Makanan Berjamur, Kapan Boleh dan Jangan Dikonsumsi?


Tentu tak ada yang ingin mengonsumsi makanan berjamur. Beberapa jenis jamur bisa menghasilkan racun mycotoxin yang berbahaya. Di sisi lain, ada pula makanan yang memang diproses dengan memanfaatkan jamur.

0,0
14 Sep 2021|Azelia Trifiana
Roti berjamurRoti berjamur
Tentu tak ada yang ingin mengonsumsi makanan berjamur. Beberapa jenis jamur bisa menghasilkan racun mycotoxin yang berbahaya. Di sisi lain, ada pula makanan yang memang diproses dengan memanfaatkan jamur.Aturan sederhana ketika mendapati makanan berjamur adalah lihat bagaimana tekstur makanannya. Umumnya jika teksturnya lunak seperti roti, sebaiknya segera buang dan jangan dikonsumsi lagi.

Mengenal jamur pada makanan

Mold adalah jenis jamur yang membentuk struktur multi-sel dan tampak seperti benang. Sangat mudah mendeteksinya ketika menempel pada makanan. Biasanya, warnanya adalah keputihan, kehijauan, kehitaman, atau keabuan dengan tekstur halus.Selain itu, jamur juga akan mengubah bentuk makanan menjadi lebih lembek. Aroma dari makanan pun menjadi tidak enak. Ketika dicicipi, rasanya seperti kotoran lembap.Jangan salah pula, meski jamur hanya tampak di permukaan makanan, bisa jadi akarnya sudah menyebar ke bagian lainnya. Makanan kerap menjadi tempat berkembang biaknya jamur karena sifatnya yang lembap dan organik.Di lingkungan, ada ribuan jenis jamur yang bisa menempel pada makanan.

Makanan yang rentan berjamur

tomat
Tomat rentan berjamur
Sebenarnya, jamur bisa tumbuh di segala jenis makanan. Hanya saja, ada beberapa tipe makanan yang lebih rentan ditumbuhi jamur. Utamanya, makanan segar dengan kandungan air tinggi, seperti:
  • Buah

Jenis buah yang mudah berjamur adalah stroberi, jeruk, anggur, apel, tomat, timun, dan raspberry
  • Sayuran

Contoh sayuran yang mudah berjamur dan rusak adalah tomat, paprika, kembang kol, dan wortel
  • Roti

Roti mudah berjamur, utamanya yang tidak mengandung bahan pengawet seperti sourdough atau roti bebas gluten
  • Keju

Baik keju lunak maupun keras, sama-sama bisa ditumbuhi jamur. Terlebih keju yang lunak seperti cream cheese dan keju parut.
  • Makanan matang

Jenis makanan matang seperti daging, pasta, gandum, dan kaserol rentan ditumbuhi jamurSelain itu, jamur juga bisa tumbuh di makanan lain seperti daging, kacang, makanan yang diproses, serta susu. Intinya, jamur bisa bertahan hidup ketika ada oksigen. Termasuk pada makanan yang sudah dibuka dari kemasan kedap udara.

Jika makanan berjamur, harus bagaimana?

Aturan umumnya adalah ketika menemukan jamur pada makanan dengan tekstur lunak, sebaiknya jangan dikonsumsi. Sebab, makanan lembek memiliki kelembapan tinggi sehingga jamur bisa dengan mudah tumbuh di bawah permukaannya. Bahkan, mungkin tidak terlihat secara kasat mata.Berbeda dengan makanan keras seperti keju. Anda bisa saja membuang bagian yang berjamur. Sebab, makanan yang padat atau keras tidak mudah dimasuki jamur.Selain itu, buah dan sayuran yang keras seperti apel, paprika, dan wortel juga masih bisa dikonsumsi bagian yang belum berjamur.Untuk membuang jamur, potong setidaknya 2,5 centimeter di bawah dan di sekitar tempat tumbuhnya jamur. Selain itu, pastikan pisau pemotong tidak menyentuh jamur.Meski demikian, apabila jamur sudah menutupi sebagian besar makanan, sebaiknya segera buang. Jangan pula mengendusnya karena dapat menyebabkan masalah pernapasan.Selain jamur, bakteri yang tak terlihat juga bisa tumbuh di waktu bersamaan. Ini adalah penyebab penyakit yang menimbulkan gejala seperti mual, diare, dan muntah.Seberapa parahnya penyakit ini bergantung pada jenis bakteri, berapa banyak yang tertelan, serta kondisi kesehatan individu.

Menjaga makanan tidak berjamur

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah makanan berjamur, seperti:
  • Bersihkan kulkas secara berkala
  • Memastikan alat cuci piring bersih
  • Jangan biarkan bahan pangan membusuk
  • Selalu simpan makanan mudah rusak di kulkas
  • Kontainer penyimpanan harus selalu bersih dan kedap udara
  • Untuk penyimpanan jangka panjang, letakkan di freezer
Jadi, penting sekali menjaga kebersihan untuk mencegah tumbuhnya jamur. Kenali pula karakteristik makanan, apakah mudah rusak atau tidak.

Kapan jamur bisa bermanfaat?

Di sisi lain, ada kalanya jamur justru dimanfaatkan sebagai bagian dari proses produksi bahan pangan. Contohnya Penicillium yang termasuk kelompok jamur untuk memproduksi keju seperti blue cheese, brie, Camembert, dan Gorgonzola.Varian jamur yang digunakan untuk mengolah keju aman untuk dikonsumsi. Sebab, jamur jenis ini tidak memproduksi mycotoxin berbahaya. Proses produksi keju tidak memungkinkan untuk timbulnya mycotoxin.Selain itu, jenis keju yang juga aman adalah Aspergillus oryzae untuk proses fermentasi saus kedelai. Terkadang, jamur jenis ini juga digunakan pula untuk membuat cuka.

Catatan dari SehatQ

Ada jenis jamur yang berbahaya, ada pula yang bermanfaat untuk proses produksi bahan pangan. Khusus untuk jamur berbahaya, waspadai pula kemungkinan tumbuhnya bakteri berbahaya penyebab penyakit.Oleh sebab itu, sebisa mungkin jaga agar proses penyimpanan makanan sebersih mungkin. Ini dapat mencegah tumbuhnya jamur pada makanan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar dampak mengonsumsi makanan berjamur, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
keracunan makananhidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/is-moldy-food-dangerous
Diakses pada 31 Agustus 2021
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/what-happens-if-you-eat-moldy-food/
Diakses pada 31 Agustus 2021
Women’s Health Mag. https://www.womenshealthmag.com/food/a26078857/what-happens-if-you-eat-mold/
Diakses pada 31 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait