Ketahui posisi tidur Ibu hamil muda yang tepat agar waktu tidur lebih berkualitas
Kurang tidur dapat meningkatkan risiko preeklamsia dan tekanan darah tinggi pada ibu hamil

Waktu tidur yang seharusnya dapat digunakan untuk beristirahat, justru menjadi kegiatan yang kerap dirasa kurang nyaman bagi wanita hamil. Selain karena bentuk fisik (terutama perut) yang mulai berubah, beragam faktor seperti mual, nyeri ulu hati, gangguan pencernaan, hingga restless leg syndrome (RLS) juga turut mengganggu pola tidur calon ibu. 

Kurang tidur pada awal kehamilan dapat meningkatkan risiko preeklamsia dan tekanan darah tinggi pada ibu. Supaya hal ini tidak terjadi, pelajari posisi tidur ibu hamil muda berikut untuk memperoleh kualitas tidur yang lebih baik. 

Penyebab dan Solusi Kurang Tidur Selama Trimester Pertama

Ada banyak faktor yang memengaruhi perubahan pola tidur ibu hamil terutama selama trimester pertama, di antaranya:

1. Mengantuk Sepanjang Waktu

Meningkatnya hormon progesteron mengakibatkan perubahan mendadak pada pola tidur. Efek thermogenic dan soporific dari progesteron menyebabkan kelelahan dan rasa kantuk.

Meski waktu tidur total meningkat, tetapi kualitasnya buruk. Solusinya, atur jadwal tidur Anda agar mendapat kualitas tidur lebih berkualitas.

2. Ketidaknyamanan Akibat Perubahan Bentuk Tubuh

Pada masa awal kehamilan, payudara akan terasa nyeri, ditambah perut yang mulai membesar sehingga membuat Anda sulit tidur dengan nyaman. Solusinya, tidur dengan posisi miring yang mana ini merupakan posisi ideal untuk bayi. Selain itu, upayakan memakai bra dengan ukuran yang sesuai payudara Anda.

3. Sering Terdesak untuk Buang Air Kecil

Hormon progesteron juga mengakibatkan dorongan untuk buang air kecil meningkat. Janin yang tumbuh membesar akan menekan kandung kemih. Karenanya, frekuensi buang air kecil pun meningkat.

Solusinya, atur asupan cairan dengan cara minum lebih banyak saat siang hari dan lebih sedikit di malam hari atau menjelang tidur. Selain itu, kurangi pula konsumsi minuman kafein, seperti: teh, kopi, dan cola.

4. Morning Sickness

Morning sickness cukup umum terjadi pada 12 minggu pertama kehamilan. Sayangnya, kondisi mual ini tak hanya terjadi di pagi hari melainkan setiap saat sepanjang hari (bahkan saat tidur malam). Solusinya, konsumsi minuman herbal (misalnya jahe) atau suplemen rekomendasi dokter.

5. Perut Mulas

Hormon progesteron memberi efek relaksasi pada seluruh bagian tubuh, termasuk otot halus lambung. Hal ini mengakibatkan isi perut dan asam mengalir kembali ke esofagus sehingga menimbulkan gangguan pencernaan. Solusinya, atur waktu yang cukup bagi tubuh untuk mencerna makanan sebelum tidur. Selain itu, hindari makanan yang membuat Anda merasa mulas.

Posisi Tidur Terbaik Selama Trimester Pertama

Selain beberapa solusi di atas, berikut beberapa posisi tidur ibu hamil muda paling ideal yang sangat direkomendasikan:

  • Sleeping on Side (SOS) atau Posisi Tidur Miring

    SOS merupakan posisi tidur ibu hamil muda paling ideal. Coba berbaring pada sisi kiri tubuh. Posisi miring ke kanan dapat meningkatkan tekanan pada liver. Oleh sebab itu, sebaiknya dihindari. Sebaliknya, Anda dianjurkan memosisikan tubuh ke kiri karena memungkinkan asupan oksigen dan nutrisi untuk janin tetap lancar melalui plasenta.

  • Tidur Telentang 

    Telentang merupakan posisi tidur ibu hamil muda paling ideal. Namun, ketika kehamilan makin membesar, hindari posisi tidur ini. Alasannya, uterus yang tumbuh memberikan tekanan pada otot punggung, tulang belakang, pembuluh darah utama, sehingga akan mengubah aliran darah dalam tubuh dan bayi.

Posisi tidur ibu hamil muda yang ideal sebaiknya diikuti agar waktu tidur dapat dijalani dengan berkualitas tanpa membahayakan kesehatan ibu maupun bayi. Konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan apabila kesulitan tidur yang Anda alami tidak juga mereda. 

posisi tidur trimester pertama

MomJunction. https://www.momjunction.com/articles/important-sleeping-positions-pregnancy-first-trimester_0022645/
Diakses pada September 2018

National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4935047/
Diakses pada September 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed