Efek Kebanyakan Makan Waktu Buka Puasa, Apa Saja?


Efek kebanyakan makan waktu buka puasa di antaranya adalah perut begah hingga muntah. Untuk itu, cegah dengan sahur bergizi dan mula makan yang ringan.

(0)
08 May 2021|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Efek kebanyakan makan waktu buka puasa di antaranya adalah perut begah hingga muntahEfek kebanyakan makan waktu buka puasa bisa menghadirkan masalah bagi tubuh Anda.
Efek kebanyakan makan waktu buka puasa biasanya muncul saat Anda “balas dendam” untuk makan dan minum sebanyak-banyaknya saat buka puasa, mengingat Anda telah berpuasa lebih dari 13 jam dalam sehari. Namun, kebiasaan makan berlebihan saat buka puasa ini bisa mendatangkan berbagai masalah kesehatan.

Masalah kesehatan akibat makan berlebihan saat buka puasa

Beberapa jam menjelang buka puasa, banyak makanan yang mungkin muncul di benak Anda untuk menu berbuka. Mulai dari kolak, gorengan, lontong, ditambah es buah dan teh manis yang menggugah selera dan ingin Anda lahap semua ketika bedug Maghrib berbunyi.Ada baiknya Anda tidak menuruti hawa nafsu tersebut. Pasalnya, lambung Anda mungkin tidak akan sanggup menampung semuanya sekaligus. Lagi pula, akan timbul bahaya berbuka puasa dengan makan berlebihan. Apa sajakah?

1. Rasa begah (tidak nyaman di perut)

Ketika Anda mengonsumsi makanan dua kali lipat atau lebih dari biasanya, efek kebanyakan makan waktu buka puasa yang Anda rasakan adalah lambung akan mengembang seperti balon. Sebagai akibatnya, perut bisa terasa begah atau tidak nyaman karena perut menjadi melar melebihi kapasitas normalnya dan berusaha menepuk-nepuk perut dengan harapan bisa mengurangi begah.Faktanya, lama atau tidaknya durasi rasa tidak nyaman itu umumnya bergantung pada jenis makanan yang Anda konsumsi. Makanan berlemak dan kaya serat akan lebih sulit untuk dicerna dibanding jenis makanan lainnya. Akibatnya, Anda akan merasa tidak nyaman lebih lama.

2. GERD

Ketika lambung diisi terlalu banyak makanan, tidak mustahil bila makanan tersebut bisa menekan diafragma. Efek kebanyakan makan waktu buka puasa ini membuat Anda mengalami sesak napas dan napas yang dangkal.Lambung yang kepenuhan juga bisa memicu makanan yang kembali naik ke esofagus atau kerongkongan. Inilah yang dikenal dengan GERD (gastroesophageal reflux disease).Salah satu GERD adalah heartburn atau lebih dikenal dengan istilah nyeri ulu hati. Kondisi ini ditandai dengan rasa sakit atau panas seperti terbakar yang muncul pada dada dan bisa menjalar hingga ke leher.

3. Muntah

Ketika lambung tidak sanggup lagi menampung makanan yang terlalu banyak, bukan tidak mungkin bila akan efek kebanyakan makan waktu buka puasa adalah muntah.Sebab, ini merupakan mekanisme tubuh untuk mengosongkan perut yang terlalu penuh. Ini disebabkan oleh aktivitas lambung yang terlalu berat dalam mencerna makanan.

4. Cepat mengantuk

Bila mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat maupun gula ketika buka puasa, Anda akan mudah mengantuk. Aktivitas Anda pun akhirnya bisa terganggu, misalnya Anda jadi malas ikut Tarawih.

5. Berat badan naik

Jika Anda berniat menjadikan bulan Ramadan untuk menurunkan berat badan, kuncinya adalah jangan makan berlebihan saat buka puasa!Meski sangat lapar ketika waktu buka puasa tiba, jangan kalap dan tetaplah jaga pola makan Anda.

Tips mudah agar tidak makan berlebihan saat buka puasa

Agar terhindar dari bahaya berbuka puasa dengan makan berlebihan, Anda bisa menerapkan beberapa langkah sederhana yang jitu di bawah ini:

1. Sahur yang bergizi

Dengan mengonsumsi makan sahur yang bergizi, rasa lapar bisa datang dengan lebih lamban. Kombinasikan menu dengan memastikan kecukupan karbohidrat, serat, protein maupun nutrisi lainnya.Minum air putih juga tidak boleh dilupakan. Pastikan Anda cukup minum ketika sahur.

2. Mulai dengan makanan ringan

Kurma saat berbuka puasa ditambah dua gelas air putih saja mungkin sudah cukup untuk mengembalikan cairan serta energi yang hilang selama berpuasa. Anda bisa menjadwalkan makan besar setelah selesai shalat Maghrib dan mengonsumsi buah-buahan atau cemilan sehat lainnya sebelum tidur.

3. Buka puasa di rumah

Ketika berbuka puasa di rumah, Anda bisa menentukan sendiri menu berbuka maupun porsi makanan yang akan Anda santap. Dengan ini, Anda tidak akan kekenyangan dan tidak merasakan efek kebanyakan makan waktu buka puasa.Selain itu, kebersihan dan keamanan pengolahan bahan pangan pun bisa lebih terjaga bila Anda memasaknya sendiri.

Catatan dari SehatQ

Efek kebanyakan makan waktu buka puasa akan menimbulkan beberapa risiko kesehatan yang bahkan bisa membahayakan di kemudian harinya.Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Puasa Ramadan juga bertujuan mengendalikan hawa nafsu agar tidak kelewatan, termasuk makan berlebihan saat berbuka puasa.Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait efek kebanyakan makan waktu buka puasa, Anda bisa konsultasikan ke dokter gizi atau dokter penyakit dalam terdekat.Anda juga bisa tanya gratis dengan dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
gerdmuntahramadankelebihan berat badan
Michigan Medicine. https://healthblog.uofmhealth.org/digestive-health/4-ways-to-stop-digestive-discomfort-after-a-supersized-meal
Diakses pada 5 Mei 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/indigestion.html
Diakses pada 5 Mei 2019
Sleep. https://www.sleep.org/articles/sugar-impacts-sleep/
Diakses pada 5 Mei 2019
NHS. https://www.nhs.uk/live-well/healthy-weight/why-we-need-to-eat-carbs/
Diakses pada 5 Mei 2019
British Nutrition Foundation. https://www.nutrition.org.uk/healthyliving/seasons/ramadan.html
Diakses pada 5 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait