Makanan dan Minuman Apa Saja yang Jadi Pantangan Amandel yang Membengkak?

Tak hanya anak-anak, orang dewasa juga dapat mengalami pembengkakan amandel
Bila amandel membengkak dan mengganggu kenyamanan, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter

Makan dengan lahap mungkin menjadi hal terakhir yang ingin dilakukan orang yang amandelnya tengah membengkak akibat radang tenggorokan. Amandel bengkak membuat menelan terasa nyeri, bahkan bisa terasa hingga ke rahang. Agar tidak makin parah, ada pantangan amandel terutama urusan makanan yang harus dihindari.

Membengkaknya amandel terjadi karena bakteri, umumnya adalah Streptococcus. Selain itu, bisa juga karena virus influenza dan adenovirus.

Ketika amandel membengkak, maka warnanya menjadi kemerahan bahkan bisa mengganggu jalur tenggorokan.

Gejala amandel membengkak

Selain ukurannya yang menjadi lebih besar, gejala masalah pada amandel lainnya adalah:

  • Warna amandel memerah
  • Radang tenggorokan
  • Lapisan putih atau kekuningan di amandel
  • Sakit kepala
  • Suara serak hingga hilang
  • Hilang nafsu makan
  • Nyeri telinga
  • Kelenjar di leher dan rahang membengkak
  • Demam hingga menggigil
  • Napas beraroma tidak sedap

Bagi anak-anak, amandel yang meradang juga bisa membuat mereka merasa mual hingga muntah. Meskipun radang amandel kerap terjadi pada anak-anak, namun orang dewasa juga bisa mengalaminya.

Pantangan amandel

Sejatinya, amandel meradang bisa mereda dalam beberapa hari. Namun untuk menghindari peradangan menjadi kian parah, ada beberapa pantangan amandel yang perlu diperhatikan.

Beberapa pantangan amandel adalah:

Saat amandel membengkak, tentu saja akan sulit menelan gorengan

1. Makanan berlemak

Sebisa mungkin, hindari makanan berlemak seperti olahan susu, daging merah, gorengan, atau kue manis. Makanan-makanan tersebut tidak meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus sulit dicerna. Apalagi dalam kondisi amandel membengkak, tentu sulit menelan makanan-makanan berlemak tersebut.

2. Buah-buahan sitrus

Pantangan amandel berikutnya adalah buah-buahan sitrus seperti jeruk, tomat, lemon, jeruk nipis, grapefruit, dan buah bersifat asam lainnya yang berpeluang membuat tenggorokan iritasi. Bukannya baik bagi amandel, buah tersebut justru membuat tenggorokan makin sakit.

Alternatifnya, Anda bisa mengonsumsi buah yang melegakan tenggorokan seperti melon, pisang, dan kiwi.

3. Makanan pedas

Bagi pecinta pedas, sebaiknya tinggalkan dulu makanan-makanan favorit Anda untuk sementara. Tak hanya makanan saja, beberapa rempah juga sebaiknya dihindari karena dapat membuat peradangan semakin parah.

Sebagai gantinya, Anda bisa menambahkan jahe sebagai penambah rasa pada sajian di rumah. Selain itu, bawang putih juga bisa jadi pilihan makanan yang baik untuk radang tenggorokan dan amandel.

4. Makanan bertekstur kasar

Tentunya, makanan bertekstur kasar juga masuk dalam daftar pantangan amandel. Jenis makanan seperti granola, roti padat, hingga sayur mentah justru bisa melukai bagian dalam tenggorokan.

Sebaiknya Anda memilih makanan yang mudah ditelan seperti kentang tumbuk, es krim, keju, yogurt, atau smoothies. Jika tetap ingin mengonsumsi makanan padat, coba yang sudah diolah seperti sayur sop sehingga lebih mudah ditelan.

Popcorn terlalu keras untuk dicerna penderita amandel bengkak

5. Camilan

Pantangan amandel bukan hanya urusan makanan berat saja, tapi juga camilan. Sebaiknya Anda menghindari keripik, popcorn, atau bahkan kerupuk untuk sementara. Jenis camilan keras ini akan menghambat proses penyembuhan amandel Anda.

6. Minuman

Bagaimana dengan pantangan amandel untuk minuman? Sebisa mungkin, hindari minuman yang terlalu panas karena dapat melukai tenggorokan. Tak hanya itu, jus dari buah yang bersifat asam seperti lemon dan jeruk juga tidak direkomendasikan.

Lebih jauh lagi, mengonsumsi minuman bersoda dan mengandung kafein juga bukan sahabat baik bagi penderita amandel membengkak.

Pengobatan alami untuk pembengkakan amandel

Membengkaknya amandel adalah sinyal tubuh untuk beristirahat dari aktivitas yang terlalu padat. Apalagi jika Anda tengah melawan bakteri.

Selain pengobatan dari dokter seperti antibiotik – bila diperlukan saja – disiplin menghindari pantangan amandel juga tak kalah penting. Pengangkatan amandel dengan prosedur bedah perlu dilakukan jika sudah mengganggu kualitas hidup pasien.

Beberapa pengobatan alami yang bisa Anda lakukan di rumah adalah:

Humidifier akan membantu menjaga kelembapan udara
  • Gunakan humidifier 

Anda dapat menambah kelembapan udara dengan menempatkan humidifier di kasur atau sofa rumah. Kelembaban ini akan membantu melegakan tenggorokan yang sedang meradang.

  • Kumur air garam

Berkumur air garam juga bisa menjadi cara untuk membunuh bakteri penyebab peradangan amandel. Tak hanya baik sebagai obat sakit gigi alami hingga menangkal jamur mulut, peradangan amandel juga bisa diatasi dengan berkumur air garam secara berkala.

  • Beristirahat

Dengarkan sinyal tubuh dengan banyak beristirahat. Benar-benar istirahat yang berkualitas, bukan hanya berbaring dan sibuk menonton televisi atau membuka media sosial di HP. Semakin berkualitas istirahat Anda, pemulihan juga akan jadi lebih cepat.

  • Pastikan cairan tercukupi

Memastikan tubuh selalu terhidrasi juga tak kalah penting apabila Anda tengah mengalami peradangan amandel. Tak hanya itu, cairan juga memastikan energi tubuh Anda stabil dan menghindari dehidrasi.

Anda bebas memilih air dingin atau air hangat, asal jangan terlalu panas karena dapat mengiritasi tenggorokan. Teh herbal hangat juga bisa menenangkan tenggorokan.

Jangan lupa untuk terus menjaga kebersihan diri Anda dan lingkungan ketika kekebalan tubuh sedang menurun. Ketika bersin atau terbatuk, tutup dan pastikan Anda selalu mencuci tangan dengan air mengalir sesudahnya.

Memastikan lingkungan tetap bersih juga menjadi cara mempercepat proses penyembuhan peradangan amandel.

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/412238-the-best-things-to-eat-when-you-have-tonsillitis/
Diakses 8 Oktober 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/tonsillitis/
Diakses 8 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/tonsillitis-symptoms-causes-and-treatments#2
Diakses 8 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed