, protein nabati, karbohidrat, dan sayur) pada bulan berikutnya.

Dengan cara ini, dapat diketahui dengan mudah apa makanan yang memicu terjadinya alergi pada bayi.

Apa alergi pada bayi yang paling umum?

Ada banyak sekali ragam makanan yang bisa diperkenalkan pada bayi setiap harinya. Ayah dan ibu tentu sangat antusias menantikan momen-momen anak mereka mulai makan dan mengenal rasa untuk pertama kalinya.

Namun yang perlu menjadi catatan para orangtua, ada lebih dari 160 makanan yang berpotensi menjadi alergen. Seperti yang kita ketahui, alergen adalah substansi yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada tubuh.

Nah, berikut ini beberapa makanan yang paling sering menyebabkan alergi pada bayi:

  • Telur
  • Susu sapi
  • Kacang
  • Ikan
  • Makanan laut
  • Kedelai
  • Gandum

Jika bayi mengalami alergi, apa yang harus dilakukan? Benar-benar menghindari dan menghapusnya dari daftar menu buah hati Anda? Tahan dulu.

American Academy of Pediatrics justru merekomendasikan untuk memperkenalkan makanan-makanan pemicu alergi ini ketika bayi siap untuk mengonsumsi makanan padat.

Tak perlu menunggu beberapa tahun dengan asumsi mereka lebih ‘siap’, karena teorinya memang tidak seperti itu. 

Bagaimana mencegah alergi pada bayi?

Salah satu cara mencegah alergi pada bayi adalah justru dengan memperkenalkan mereka pada ragam makanan seluas-luasnya. Ketika mereka menginjak usia 12 bulan, coba perkenalkan pada makanan-makanan pemicu alergi.

Contohnya telur, kacang, olahan susu sapi, ikan, makanan laut, serta gandum. Memulai adaptasi anak dengan makanan-makanan tersebut bisa menekan kemungkinan mengalami alergi.

Khawatir jika anak Anda akan bereaksi alergi? Kesampingkan kekhawatiran itu. Menunda memperkenalkan makanan-makanan pemicu alergi justru akan meningkatkan risiko alergi pada bayi.

Tentu, Anda tidak perlu memperkenalkannya langsung dalam porsi besar. Olah bahan makanan yang kerap memicu alergi itu sebagai campuran dari jenis makanan lainnya yang tak kalah lezat.

Dengan demikian, diharapkan anak akan beradaptasi dan bersahabat dengan makanan-makanan tersebut.

Namun jika yang terjadi justru sebaliknya yaitu alergi dan memunculkan reaksi seperti muntah, ruam, gatal-gatal, hingga diare, berhenti memberikan makanan tersebut. 

Ganti dengan jenis makanan lain dengan kandungan nutrisi yang serupa. Tetaplah sabar dalam memperkenalkan makanan padat pada anak, dan perlahan orangtua akan menemukan ritme yang sama-sama menyenangkan.

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/introducing-new-foods#1
Diakses pada 27 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322484.php
Diakses pada 27 Mei 2019

Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy Limited. https://www.allergy.org.au/patients/allergy-prevention/ascia-how-to-introduce-solid-foods-to-babies
Diakses pada 27 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed