Fermentasi asam laktat adalah proses fermentasi makanan menggunakan bakteri yang menghasilkan asam laktat. Contoh makanan yang dihasilkan proses fermentasi ini adalah tempe, acar, yogurt, dan kimchi.
28 Mar 2023
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Kimchi merupakan makanan hasil fermentasi asam laktat
Table of Content
Fermentasi asam laktat adalah proses fermentasi makanan menggunakan bakteri yang menghasilkan asam laktat.
Advertisement
Selain ragi, proses fermentasi ini hanya membutuhkan air, garam, dan bahan makanan, tanpa proses pengalengan atau menggunakan peralatan canggih.
Contoh fermentasi asam laktat adalah acar, kimchi, tempe, dan yogurt.
Tahap pertama dalam proses fermentasi ini memusnahkan bakteri berbahaya pada makanan yang tidak mampu menoleransi garam dalam konsentrasi tinggi.
Di sisi lain, bakteri baik (Lactobacillus) dapat bertahan dalam tahap ini.
Pada tahap kedua, Lactobacillus mulai mengubah laktosa dan gula lainnya dalam makanan menjadi asam laktat.
Proses ini menciptakan kondisi yang dapat mengawetkan makanan dengan aman sekaligus memberikan rasa yang khas.
Bakteri yang biasanya digunakan dalam proses fermentasi asam laktat adalah Lactobacillus, Leuconostoc, Pediococcus, dan Streptococcus.
Saat ini, bakteri lainnya juga bisa digunakan meskipun jumlahnya belum terlalu banyak.
Singkatnya, zat asam laktat adalah pengawet alami yang dapat membantu melawan bakteri jahat sekaligus menjaga rasa, tekstur, dan nutrisi makanan.
Fermentasi asam laktat telah digunakan selama ribuan tahun sebagai metode mengawetkan makanan yang sederhana, murah, dan efektif.
Proses ini mencegah pertumbuhan mikroorganisme berbahaya sehingga membantu mencegah pembusukan makanan dan memperpanjang daya simpan makanan.
Pada akhirnya, pemborosan makanan dan limbah makanan dapat dikurangi.
Makanan fermentasi bisa disimpan untuk jangka waktu yang berbeda, tergantung pada jenis makanan, suhu penyimpanan, wadah, dan pemrosesan lebih lanjut.
Susu dapat disimpan selama beberapa hari hingga berminggu-minggu, yogurt yang didinginkan bisa awet hingga satu bulan, dan sayuran yang difermentasi mampu bertahan selama 4-6 bulan atau lebih.
Selain itu, proses fermentasi makanan membuat makanan lebih mudah dicerna dan mengurangi atau meniadakan kebutuhan untuk memasak.
Fermentasi asam laktat bisa dibilang sebagai salah satu proses pengolahan makanan yang paling sederhana, tetapi menghasilkan rasa khas.
Tidak heran jika ini adalah salah proses pengolahan makanan yang paling digemari di Asia.
Berikut adalah beberapa contoh fermentasi asam laktat dalam bentuk makanan.
Salah satu produk unggulan yang dihasilkan dari fermentasi asam laktat adalah yogurt. Yogurt dibuat dari fermentasi susu sapi dengan menggunakan bakteri asam laktat dan bifidobakteri.
Meski terbuat dari susu sapi, yogurt aman dikonsumsi penderita intoleransi laktosa karena proses fermentasi telah mengubah laktosa menjadi asam laktat. Proses inilah yang menyebabkan yogurt terasa asam.
Yogurt sendiri memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, misalnya menyehatkan tulang.
Pada anak-anak, pemberian yogurt tawar dipercaya dapat meringankan diare dan masalah pencernaan lainnya.
Makanan yang diolah dengan fermentasi asam laktat biasanya terasa asam, tapi tidak dengan tempe.
Makanan khas Indonesia ini memiliki rasa khas yang merupakan perpaduan antara kacang kedelai dengan jamur atau ragi.
Tempe sangat populer sebagai pengganti daging di kalangan vegetarian.
Pasalnya, makanan ini kaya vitamin B12 yang biasanya banyak ditemui pada daging mamalia, unggas, ikan, dan produk turunannya, seperti susu dan telur.
BACA JUGA: Proses Fermentasi Tempe dan Pembuatannya secara Keseluruhan
Berdasarkan hasil penelitian, makanan khas Korea Selatan yang terbuat dari kubis ini adalah hasil fermentasi asam laktat, tepatnya menggunakan bakteri Lactobacillus kimchii.
Meski terasa asam dan pedas, kimchi memiliki manfaat dalam menyehatkan sistem pencernaan.
Kubis yang diolah menjadi kimchi juga dipenuhi berbagai vitamin dan mineral, termasuk vitamin K, riboflavin (vitamin B2), dan zat besi.
Jika makanan lain butuh tambahan bakteri dalam proses fermentasinya, tidak demikian dengan acar.
Pasalnya, mentimun sudah mengandung bakteri probiotik yang dapat membuat rasanya menjadi asam ketika dicampur dengan air dan garam, yang kemudian dibiarkan selama beberapa waktu.
Kandungan kalori acar sangat rendah dan merupakan sumber vitamin K yang baik.
Sayangnya, makanan ini tinggi sodium sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara berlebihan, apalagi jika kamu memiliki hipertensi.
Selain bahan makanan di atas, fermentasi asam laktat bisa dilakukan pada beberapa bahan makanan lain dan menghasilkan rasa yang khas.
Beberapa contohnya adalah roti tawar, keju, susu fermentasi, kefir, miso, kecap asin, hingga salami.
BACA JUGA: Mengenal Sauerkraut, Kubis Asam Khas Jerman yang Kaya Manfaat
Punya pertanyaan seputar makanan sehat? Konsultasikan dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ saja.
Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
Advertisement
Referensi
Artikel Terkait
Tak hanya buah, ada pula sayuran yang mengandung vitamin C. Kandungannya bermanfaat sebagai antioksidan serta berperan dalam membantu meningkatkan sistem imun. Selain brokoli dan bayam, ketahui jenis sayuran lainnya!
Asam amino esensial dan non esensial adalah jenis asam amino yang sama-sama bisa Anda dapatkan dari makanan sehat seperti daging dan ikan. Keduanya sama-sama penting untuk kesehatan tubuh, termasuk untuk pembentukan energi dan mendukung fungsi seksual.
Begitu pentingnya menjaga metabolisme tubuh, bahkan ketika seseorang terinfeksi virus SARS-CoV-2 pun, ini yang jadi salah satu penentu kapan dikatakan negatif atau belum. Kabar baiknya, ada banyak pilihan makanan yang meningkatkan metabolisme tubuh.
Diskusi Terkait di Forum
Dijawab oleh dr. Veranita
Dijawab oleh dr. R. H. Rafsanjani
Dijawab oleh dr. Farahdissa
Advertisement
Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.
© SehatQ, 2023. All Rights Reserved