Makanan untuk Ibu Menyusui, Ketahui Rekomendasi dan Pantangannya

(0)
Makanan untuk ibu menyusui seperti salmon mengandung omega-3 dan omega-6Makanan untuk ibu menyusui seperti salmon berguna agar bayi cerdas dan gemuk
Makanan untuk ibu menyusui adalah makanan yang berguna untuk membantu meningkatkan produksi ASI.Selain sebagai makanan penambah ASI, makanan untuk ibu menyusui juga berguna untuk meningkatkan kualitas ASI serta menjaga kesehatan ibu menyusui.

Makanan yang baik untuk ibu menyusui

Kualitas ASI yang dihasilkan oleh ibu sangat berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang bayi. Kabar buruknya, kualitas maupun jumlah ASI yang rendah pun akan berdampak pada kurang optimalnya perkembangan dan pertumbuhan bayi.Pola dan jenis makanan ibu menyusui bisa jadi alasan utama di balik masalah ini. Supaya produksi ASI berkualitas dan jumlahnya mencukupi kebutuhan bayi, inilah makanan untuk ibu menyusui yang bagus:

1. Daun katuk

Makanan untuk ibu menyusui berupa katuk rangsang produksi ASI
Daun katuk merupakan makanan untuk ibu yang bagus. Pasalnya, daun katuk mampu berperan sebagai makanan untuk memperbanyak ASI (galaktagog).Menurut penelitian yang diterbitkan Media Litbang Kesehatan, daun katuk mampu meningkatkan produksi ASI hingga sebesar 50,7 persen. Penelitian ini memaparkan, daun katuk membantu metabolisme glukosa untuk menggabungkan molekul glukosa.Lalu, terbentuklah laktosa dengan bantuan enzim laktose. Oleh karena itu, produksi ASI bertambah banyak. Inilah yang membuat daun katuk menjadi makanan penambah ASI yang direkomendasikan.Sementara, riset yang dikemukakan pada jurnal Hindawi menemukan, ekstrak daun katuk mampu meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin. Prolaktin berguna untuk merangsang produksi ASI sedangkan oksitosin membantu ASI agar mengalir dengan mudah.

2. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan merupakan makanan untuk ibu menyusui yang kaya nutrisi
Kacang-kacangan merupakan makanan sehat yang berguna sebagai makanan untuk ibu menyusui. Sebab, kacang-kacangan merupakan sumber zinc, zat besi, kalsium, serta vitamin B dan K.Selain itu, kacang-kacangan seperti mete, kacang tanah, serta kacang koro adalah sumber protein.

3. Daging merah rendah lemak

Daging merah sebagai makanan untuk ibu menyusui turunkan risiko anemia
Menurut riset yang diterbitkan Journal of Korean Medical Science, daging merah berguna untuk pemberian zat eksklusif yang berkepanjangan.Sebab, daging merah merupakan sumber zat besi. Bahkan, pemberian daging merah mampu mengurangi risiko anemia defisiensi zat besi pada bayi menyusu.

4. Bayam

Sebagai makanan untuk ibu menyusui, bayam kaya asam folat dan zat besi
Serupa dengan daging merah, bayam juga kaya akan zat besi. Selain itu, sebagai sayuran hijau, bayam juga kaya akan asam folat.Asam folat atau dalam kandungan makanan untuk ibu menyusui berguna untuk memelihara DNA. Hal ini pun dikemukakan pada jurnal Nutrients.Sebagai makanan untuk ibu menyusui, sistem saraf bayi mengalami perkembangan pesat saat sang ibu memberikan ASI dengan asupan asam folat yang cukup dari bayam. 

5. Kurma

Makanan untuk ibu menyusui berupa kurma mampu menambah ASI
Kurma  juga merupakan makanan yang bagus sebagai makanan penambah ASI. Hal ini dibuktikan pada riset yang diterbitkan Journal of Pediatric Sciences.Pada penelitian ini, kurma mendorong produksi ASI secara signifikan. Hal ini disebabkan kurma mampu meningkatkan hormon prolaktin.Selain memperbanyak ASI, kurma juga mampu mempercepat produksi ASI. Bahkan, bayi pun mengalami kenaikan berat badan secara signifikan saat berusia 3 hari karena ASI yang melimpah.

6. Telur dan ikan salmon

Makanan untuk ibu menyusui berupa telur dan salmon kaya akan omega-3 dan 6
Telur dan salmon merupakan makanan untuk ibu menyusui agar bayi cerdas dan gemuk. Hal ini dikarenakan kedua produk hewani ini kaya akan omega-3 dan omega-6.Omega-3 yang ada pada kuning telur dan salmon adalah docosahexaenoic acid (DHA). Sementara, omega-6 yang ditemukan pada keduanya adalah arachidonic acid (AA).Omega-3  berguna untuk perkembangan otak bayi. Selain itu, riset yang diterbitkan Revista Paulista de Pediatria menemukan, konsumsi DHA mampu meningkatkan kemampuan menyimak dan menguasai kosakata.Tidak hanya itu, riset lain dari Pharmacological Research mengatakan, DHA bahkan berguna untuk meningkatkan IQ bayi.Omega-6 penting untuk menambah massa kadar lemak sehat pada tubuh bayi.AA sebagai omega-6 yang terkandung dalam darah terbukti membuat berat badan bayi bertambah sehingga bayi menjadi gemuk. Hal ini pun telah dibuktikan pada riset yang diterbitkan jurnal Nutrients.

7. Gandum utuh atau oatmeal

Oatmeal sebagai makanan untuk ibu menyusui kaya akan asam folat dan serat agar bayi lancar BAB
Selain karbohidrat, gandum utuh juga kaya asam folat dan serat. Dua zat ini sangat penting untuk memproduksi ASI berkualitas. Karena kaya serat, gandum utuh bisa dikonsumsi sebagai makanan bayi menyusui agar bayi lancar BAB.

8. Brokoli

Brokoli cocok sebagai makanan untuk ibu menyusui karena kaya vitamin C
Brokoli merupakan salah satu makanan untuk ibu menyusui dengan kandungan vitamin C yang tinggi. Dalam 100 gram brokoli, ada 89,2 mg vitamin C. Diketahui, vitamin C pada brokoli sebagai makanan sehat untuk ibu menyusui.Hal ini dikarenakan menurut riset yang diterbitkan Free Radical Biology and Medicine, vitamin C merupakan kandungan yang bekerja sebagai antioksidan.Vitamin C mampu melindungi tubuh dari stres oksidatif. Oleh karena itu, brokoli berguna untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi. Selain melalui brokoli, vitamin C juga bisa didapat dari buah-buahan, seperti jeruk dan mangga.

9. Almond

Almond cocok untuk sebagai makanan untuk ibu menyusui karena kaya protein
Berdasarkan riset yang diterbitkan Journal of Research on Medical Science, almond merupakan kacang-kacangan dengan kadar serat dan protein yang tinggi.Terlebih, menurut jurnal Nutrients, salah satu komponen utama pada air susu ibu adalah protein. Protein pada ASI didominasi oleh whey protein.Protein jenis ini tersusun atas lactoferrin dan immunoglobulin A. Keduanya berguna untuk mencegah penyebaran serta membunuh bakteri dan menjaga permukaan usus.

10. Alpukat

Makanan untuk ibu menyusui yang tinggi kalori bisa didapat dari alpukat
Alpukat mengandung omega-3, omega-6, dan omega-9. Tak hanya itu, alpukat juga tinggi kalori. Oleh karena itu, alpukat merupakan makanan penambah ASI yang baik.Hal ini dikarenakan untuk memenuhi jumlah produksi ASI, ibu menyusui membutuhkan tambahan kalori sebesar 500 kkal.

11. Susu dan yogurt

Kalsium pada makanan untuk ibu menyusui yang ditemukan di susu dan yogurt berguna untuk tulang ibu dan bayi
Kalsium berguna untuk menjaga kepadatan tulang. Ketika ibu menyusui, ibu bisa kehilangan 3 hingga 5 persen massa tulangnya. Sebab, kalsium yang dimiliki ibu terbagi untuk produksi ASI.Oleh karena itu, untuk mendapatkan asupan kalsium, pilihlah susu, seperti susu ibu menyusui yang tinggi kalsium maupun yogurt sebagai makanan untuk ibu menyusui.

Pantangan makanan ibu menyusui

Tak semua jenis makanan boleh dikonsumsi oleh ibu menyusui. Beberapa pantangan makanan ibu menyusui berikut ini sebaiknya dihindari.

1. Ikan tinggi merkuri

Makarel tidak direkomendasikan sebagai makanan untuk ibu menyusui karena tinggi merkuri

 

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan, ada beberapa ikan yang termasuk ke dalam makanan yang tidak boleh dimakan ibu menyusui.Ikan yang sebaiknya dihindari sebagai makanan untuk ibu menyusui adalah ikan yang mengandung merkuri, seperti ikan hiu, tuna, tilefish, dan makarel. Merkuri merupakan kandungan yang berbahaya bagi bayi, terutama untuk perkembangan sistem sarafnya.

2. Beberapa rempah dapur

Daun sage juga bukan makanan untuk ibu menyusui yang cocok karena menghambat produksi ASI
Rupanya, rempah dapur, seperti parsley, peppermint, dan daun sage, merupakan makanan yang harus dihindari ibu menyusui.Sebab, alih-alih menjadi makanan penambah ASI, daun parsley, peppermint, dan daun sage mampu menghambat produksi hormon prolaktin sehingga produksi ASI pun berkurang. Hal ini pun dibuktikan melalui riset yang diterbitkan Breastfeeding Medicine.

3. Cokelat

Cokelat tidak cocok sebagai makanan untuk ibu menyusui karena sebabkan bayi rewel dan sulit tidur
Cokelat juga merupakan salah satu makanan yang tidak boleh dimakan ibu menyusui. Hal ini dikarenakan cokelat mengandung senyawa yang serupa kafein, yaitu teobromin.Efek yang dirasakan bayi saat mendapat asupan ASI yang mengandung kafein maupun teobromin adalah bayi rewel dan menangis, sulit tidur, hingga perilakunya tidak menentu.

Catatan dari SehatQ

Makanan untuk ibu menyusui sebaiknya berguna sebagai makanan penambah ASI maupun makanan yang kaya akan gizi untuk ibu dan bayi.Hal ini dikarenakan ASI yang berkualitas dengan jumlah yang memadai berguna untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil.Selain itu, hindari makanan yang mampu menghambat produksi ASI dan memberikan efek samping untuk buah hati.Untuk mengetahui lebih lanjut terkait makanan untuk ibu menyusui yang direkomendasikan, konsultasikan dengan dokter melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Apabila Anda ingin mendapatkan keperluan menyusui, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menyusuimakanan ibu menyusuiproduksi asiasi eksklusifinfografis
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/breastfeeding-diet-101
Diakses pada November 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322844.php
Diakses pada November 2018
National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. https://www.bones.nih.gov/health-info/bone/bone-health/pregnancy
Diakses pada 25 November 2020
My Food Data. https://tools.myfooddata.com/nutrition-facts/171705/wt4/1
Diakses pada 25 November 2020
Media Litbang Kesehatan. https://media.neliti.com/media/publications/156600-ID-effectiveness-of-the-sauropus-androgynus.pdf
Diakses pada 25 November 2020
Hindawi. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4564651/
Diakses pada 25 November 2020
Journal of Korean Medical Science. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5426231/
Diakses pada 25 November 2020
Nutrients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3820052/
Diakses pada 25 November 2020
Journal of Pediatric Sciences. https://dergipark.org.tr/en/download/article-file/178955
Diakses pada 25 November 2020
Revista Paulista de Pediatria. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5417803/Pharmacological Research. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1043661899904954
Diakses pada 25 November 2020
Nutrients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4808858/
Diakses pada 25 November 2020
Free Radical Biology and Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3156342/
Diakses pada 25 November 2020
Journal of Research on Medical Science. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4116579/
Diakses pada 25 November 2020
Nutrients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4882692/
Diakses pada 25 November 2020
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/breastfeeding/breastfeeding-special-circumstances/environmental-exposures/mercury.html
Diakses pada 25 November 2020
Breastfeeding Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4216483/
Diakses pada 25 November 2020
US Department of Agriculture. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/170379/nutrients
Diakses pada 25 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait