Ibu Menyusui Makan Pedas Apakah Berpengaruh pada ASI dan Bayi?

(0)
25 Jul 2019|Azelia Trifiana
ibu menyusui makan pedas seperti sambal bukan suatu pantanganibu menyusui makan pedas seperti sambal boleh saja namun jangan berlebihan
Saat ibu menyusui makan pedas, Anda mungkin akan khawatir akankah hal tersebut berpengaruh terhadap rasa ASI yang turut menjadi pedas. Kabar baiknya, ASI tidak akan mutlak 100 persen berubah rasa mengikuti apa yang baru saja dimakan sang ibu.Memang benar bahwa rasa ASI seorang ibu menyusui bisa berubah-ubah tergantung pada apa yang dikonsumsi. Itulah sebabnya ada istilah nurslings, yaitu rasa ASI yang berbeda dan justru membuat bayi lebih semangat atau lahap menyusu.

Ibu menyusui makan pedas apakah berpengaruh pada bayi?

Tidak hanya di Indonesia, ada banyak negara di dunia yang dikenal dengan menu-menu pedas dan lezat. Sebut saja Thailand, India, Meksiko, hingga Tiongkok. Para ibu menyusui dari negara-negara tersebut tidak lantas menghindari makan sambal sepenuhnya.Justru, mengonsumsi beragam jenis makanan saat menyusui menjadi awal perkenalan bayi terhadap rasa-rasa makanan yang nanti akan mulai dinikmatinya saat berusia 6 bulan. Tidak seperti susu formula, rasa ASI bisa berubah-ubah. Mulai dari ASI pedas, beraroma bawang, dan lainnya.Jika ada reaksi alergi yang dialami bayi usai menyusui, belum tentu itu karena sang ibu baru saja makan sambal. Ibu menyusui makan pedas juga belum tentu menjadi penyebab bayi mengalami gangguan BAB. Bisa saja hal itu terjadi karena reaksi terhadap makanan lain yang berisiko menjadi alergen seperti olahan susu, jagung, atau gandum.

Bolehkah ibu menyusui makan pedas?

Menyusu saat bayi merupakan fase mengenal rasa

Meskipun pada periode awal kehidupannya di dunia bayi hanya mengenal ASI secara eksklusif, bukan berarti mereka tidak mengenal rasa apapun. Peneliti dari University College London mengemukakan hipotesis menarik: bayi yang menyusui akan lebih mudah makan nantinya karena mereka telah mengenali beragam rasa, termasuk urusan makan sambal. Bukan berarti seorang ibu menyusui dilarang makan sambal selama menyusui karena kekhawatiran ASI pedas. Justru memperkenalkan beragam rasa adalah cara yang tepat untuk membiasakan anak masuk ke periode MPASI.Ketika seorang ibu menyusui makan pedas atau jenis makanan lain, makanan tersebut akan masuk ke perut dan dialirkan lewat pembuluh darah. Sistem pencernaan akan memecahnya menjadi molekul protein, karbohidrat, dan lemak.Begitu pula dengan rasa makanan tersebut. Tak hanya rasa, molekul volatile yang membawa aroma makanan juga ikut aktif. Ini adalah molekul yang berpengaruh terhadap indera perasa setiap individu.Semakin beragam rasa makanan yang dikonsumsi saat kehamilan, semakin ‘akrab’ pula bayi dengan rasa tersebut. Hal ini sekaligus mematahkan kekhawatiran makan sambal berarti ASI pedas. Justru bisa saja bayi menjadi lebih adaptif kala menyusu berkat aroma dan rasa yang tertinggal di ASI. Hal ini pernah dibuktikan dari penelitian pada tahun 1991 yang dipublikasikan oleh American Academy of Pediatrics (AAP). Dalam studi tersebut, yang menjadi responden adalah kelompok ibu menyusui yang diminta mengonsumsi makanan kental dengan aroma dan rasa bawang putih. Hasilnya, ASI mereka juga beraroma bawang putih. Ketika menyusui, terbukti bayi-bayi mereka tidak merasa terganggu dan justru menyusu lebih lama dari biasanya.

Makan sambal saat menyusui bukan pantangan

Ibu hamil boleh mengonsumsi kafein dalam batas normal

Berbeda dengan kehamilan yang memiliki beberapa pantangan makanan seperti sajian mentah dan lainnya, tidak ada pantangan bagi ibu menyusui. Artinya, sang ibu bisa mengonsumsi menu yang biasa dimakannya termasuk makan sambal saat menyusui.Meski demikian, sebaiknya mengonsumsi menu-menu yang sedikit sensitif seperti makan sambal atau olahan susu sapi tetap dalam porsi wajar. Seseorang yang tidak menyusui saja perlu makan dengan nutrisi seimbang, apalagi seorang ibu menyusui, kan?Ibu menyusui makan pedas boleh saja, adapun Beberapa makanan atau minuman yang sebaiknya dikurangi ketika menyusui adalah:

1. Kafein

Ibu menyusui mengonsumsi kopi boleh saja, namun jangan sampai lebih dari 3 kali sehari. Selain itu, sebaiknya mengonsumsi kopi seusai menyusui atau memompa ASI sehingga kandungan kafeinnya tidak terlalu pekat pada ASI.

2. Peppermint, parsley, sage

Berbeda ketika ibu menyusui makan pedas yang tidak mempengaruhi produksi ASI, ketiga rempah dedaunan di atas mengandung antigalactagogues. Kandungan tersebut ketika dikonsumsi terlalu banyak berisiko mengurangi produksi ASI. 

3. Ikan mengandung merkuri

Sebaiknya ibu menyusui bijak ketika mengonsumsi ikan. Memang ikan merupakan sumber protein kaya omega 3 yang bagus untuk perkembangan otak bayi. Meski demikian, ikan tinggi merkuri seperti king mackerel atau ikan laut todak (swordfish) harus dihindari.

4. Makanan alergen

Setiap bayi tentu memiliki reaksi alergi yang berbeda. Beberapa makanan yang kerap menjadi pemicu alergi atau alergen adalah olahan susu sapi, kedelai, telur, kacang, dan jeruk. Biasanya, reaksi alergi dapat terlihat dalam waktu 12 hingga 24 jam usai menyusu.Jangan ragu untuk memperkenalkan hal baru pada anak Anda. Trial and error di masa menyusui ini adalah awal dari rangkaian perkenalan bayi pada hal-hal baru lainnya di dunia. Namun, bila ibu menyusui makan pedas dan mendapatkan masalah pada pencernaannya, maka segeralah berkonsultasi ke dokter.
makanan ibu menyusui
Baby Center. https://www.babycenter.com/404_is-it-okay-to-eat-spicy-food-while-nursing_1931.bc
Diakses 10 Juli 2019
Baby Centre UK. https://www.babycentre.co.uk/x562558/is-it-safe-to-eat-spicy-food-when-breastfeeding
Diakses 10 Juli 2019
New York Times. https://well.blogs.nytimes.com/2016/03/28/how-breast-feeding-can-broaden-a-childs-diet/
Diakses 10 Juli 2019
American Academy of Pediatrics. https://pediatrics.aappublications.org/content/88/4/737.short
Diakses 10 Juli 2019
The Bump. https://www.thebump.com/a/foods-avoid-when-breastfeeding
Diakses 10 Juli 2019
Kelly Mom. https://kellymom.com/nutrition/mothers-diet/mom-foods/
Diakses 10 Juli 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait