Efek Makan Roti Berjamur, Alergi Hingga Risiko Kanker


Efek makan roti berjamur bisa menimbulkan reaksi alergi hingga infeksi berbahaya. Bahkan, meski hanya sedikit bagian dari roti yang berjamur, tetap saja tidak boleh dikonsumsi. Sebab, jamur bisa menyebar dengan cepat lewat serat-serat roti.

0,0
11 Sep 2021|Azelia Trifiana
Hindari makan roti berjamurHindari makan roti berjamur
Bintik-bintik berwarna putih di permukaan roti menandakan kondisinya telah berjamur. Hati-hati, sebab efek makan roti berjamur bisa menimbulkan reaksi alergi hingga infeksi berbahaya.Bahkan, meski hanya sedikit bagian dari roti yang berjamur, tetap saja tidak boleh dikonsumsi. Sebab, jamur bisa menyebar dengan cepat lewat serat-serat roti.

Mengenal jamur pada roti

Jamur pada roti bisa bertahan dengan cara mencerna serta menyerap nutrisi dari material tempatnya tumbuh. Ketika melihat roti berjamur, ada bagian yang tampak berbulu. Ini adalah koloni spora, cara jamur memperbanyak diri.Spora ini bisa melewati udara di dalam kemasan serta tumbuh di bagian lain pada roti. Ketika tumbuh, warnanya bisa tampak putih, kuning, hijau, abu, hingga hitam. Ini bergantung pada jenis jamur yang ada pada roti.Namun, bukan berarti jenis jamur dapat diidentifikasi hanya dengan melihat warnanya saja. Sebab, warna dari jamur bisa saja berubah pada kondisi tertentu. Selama siklus hidup jamur, warnanya bisa berganti.Lebih jauh lagi, jenis jamur yang tumbuh di roti biasanya berupa Aspergillus, Penicillium, Fusarium, Mucor, dan Rhizopus. Ada banyak lagi spesies lain yang bisa membuat roti terkontaminasi.

Bolehkah makan roti berjamur?

Berbeda dengan jamur yang memang dilibatkan dalam proses pembuatan makanan seperti keju, jamur pada roti sebaiknya tidak dikonsumsi. Terlebih, mustahil bisa mengenali jenis jamur yang ada pada roti hanya dengan melihatnya. Jadi, sebaiknya asumsikan jamur itu berbahaya.Bukan hanya makan, mencium aroma jamur pada roti juga tidak disarankan. Sebab, ini sama dengan menghirup spora dari jamur yang berkoloni di permukaan roti.Bagi orang yang alergi terhadap jamur, menghirupnya dapat menimbulkan masalah pernapasan seperti asma. Bahkan, tidak menutup kemungkinan muncul reaksi alergi berbahaya seperti anafilaksis.Orang dengan sistem imun lemah juga bisa mengalami infeksi berbahaya sebagai efek makan roti berjamur.

Bolehkah dikonsumsi sebagian?

Terkadang ada yang terpikir untuk tetap mengonsumsi roti terutama apabila jamur baru tampak sedikit. Perlu diingat bahwa akar mikroskopik dari jamur bisa menyebar dengan cepat melewati serat dalam roti.Artinya, sangat tidak direkomendasikan membuang sedikit roti yang berjamur dan memakan sisanya.Beberapa jenis jamur dapat memproduksi racun tak kasat mata yang berbahaya, disebut mycotoxin. Racun ini bisa menyebar di roti, terutama yang jamurnya sudah sangat banyak.Apa yang terjadi ketika seseorang menelan terlalu banyak mycotoxin? Ini akan berdampak buruk pada sistem pencernaan terutama usus. Sebab, mereka akan mengubah kondisi bakteri yang ada di usus.Ditambah lagi, paparan jangka panjang dan berlebih pada beberapa jenis mycotoxin bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker. Ini tercantum dalam studi pada tahun 2018 lalu.

Cara mencegah roti berjamur

Roti tanpa bahan pengawet umumnya bisa bertahan di suhu ruangan selama tiga hingga empat hari. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terkait tumbuhnya jamur pada roti adalah:
  • Komposisi

Roti yang diproduksi dalam jumlah banyak biasanya mengandung zat pengawet kimiawi, termasuk asam sorbat dan kalsium propionat. Keduanya dapat mencegah tumbuhnya jamur.Alternatifnya, ada pula yang menggunakan bakteri asam laktat yang secara alami dapat mengusir jamur. Biasanya ini ada pada jenis roti sourdough.Selain itu, bahan rempah tertentu seperti kayu manis dan cengkeh juga dapat mencegah roti cepat berjamur. Namun mengingat karakteristiknya, bahan semacam ini bisa mengubah rasa dan aroma roti.
  • Penyimpanan

Ketika roti disimpan di tempat yang hangat dan lembap, kemungkinan munculnya jamur semakin besar. Jadi, sebaiknya jaga agar tempat penyimpanan roti tetap kering. Anda juga bisa menyimpannya di freezer untuk menghentikan kemungkinan jamur tumbuh, tanpa mengubah teksturnya.Selain itu, ketika menyajikan roti, sebaiknya tutupi permukaannya. Tujuannya untuk menghindari terkena spora yang ada di udara.Jenis roti bebas gluten juga umumnya lebih rentan ditumbuhi jamur karena kelembapan di dalamnya lebih tinggi. Selain itu dalam proses pembuatannya, roti jenis ini membatasi penggunaan zat pengawet kimiawi.Ada pula roti yang dijual dalam kemasan khusus kedap udara. Tujuannya tentu untuk menghilangkan oksigen yang bisa menjadi sumber nutrisi jamur berkembang biak.Namun perlu diingat untuk jamur jenis ini, kontaminasi tetap bisa terjadi setelah kemasannya dibuka.

Catatan dari SehatQ

Meski hanya satu titik atau sangat sedikit terlihat roti berjamur, bukan berarti bisa dibuang dan sisanya tetap dikonsumsi. Sebab, jamur tetap bisa menyebar melewati serat atau rongga di dalam roti.Belum lagi risiko dari racun yang tak kasat mata dan sulit terdeteksi yaitu mycotoxin. Ketika tidak sengaja tertelan, racun ini bisa menyebabkan reaksi alergi, infeksi, hingga meningkatkan risiko kanker.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gejala ketika seseorang tanpa sengaja mengonsumsi jamur, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehatkeracunan makananhidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/can-you-eat-bread-mold
Diakses pada 30 Agustus 2021
Toxins. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30142887/
Diakses pada 30 Agustus 2021
Well and Good. https://www.wellandgood.com/ate-moldy-bread-by-accident/
Diakses pada 30 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait