Makan mie instan saat hamil tidak disarankan
Banyak yang takut makan mie instan saat hamil karena kandungannya dianggap membahayakan janin

Akses yang mudah, harga yang murah, cara memasak yang praktis, dan rasanya yang sedap membuat mie instan menjadi salah satu makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat. 

Hal ini tidak terkecuali bagi para ibu yang sedang hamil. Namun, dibalik kelezatan dan kepraktisannya, mie instan menyimpan suatu bahaya yang kontroversial. Tentunya masalah ini tidak luput dari pemikiran para calon ibu yang sangat protektif dengan kesehatan janinnya.

[[artikel-terkait]]

Apakah makan mie instan saat hamil berbahaya? 

Calon ibu pastinya bertanya-tanya mengenai bahaya makan mie instan saat hamil dan risikonya bagi sang buah hati. Dari segi kandungan nutrisi, sebagian besar mie instan memiliki kalori yang rendah.

Meskipun berkalori rendah, mie instan  ternyata tinggi kandungan karbohidrat, lemak, dan sodium. Selain itu, mie instan memiliki kandungan serat dan protein yang rendah. 

Kandungan serat dan protein yang rendah terkadang malah tidak dapat memuaskan rasa lapar yang pada akhirnya membuat Anda menambah porsi mie instan yang dikonsumsi. Penambahan porsi makan berarti peningkatan kadar garam dalam tubuh.

Satu porsi mie instan kurang lebih mengandung 861 mg garam atau sodium. Bila Anda mengonsumsi dua porsi mie instan, maka kurang lebih Anda telah mengonsumsi 1.722 mg garam.

Asupan kadar tersebut sudah hampir memenuhi rekomendasi harian dari konsumsi garam yang diperbolehkan, yaitu kurang dari 2.300 mg per harinya atau setara dengan kurang lebih satu sendok teh garam. 

Makan mie instan saat hamil secara berlebih meningkatkan kadar garam dalam tubuh yang dapat memicu preeklamsia atau komplikasi saat kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah yang tinggi.

Vitamin dan beberapa kandungan nutrisi diperlukan bagi ibu yang sedang hamil. Namun, riset di Korea Selatan menemukan bahwa orang yang mengonsumsi mie instan memiliki kadar protein, fosfor, zat besi, kalsium, vitamin A, vitamin C, potasium, dan vitamin B3 (niacin) yang rendah.

Padahal ibu yang sedang mengandung membutuhkan asupan gizi yang seimbang serta kandungan nutrisi dan vitamin yang cukup.

Bagaimana dengan MSG?

MSG atau monosodium glutamat adalah salah satu bumbu penyedap yang selalu ada dalam bungkusan mie instan. Rasa MSG yang gurih yang membuat mie instan semakin nikmat disantap.

Apakah makan mie instan saat hamil lengkap dengan bumbu MSG-nya berbahaya? Serupa dengan garam, konsumsi MSG secara berlebih akan menambah kadar sodium dalam tubuh yang dapat memicu hipertensi pada ibu hamil. 

Bagi beberapa orang yang sensitif dengan MSG, konsumsi MSG menimbulkan ‘gejala kompleks MSG’ yang meliputi sakit kepala, mual, kebas atau sensasi menggelitik di bagian leher atau wajah, berkeringat, sakit di bagian dada, rasa lemas, dan jantung berdebar-debar.

Namun, bila Anda tidak mengalami masalah saat mengonsumsi MSG sebelum hamil, maka Anda tidak perlu khawatir karena ‘gejala kompleks MSG’ tidak akan muncul ketika makan mie instan saat hamil.

Perhatikan asupan pengawet makanan TBHQ dalam mie instan

T-butylhydroquinone atau yang dikenal sebagai TBHQ merupakan satu dari beragam pengawet makanan yang digunakan untuk memperpanjang masa kadaluarsa dan mencegah perubahan warna di makanan.

Sebagai patokan, konsumsi TBHQ sebanyak 0,62 mg/kg berat badan sudah mencapai kurang lebih 90 persen dari asupan TBHQ yang diperbolehkan. 

Meskipun riset menunjukkan bahwa tidak terdapat efek dari konsumsi TBHQ terhadap janin di tikus yang sedang hamil, tetapi TBHQ berpotensi menimbulkan beberapa gangguan kesehatan pada manusia jika dikonsumsi secara berlebih, seperti gangguan pada penglihatan.

Dalam riset tersebut, tikus yang diberikan makanan yang mengandung TBHQ mengalami pembesaran pada organ hati dan paparan TBHQ terhadap tikus memicu efek neurotoksik berupa kejang dan kelumpuhan.

Bahkan, pada penelitian lain, pemberian THBQ dapat meningkatkan risiko tumor pada tikus. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efek TBHQ terhadap kesehatan manusia. 

Apakah tidak boleh makan mie instan saat hamil?

Makan mie instan saat hamil tidak disarankan. Namun jika Anda sangat ingin mencicipi mie instan, Anda dapat mengakalinya dengan memilih jenis mie instan yang lebih sehat, misalnya cari mie instan dengan campuran sayur.

Anda juga bisa mencari jenis mie instan yang memiliki kandungan sodium yang rendah. Masaklah atau tambahkan bahan makanan lain yang dapat menambah kandungan nutrisi yang kurang pada mie instan. 

Sayuran dan makanan yang tinggi protein dapat ditambahkan ke dalam mie instan yang ingin dikonsumsi. Selain itu, perhatikan porsi makan mie instan saat hamil, termasuk banyaknya bumbu MSG yang akan dimasukkan. 

Tanyakan pada dokter

Jika Anda tidak yakin untuk makan mie instan saat hamil, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter untuk memastikan apakah mie instan aman dikonsumsi saat hamil atau tidak.

American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/pregnancy-health/nutrients-vitamins-pregnancy/
Diakses pada 10 Juli 2019

Center for Science in the Public Interest. https://cspinet.org/eating-healthy/chemical-cuisine#tbhq
Diakses pada 10 Juli 2019

FDA. https://www.fda.gov/food/nutrition-education-resources-materials/use-nutrition-facts-label-reduce-your-intake-sodium-your-diet
Diakses pada 10 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/potential-tbhq-dangers#1
Diakses pada 10 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/instant-noodles
Diakses pada 10 Juli 2019

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/463348-is-msg-bad-for-pregnant-women/
Diakses pada 10 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/preeclampsia/symptoms-causes/syc-20355745
Diakses pada 10 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3221830/
Diakses pada 10 Juli 2019

NLM. https://toxnet.nlm.nih.gov/cgi-bin/sis/search/a?dbs+hsdb:@[email protected]+838
Diakses pada 10 Juli 2019

The Asianparent Singapore. https://sg.theasianparent.com/instant-noodles-during-pregnancy
Diakses pada 10 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed