Makanan Enak Ini Ternyata Hasil dari Fermentasi Asam Laktat

Tempe adalah makanan hasil fermentasi asam laktat
Tempe merupakan makanan hasil fermentasi asam laktat

Ketika membicarakan soal fermentasi asam laktat, Anda mungkin merasa tidak familiar dengan istilah tersebut. Namun, bisa jadi Anda sebetulnya sudah sering mendengar atau bahkan mengonsumsi makanan yang dihasilkan oleh proses ini.

Fermentasi asam laktat adalah proses pengolahan makanan yang menggunakan bakteri asam laktat dari kelompok bakteri Gram positif. Bakteri yang dipilih dalam proses ini juga harus nonrespirasi dan tidak membentuk spora sehingga menghasilkan asam laktat dari kandungan karbohidrat pada makanan yang difermentasi.

Menilik sejarahnya, bakteri yang digunakan dalam proses fermentasi asam laktat biasanya merupakan bakteri Lactobacillus, Leuconostoc, Pediococcus, dan Streptococcus. Namun kini, bakteri lainnya juga bisa digunakan dalam proses tersebut, meski jumlahnya belum terlalu banyak.

Bakteri pada fermentasi ini bekerja dengan mengubah kultur makanan menjadi sangat asam sehingga mikroorganisme lain tidak mampu bertahan hidup di makanan tersebut. Bakteri Leuconostoc dan Streptococcus, misalnya, bisa menurunkan pH makanan hingga 4 atau 4,5 sedangkan Lactobacillus dan Pediococcus mampu menurunkan pH hingga 3,5.

Makanan apa saja yang melalui proses fermentasi asam laktat?

Fermentasi asam laktat bisa dibilang sebagai salah satu proses pengolahan makanan yang paling sederhana, namun menghasilkan rasa khas pada produk akhirnya. Selain untuk meningkatkan rasa makanan, fermentasi juga dilakukan untuk memberi umur yang lebih panjang pada bahan makanan tertentu. 

Tidak heran bila fermentasi asam laktat merupakan salah satu proses pengolahan makanan yang paling digemari di Asia. Mulai dari ikan, beras, sayur, buah, hingga susu dapat diolah dengan menambahkan bakteri baik ke dalamnya untuk meningkatkan mutu dan rasa pada bahan makanan tersebut.

Beberapa makanan yang dihasilkan dari proses tersebut, antara lain:

  • Yogurt

Salah satu produk unggulan yang dihasilkan dari fermentasi asam laktat adalah yogurt. Yogurt dibuat dari fermentasi susu sapi dengan menggunakan bakteri asam laktat dan bifidobakteri.

Meski terbuat dari susu sapi, yogurt aman dikonsumsi oleh orang yang memiliki intoleransi laktosa karena proses fermentasi telah mengubah laktosa menjadi asam laktat. Proses inilah yang menyebabkan yogurt terasa asam.

Yogurt sendiri memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, misalnya menyehatkan tulang. Pada anak-anak, pemberian yogurt tawar juga dipercaya dapat meringankan diare dan masalah pencernaan lainnya.

  • Tempe

Makanan yang diolah dengan fermentasi asam laktat biasanya terasa asam, tapi tidak dengan tempe. Makanan khas Indonesia ini memiliki rasa khas yang merupakan perpaduan antara kacang kedelai dengan jamur atau ragi yang digunakan dalam fermentasi.

Tempe sangat populer sebagai pengganti daging oleh vegetarian. Pasalnya, makanan ini kaya akan vitamin B12 yang biasanya banyak ditemui pada daging hewan, ikan, dan produk turunannya, seperti susu dan telur.

  • Kimchi

Makanan khas Korea Selatan yang terbuat dari kol ini juga dibuat melalui fermentasi asam laktat, tepatnya menggunakan bakteri Lactobacillus kimchii. Meski terasa asam dan pedas, kimchi memiliki manfaat untuk menyehatkan sistem saluran cerna.

Kol yang diolah menjadi kimchi juga kaya akan berbagai vitamin dan mineral, termasuk vitamin K, riboflavin (vitamin B2), dan zat besi. Semua kandungan ini akan bermanfaat bagi kesehatan tubuh Anda.

  • Acar

Jika makanan lain butuh tambahan bakteri dalam proses fermentasinya, tidak demikian dengan acar. Pasalnya, timun sudah mengandung bakteri probiotik sendiri yang dapat membuat rasa daging timun menjadi asam ketika dicampur dengan air dan garam, yang kemudian dibiarkan selama beberapa waktu.

Acar sangat miskin akan kalori dan merupakan sumber vitamin K yang baik. Sayangnya, makanan ini juga tinggi akan sodium sehingga tidak baik bagi Anda untuk mengonsumsinya secara berlebihan.

Selain bahan makanan di atas, fermentasi asam laktat juga bisa dilakukan pada beberapa bahan makanan lain dan menghasilkan makanan dengan rasa yang khas. Beberapa makanan tersebut meliputi roti tawar, keju, susu fermentasi, kefir, miso, kecap asin, hingga salami.

FAO. http://www.fao.org/3/x0560e/x0560e10.htm
Diakses pada 29 Januari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK234703/
Diakses pada 29 Januari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21995342
Diakses pada 29 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/11-super-healthy-probiotic-foods
Diakses pada 29 Januari 2020

Artikel Terkait