Macam-macam Sendi pada Tubuh Manusia dan Fungsinya

Diperkirakan manusia memiliki 250-350 sendi yang memiliki fungsi penting untuk pergerakan tubuh
Tubuh manusia memiliki macam-macam sendi, dengan fungsi yang sangat penting untuk pergerakan tubuh

Tubuh manusia dewasa memiliki struktur kompleks, dengan 206 tulang, yang terhubung melalui tulang rawan, otot, ligamen (jaringan pengikat sendi), dan macam-macam sendi.

Setidaknya, ada tiga jenis sendi yang menghubungkan tulang-tulang manusia, yaitu sendi sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis. Masing-masing sendi tersebut memiliki fungsi tersendiri, bagi tubuh.

Macam-macam sendi di tubuh manusia

Jumlah sendi antara satu orang dan orang lainnya, bisa berbeda, tergantung pada sejumlah faktor. Namun diperkirakan, manusia memiliki sebanyak 250-350 sendi.

Sendi berperan penting dalam pergerakan tubuh. Kita tentu akan sangat kerepotan jika sendi mengalami gangguan, misalnya dislokasi sendi dan radang sendi.

Beberapa definisi menyebutkan bahwa sendi merupakan titik, di mana dua tulang saling berhubungan. Ada pula yang menyebutkan bahwa sendi adalah hubungan yang kuat antara tulang, tulang rawan dan gigi satu sama lain. Berikut ini tiga jenis sendi pada tubuh manusia, dan masing-masing fungsinya.

  • Sinartrosis atau sendi mati. Sendi mati ini menghubungkan dua tulang atau lebih, yang tidak menimbulkan pergerakan. Contoh dari sendi mati yakni sendi antartulang bagian kepala (tengkorak), yang disebut sutura, serta gomfosis (penghubung gigi dan tengkorak).
  • Amfiartrosis atau sendi kaku. Sendi ini memungkinkan pergerakan, walau sifatnya terbatas. Sendi kaku salah satunya terdapat pada ruas tulang belakang, serta simfisis pubis pada pinggul.
  • Diartrosis atau sendi gerak. Sesuai namanya, sendi ini dapat digerakkan dengan bebas dan leluasa. Sendi gerak disebut pula sebagai sendi sinovial. Sendi gerak ini memiliki cairan, yang disebut cairan sinovial. Dengan bantuan cairan sinovial sebagai pelumas inilah, sendi dapat digerakkan.

Macam-macam sendi gerak pada manusia

Manusia memiliki banyak sendi gerak. Oleh karena itu, diperlukan klasifikasi untuk macam-macam sendi ini beserta fungsi dan letaknya. Berikut ini pengelompokan dan letak dari sendi gerak.

  • Sendi putar atau pivot

Sesuai namanya, sendi ini memiliki karakteristik memungkinkan satu tulang dapat melakukan putaran, terhadap tulang lain. Contoh dari sendi putar yaitu sendi di antara tulang hasta, dan tulang pengumpil pada lengan.

  • Sendi geser atau plane

Sendi ini memungkinkan pergerakan tulang yang sama-sama datar. Contoh dari keberadaan dari sendi geser yaitu sendi interkarpal, yang menghubungkan tulang-tulang di pergelangan tangan.

  • Sendi pelana atau saddle

Sendi ini memang mirip dengan ‘pelana’, yang dapat memberikan gerakan dua arah. Contoh dari sendi pelana adalah sendi penghubung tulang pergelangan tangan, dengan pangkal dari tulang ibu jari.

  • Sendi engsel atau hinge

Sendi ini memungkinan tulang bergerak menyerupai pintu gerakan pintu, dan bersifat satu arah. Sendi pada lutut, yang menghubungkan tiga tulang: tulang paha, tulang kering dan tulang lutut, merupakan contoh sendi engsel.

  • Sendi gulung atau condyloid

Sendi gulung bisa dijumpai antara tulang yang memiliki rongga elips, dan permukaan tulang lain yang berbentuk bulat telur. Sendi ini hanya memungkinkan dua sumbu gerakan, yaitu gerakan membengkokkan (fleksi) dan gerakan meluruskan (ekstensi), serta gerakan menjauh dari tubuh (medial), dan gerakan mendekat ke arah garis tubuh (lateral).

Contoh dari keberadaan sendi gulung yakni sendi penghubung tulang telapak tangan dengan tulang jari. 

• Sendi peluru atau ball and socket

Sendi peluru merupakan sendi yang memungkinkan gerakan ke segala arah. Pada sendi peluru, sebuah tulang yang berbentuk lingkaran (ball) ‘duduk’ menempel, pada rongga tulang yang lain (socket).

Tubuh manusia hanya memiliki dua sendi peluru. Pertama, sendi pada panggul, yang menghubungkan tulang panggul dengan tulang paha. Kedua, sendi pada bahu, penghubung tulang belikat dan lengan atas.

Jenis sendi yang kerap mengalami dislokasi sendi

Dislokasi sendi, atau pergeseran sendi dari tempat yang seharusnya, bisa terjadi di sendi manapun. Namun, sendi gerak paling sering mengalami kondisi ini. Dislokasi paling sering terjadi di sendi pada bahu, lutut, siku, panggul, rahang, dan jari.

Dislokasi sendi biasanya terjadi jika sendi mendapatkan benturan yang tidak disangka, misalnya saat Anda terjatuh. Cedera saat aktivitas fisik, atau mengalami kecelakaan kendaraan bermotor, juga memicu terjadinya dislokasi sendi.
Penanganan untuk dislokasi sendi

Penanganan dislokasi sendi dilakukan bergantung pada sendi mengalami dislokasi, serta tingkat keparahannya. Pada kasus yang ringan, dislokasi sendi dapat pulih dengan menerapkan metode RICE, yaitu beristirahat (rest), kompres es (ice), memberikan tekanan atau (compression), dan mengangkat kaki lebih tinggi dari posisijantung (elevation).

Pada tingkat yang lebih parah, dokter mungkin akan menyarankan beberapa tindakan lain, melalui prosedur:

  • Reduksi, untuk mengembalikan tulang ke posisi semula
  • Imobilisasi, untuk membatasi pergerakan sendi
  • Operasi
  • Rehabilitasi, untuk mengembalikan jangkauan gerak dan kekuatan sendi

Anda sekarang telah mengenal macam-macam sendi dan fungsinya. Selain dislokasi sendi, anggota tubuh ini juga bisa mengalami gangguan lain, seperti radang sendi akibat asam urat serta infeksi pada sendi karena bakteri.

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17873-dislocation
Diakses pada 26 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-many-joints-in-human-body#types-of-joints
Diakses pada 14 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/dislocation
Diakses pada 26 Juni 2019

Imaios. https://www.imaios.com/en/e-Anatomy/Anatomical-Parts/Condylar-joint-Ellipsoid-joint
Diakses pada 14 Juni 2019

Innerbody. https://www.innerbody.com/image/skel07.html
Diakses pada 14 Juni 2019

Innerbody. https://www.innerbody.com/image/skel14.html
Diakses pada 14 Juni 2019

Innerbody. https://www.innerbody.com/image/skel16.html
Diakses pada 14 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dislocation/symptoms-causes/syc-20354113
Diakses pada 26 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507893/
Diakses pada 14 Juni 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/human-joints-explained-189254
Diakses pada 14 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed