Main Game Memang Menyenangkan bagi Anak, Tapi Tentunya Harus Dibatasi

Orangtua perlu mengenali game online terbaik bagi anaknya dan membatasi waktu bermain mereka.
Waktu bermain video game pada anak sebaiknya dibatasi.

Apakah ada game online terbaik atau setidaknya game yang baik untuk anak-anak? Mungkin orangtua pernah bertanya-tanya tentang hal ini. Seringkali anak selalu lebih tahu tentang game dibandingkan dengan orangtuanya.

Sekarang ini, kehidupan anak-anak sudah tidak dapat dipisahkan dari gawai, internet, atau komputer. Terlepas dari kemudahan dan manfaat yang diberikan, penggunaan teknologi pada anak-anak, terutama dalam bentuk game online, seringkali menjadi sumber kekhawatiran orangtua.

Bukannya tanpa alasan, penggunaan media digital, seperti game online, yang terlalu banyak bisa menyebabkan anak-anak lebih berisiko terhadap hal-hal berikut:

Pembatasan waktu bermain game anak

Hingga saat ini, tidak ada studi yang menunjukkan game terbaik bagi anak-anak. Tetapi tentunya, game online terbaik bagi anak-anak adalah game yang sesuai dengan usia serta dimainkan di bawah pengawasan orangtua. Lamanya bermain tidak mengganggu aktivitas yang lain. American Academy of Pediatrics merekomendasikan screentime atau waktu menggunakan gawai yang terbagi dalam klasifikasi berikut:

  • Bayi 0-18 bulan, tidak terpapar media digital, kecuali video call dengan orangtua yang sedang pergi atau kerabat yang tinggal jauh.
  • Anak usia 18-24 bulan, hanya bermain program yang berkualitas tinggi, bersama orangtua.
  • Anak usia 2-5 tahun, hanya bermain tidak lebih dari 1 jam per hari dan dilakukan bersama orangtua.
  • Anak di atas 6 tahun, tidak ada batasan waktu. Namun orangtua disarankan untuk tetap membuat batasan masing-masing, dengan memastikan anak dapat tetap cukup tidur dan rutin melakukan aktivitas fisik.

[[artikel-terkait]]

Tips membatasi waktu bermain game anak

Membatasi waktu main game pada anak seringkali lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Berikut beberapa tips untuk membatasi waktu main game pada anak:

1. Buat kamar anak bebas dari media digital

Letakkan televisi, video game, komputer, tablet, atau gawai di ruang keluarga, dan hindari memberikannya di kamar anak. Hal ini dapat mencegah anak untuk masuk ke kamar dan bermain game berjam-jam. Orangtua juga lebih mudah untuk mengawasi.

2. Gunakan media bersama-sama

Dengan menggunakan secara bersama-sama, anak harus belajar berbagi waktu dengan anggota keluarga lain. Hal ini akan membantu membatasi waktu yang mereka habiskan untuk bermain game.

3. Sepakati lama waktu bermain yang diperbolehkan

Sepakati bersama anak, berapa jam atau berapa kali dalam satu minggu yang diperbolehkan untuk bermain (di luar keperluan sekolah). Jangan lupa juga untuk menjelaskan kepada anak mengapa aturan tersebut ditetapkan. Selain itu, Anda juga perlu menyepakati konsekuensi jika peraturan dilanggar.

4. Tetapkan hari dan jam bebas game

Misalnya ketika hari sekolah, anak tidak boleh bermain game. Atau dari jam pulang sekolah sampai jam 7 malam adalah jam bebas game. Waktu makan adalah waktu wajib bebas game atau bermain gawai, termasuk bagi orangtua. Penting untuk bersikap konsisten dan menjadi contoh bagi anak.

5. Sediakan permainan alternatif

Ajak anak untuk berjalan sore, naik sepeda, atau bermain bola di luar rumah. Anak biasanya akan lebih tertarik jika orangtua ikut bermain. Jika anak Anda sangat menyukai bermain game, mungkin Anda dapat bermain peran dengannya. Peran yang dimainkan adalah menjadi pembuat atau perancang game. Anak dapat belajar untuk merancang dan mengarang cerita dengan imajinasinya.

Waktu yang dihabiskan orangtua dengan anak juga dapat dijadikan kesempatan untuk mendidik anak mengenai permainan game, serta secara lebih luas tentang penggunaan internet. Anda bisa menjabarkan kelebihan dan kekurangan bermain game, tentang manfaat internet dan risikonya. Selain itu, Anda juga bisa mengajarkan anak tentang bagaimana etika bersosialisasi di dunia maya.

Artikel Terkait

Banner Telemed