Macam-macam Start dalam Olahraga Lari, Apa Saja?


Setiap jenis start memiliki fungsi tersendiri untuk setiap nomor lari. Tekniknya pun berbeda-beda. Salah satu yang populer adalah start jongkok.

0,0
03 May 2021
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Macam-macam start memiliki fungsi tersendiri dalam setiap nomor lariSetiap nomor lari memerlukan macam-macam start tersendiri
Olahraga lari merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang sering dipertandingkan. Untuk memulai pertandingan, tentunya pelari akan melalui garis start sebagai langkah awal. Gerakan yang tepat saat melakukan start ternyata berpengaruh terhadap jalannya pertandingan. Simak penjelasan lengkap mengenai macam-macam start pada olahraga lari, di sini!Start merupakan tahap persiapan saat hendak melakukan gerakan lari. Hal ini perlu diperhatikan karena dalam gerakan start, otot-otot mempersiapkan diri dengan kekuatan penuh untuk mencegah cedera. Untuk itu, penting bagi pelari untuk melakukan gerakan pemanasan dan pelemasan otot sebelum memulai start.

Macam-macam start untuk olahraga lari

Dalam olahraga lari terdapat macam-macam start yang penting untuk dipahami, di antaranya start berdiri, start melayang, dan start jongkok. Tiap macam start ternyata memiliki fungsi dan tekniknya tersendiri, berikut ini penjelasan lengkapnya!

1. Start berdiri

Start berdiri dipakai pada lari jarak menengah maupun jauh
Start berdiri atau standing start biasanya digunakan pada pertandingan lari jarak menengah hingga jarak jauh. Jenis start ini biasanya digunakan pada lintasan pertandingan 800 meter, 1.500 meter, 5.000 meter, dan 10.000 meter. Jaraknya yang cukup panjang mengharuskan Anda memperhatikan stamina dan kecepatan.Secara umum dalam arena pertandingan, pelari akan memasuki lintasan masing-masing dan akan diperkenalkan satu persatu. Kemudian, panitia akan menyalakan sirine sebagai tanda pertandingan segera dimulai. Saat inilah petugas start akan mengucapkan 3 aba-aba berbeda, yaitu, “Bersedia”, “Siap”, dan “mulai” yang diikuti gerakan atau teknik start yang berbeda-beda.Adapun teknik melakukan start berdiri adalah sebagai berikut ini.

Ketika aba-aba, “Bersedia”:

  • Letakkan satu kaki terkuat di belakang garis start.
  • Letakkan satu kaki lainnya di belakang dengan jarak satu jengkal, angkat sedikit tumit.
  • Kaki harus terbuka selebar bahu.

Ketika aba-aba, “Siap”:

  • Condongkan badan agak ke depan dan pandangan ke tanah.
  • Posisikan lengan dan tungkai kaki berlawanan, posisi siap berlari.

Ketika aba-aba, “Mulai’:

  • Dorong lengan dan tungkai kaki.
  • Melangkahlah dengan kaki belakang terlebih dahulu.

2. Start melayang

Start melayang digunakan pada estafet (Foto: Denis Kuvaev)
Start melayang atau flying start biasanya digunakan oleh pelari kedua, ketiga, dan keempat dalam nomor lari estafet 4x100 meter dan 4x400 meter. Dalam hal ini, pelari pertama biasanya menggunakan start jongkok. Start melayang dilakukan dalam posisi berdiri sehingga tampak seperti melayang.Adapun teknik melakukan start melayang pada lari estafet dibagi menjadi visual dan non visual.

Start melayang visual

Start melayang visual dilakukan pelari dengan melihat ke arah pelari sebelumnya yang memegang tongkat estafet. Teknik melakukannya adalah sebagai berikut ini.
  • Pandangan fokus ke pelari yang memberikan tongkat.
  • Berlari perlahan menuju pelari selanjutnya dan tetap melihat ke arah pelari yang memberikan tongkat.
  • Julurkan tangan ke belakang, fokuskan pandangan ke arah tongkat.
  • Jika sudah mendapat tongkat, fokuskan pandangan ke arah depan dan berlarilah sekuat tenaga menuju pelari selanjutnya.

Start melayang non visual

Start melayang non visual berarti pelari tidak melihat ke arah pelari sebelumnya yang memegang tongkat estafet. Berikut ini teknik untuk melakukannya.
  • Pandangan fokus ke pelari yang ada di depan.
  • Berlari perlahan menuju pelari selanjutnya, sambil menjulurkan tangan ke belakang untuk menerima tongkat dari pelari yang ada di belakang.
  • Jika sudah mendapat tongkat, tetap fokus pandangan ke arah depan dan berlarilah sekuat tenaga menuju pelari selanjutnya.

3. Start jongkok

Start jongkok atau crouch start biasanya digunakan pada pertandingan lari jarak pendek, seperti pada awal lari estafet dan lari gawang. Dalam hal ini, penggunaan start jongkok paling tepat karena adanya gaya tolakan maksimal sehingga tidak merugikan waktu si pelari.Secara umum, teknik melakukan start jongkok dilakukan dengan tahapan berikut ini.

Ketika aba-aba, “Bersedia”:

  • Lakukan posisi start jongkok dengan meletakkan tangan, kaki.
  • Salah satu lutut menyentuh tanah, serta jari-jari tangan di belakang garis start.

Ketika aba-aba, “Siap”:

  • Angkat pinggul sedikit lebih tinggi dari bahu sehingga lutut tidak lagi menyentuh tanah.
  • Pastikan kaki tetap menekuk, sekitar 90 derajat untuk kaki depan dan 120 derajat untuk kaki belakang.

Ketika aba-aba, “Mulai’:

  • Dorong kaki belakang ke depan dan ayunkan lengan dengan keras.
  • Berlarilah sekuat tenaga hingga garis finish.

Jenis start jongkok

Selain cara umum di atas, ternyata ada pula 3 jenis start jongkok yang penting untuk dipahami, yaitu short start (bunch start), medium start, dan long start. Hal yang menjadi pembeda dari jenis-jenis start jongkok ini adalah pengaturan jarak kaki depan dengan garis start.
  • Short start
    Jenis start jongkok short start atau pendek biasanya digunakan pada pertandingan atletik dengan arak 0-150 meter. Untuk melakukan gerakan start ini, Anda harus memposisikan lutut kaki belakang di samping tumit atau ujung telapak kaki.
  • Medium start
    Jenis start jongkok medium start atau menengah biasanya dipakai dalam pertandingan atletik pada jarak lintasan sekitar 500 meter. Untuk melakukan gerakan start ini, Anda harus menempatkan lutut kaki belakang di samping lekukan telapak kaki bagian depan.
  • Long start
    Jenis start jongkok long start atau panjang biasanya digunakan pada pertandingan atletik dengan ukuran jarak sekitar 1.000 meter. Jenis start jongkok ini terbilang jarang dipakai. Untuk melakukan gerakan start ini, pastikan lutut kaki belakang berada 30 cm dari kaki depan, atau letak lutut kaki belakang ada di belakang kaki depan.

Catatan dari SehatQ

Itulah macam-macam start pada olahraga lari yang perlu Anda ketahui. Penggunaan jenis-jenis start tentunya harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan saat pertandingan. Selain mempersiapkan teknik olahraga, Anda juga perlu mempersiapkan diri dengan makanan bergizi, pola hidup sehat, dan latihan teratur.Jika masih ada pertanyaan mengenai olahraga lari, misalnya tentang risiko cederanya, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
olahragatips olahragalari
Universitas Negeri Jakarta.
http://repository.unj.ac.id/183/2/Bab%202.pdf
Diakses pada 23 April 2021
Universitas Negeri Jakarta.
http://repository.unj.ac.id/183/1/Bab%201.pdf
Diakses pada 23 April 2021
Livestrong.
https://www.livestrong.com/article/418336-standing-and-start-techniques-in-sprinting/
Diakses pada 23 April 2021
HLAC.
http://www.hlac.org.au/wp-content/uploads/2014/06/Starts.pdf
Diakses pada 23 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait