Kebiasaan makan sabun ternyata bisa berakibat fatal, karena menyebabkan efek buruk bagi kesehatan tubuh
Meski kerap dilihat sebagai suatu lelucon, dalam jangka panjang, kebiasaan makan sabun ini dapat menimbulkan efek berbahaya bagi tubuh.

Anda mungkin belakangan sering mendengar berita mengenai seseorang yang menyukai makanan aneh, seperti sabun, kertas, atau bahkan rambut sendiri. Hal tersebut mungkin hanya terlihat sebagai suatu kebiasaan atau dianggap sebagai cara dalam mencari sensasi. Namun ternyata, ada kondisi medis yang menggambarkan kelakuan tidak biasa ini, yaitu pica eating disorder.

Meski kerap dilihat sebagai suatu lelucon, dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menimbulkan efek berbahaya bagi tubuh. Terutama, apabila bahan yang dimakan mengandung bahan kimia berbahaya. Kenali lebih jauh penyakit ini dan waspadai dampaknya terhadap kesehatan.

Makan Sabun Akibat Pica Eating Disorder

Pica eating disorder adalah suatu keadaan ketika seseorang kerap mengonsumsi makanan tak lazim, yang tidak umum digunakan sebagai bahan makanan, serta tidak memiliki kandungan nilai gizi. Individu dengan kondisi ini dapat memiliki kebiasaan kerap makan sabun, tanah, bahkan rambut.

Kelainan ini umumnya dialami oleh anak-anak, wanita hamil, dan bersifat sementara. Jika Anda atau anak memiliki kebiasaan serupa, segeralah berkonsultasi ke dokter, untuk menghindari efek samping berbahaya yang mungkin timbul.

Pica eating disorder juga dapat terjadi pada orang dengan gangguan kecerdasan. Pada kelompok penderita ini, kelainan yang dialami umumnya lebih parah dan bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Kondisi ini juga dapat berkaitan dengan kekurangan nutrisi pada tubuh. Munculnya keinginan untuk mengonsumsi makanan aneh, bisa jadi merupakan cara tubuh untuk mengisi kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi.

Komplikasi Akibat Pica Eating Disorder

Memakan sesuatu yang mengandung bahan kimia berbahaya, tentu dapat menimbulkan komplikasi untuk kesehatan. Berikut ini beberapa risiko komplikasi yang dihadapi penderita pica eating disorder.

Keracunan:

Barang-barang seperti bongkahan cat dinding dan sabun mengandung bahan yang beracun apabila dikonsumsi. Bahan tersebut dapat masuk ke saluran pencernaan, sehingga menyebabkan keracunan.

Kerusakan Otak:

Masuknya bahan beracun ke tubuh juga dapat meningkatkan risiko komplikasi gangguan belajar dan kerusakan otak.

Kurang Gizi:

Mengonsumsi bahan yang bukan makanan dapat memengaruhi asupan makanan harian sehingga menimbulkan kondisi kekurangan gizi.

Gangguan Pencernaan:

Mengonsumsi bahan yang tidak bisa dicerna seperti batu dapat menimbulkan gangguan pencernaan seperti konstipasi. Bahan yang tajam juga dapat menyebabkan saluran pencernaan sobek.

Kerusakan Ginjal atau Hati:

Bakteri atau parasit dari bahan-bahan yang tidak steril tersebut dapat menyebabkan infeksi yang juga dapat merusak ginjal atau hati.

Kebiasaan Buruk Ini Bisa Disembuhkan

Untuk menghentikan gangguan ini, langkah awal yang perlu dilakukan adalah memeriksa kekurangan nutrisi dan mineral di tubuh penderita dan memenuhinya. Apabila gangguan ini tidak disebabkan oleh kekurangan nutrisi atau tidak berhenti setelah dilakukan pemenuhan nutrisi, terapi untuk mengubah tingkah laku dapat dijadikan pilihan perawatan selanjutnya.

Selain itu, mengingat kebiasaan mengonsumsi makanan aneh juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti keracunan, pengawasan medis perlu dilakukan pada penderita pica secara ketat. Pengawasan oleh tim kesehatan jiwa juga diperlukan, apabila kasus yang dihadapi cukup parah.

National Eating Disorder Association. https://www.nationaleatingdisorders.org/learn/by-eating-disorder/other/pica
Diakses pada 14 Februari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/mental-health-pica#1
Diakses pada 14 Februari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/pica
Diakses pada 14 Februari 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed