Jenis Pengobatan Kanker Payudara dari Tradisional hingga Medis


Obat tradisional kanker payudara antara lain bawang putih, kunyit, teh hijau, dan pare. Sementara pengobatan medisnya radioterapi, operasi, kemoterapi, dan terapi hormon.

0,0
29 Sep 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pengobatan kanker payudara tradisional dan medis bisa jadi pilihanPengobatan kanker payudara perlu dilakukan sedini mungkin
Mengalami kanker payudara bisa membuat Anda mencari berbagai pilihan pengobatan, mulai dari pengobatan medis hingga alternatif atau tradisional. Deretan obat tradisional tersebut sebenarnya sudah sering Anda jumpai. Sebut saja bawang putih, kunyit, teh hijau, dan pare. Sementara untuk pengobatan medisnya, metode kemoterapi, radioterapi, hingga operasi juga bisa dilakukan.Kanker payudara adalah kanker yang mulai terbentuk dari sel-sel di payudara. Penyakit ini merupakan kanker paling umum dan paling mematikan bagi wanita. Menurut WHO, ada sekitar 2,1 juta orang wanita di dunia yang didiagnosis menderita kanker payudara setiap tahunnya. Jadi penting untuk mengetahui obat kanker payudara dengan tepat.

Obat tradisional kanker payudara

Berikut ini nama bahan-bahan yang bisa Anda coba sebagai obat tradisional kanker payudara. Ada bawang putih, kunyit, teh hijau, daun belalai gajah, bajakah, pare, dan brotowali.
Bawang putih obat tradisional kanker payudara
Bawang putih adalah obat tradisional kanker payudara

1. Bawang putih

Selain digunakan sebagai penyedap rasa, bawang putih juga dapat berfungsi sebagai obat tradisional kanker payudara. Kandungan senyawa ajoene di dalam bawang putih sanggup memperlambat produksi sel-sel kanker.Selain itu, sifat antikanker bawang putih juga berasal dari kadar sulfida organik dan polisufidanya yang tinggi. Ekstrak bawang putih juga dapat mengeliminasi zat karsinogen penyebab kanker, meningkatkan enzim detoksifikasi dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

2. Kunyit

Obat tradisional kanker payudara selanjutnya yaitu kunyit. Kandungan senyawa kurkumin yang begitu tinggi di dalam tanaman herbal ini merupakan antioksidan yang diklaim efektif menghambat perkembangan sel kanker di area paru, payudara, kulit dan lambung.Selain itu, sebuah riset juga menyebutkan, senyawa kurkumin sanggup menghambat pertumbuhan sel kanker di semua stadium. Tanaman yang kerap dijadikan bahan minuman dan makanan ini juga dapat meningkatkan kadar antioksidan alami dalam tubuh.
Teh hijau bisa menjadi obat tradisional kanker payudara,
karena mengandung polifenol sebagai antikanker.

3. Teh hijau

Senyawa polifenol di dalam teh hijau juga berperan sebagai zat antikanker. Sebuah riset menyebutkan tanaman ini efektif melawan tumor dan mutasi genetik.Menurut sebuah penelitian, para 472 pasien yang mengidap kanker payudara stadium I dan II yang mengonsumsi lebih dari 5 cangkir teh hijau per hari (rata-rata 8 gelas) menunjukkan tingkat kekambuhan kanker payudara yang lebih rendah sebesar 16,7%, daripada mereka yang mengonsumsi kurang dari 4 cangkir per hari.Namun pada pasien kanker payudara stadium III, teh hijau tidak menunjukkan penurunan kekambuhan karena pada stadium ini sudah banyak terjadi perubahan genetik dalam sel.

4. Daun belalai gajah

Daun belalai gajah mengandung senyawa antikanker alkaloid yang kerap digunakan dalam kemoterapi modern.Kemampuan tanaman ini dalam menangkal radikal bebas juga berasal dari kandungan berbagai antioksidannya yang tinggi seperti terpenoid, flavonoid, steroid, saponin, asam fenolik, dan tanin.

5. Bajakah

Sebuah riset dari laboratorium Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, mengklaim tanaman Bajakah mengandung 40 macam senyawa penyembuh kanker. Meski demikian, dibutuhkan riset lebih jauh untuk membuktikan kebenaran ini.Sejak dahulu, tanaman ini memang sudah digunakan masyarakat pedalaman Dayak untuk mengobati berbagai penyakit. Bajakah mudah ditemukan di hutan pedalaman Kalimantan.
Pare obat tradisional kanker payudara
Pare obat tradisional kanker payudara

6. Pare

Meski memiliki cita rasa yang pahit, pare menawarkan segudang khasiat bagi kesehatan tubuh, termasuk mencegah kanker payudara.Kandungan antioksidan seperti flenol dan flavonoid dalam tanaman ini berfungsi melawan radikal bebas, yang dapat melemahkan fungsi ginjal serta menimbulkan beberapa penyakit seperti diabetes dan kanker. Selain itu, pare juga mengandung vitamin C yang berlimpah dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh.Kandungan antioksidan flavonoid seperti α-karoten, β-karoten, lutein, dan zeaxanthin dalam pare juga dapat meningkatkan kualitas penglihatan mata, terutama di malam hari. Antioksidan ini juga berfungsi mengurangi efek penuaan.

7. Brotowali

Kandungan antioksidan melanoma dan flavonoid dalam daun brotowali berfungsi melawan radikal bebas penyebab kanker payudara. Kandungan ekstrak batang brotowali memiliki potensi terhadap antikanker.Meski memiliki begitu banyak manfaat kesehatan, sebaiknya Anda hanya memanfaatkan tanaman herbal tersebut untuk pengobatan pendamping, bukan pengobatan utama. Untuk mendapatkan pengobatan utama bagi gangguan kesehatan yang Anda alami, berkonsultasilah dengan dokter. Termasuk untuk penyakit kanker payudara.

Pengobatan medis kanker payudara

Kemoterapi untuk mengobati kanker
Ada banyak jenis pengobatan medis kanker payudara
Pengobatan kanker payudara bertujuan untuk menghilangkan kanker sebanyak mungkin dan mencegah penyakit tersebut terjadi lagi. Pengobatan tersebut dapat berupa:

8. Radioterapi

Terapi radiasi adalah salah satu pengobatan kanker payudara untuk menghancurkan kanker di dalam payudara dan jaringan sekitarnya, seperti kelenjar getah bening. Radioterapi dilakukan dengan memancarkan sinar berenergi, seperti sinar X, ke area payudara untuk membunuh sel kanker.Terapi ini bisa berlangsung 3-6 minggu.Sama seperti semua jenis pengobatan, radioterapi pada kanker payudara juga berpotensi menimbulkan efek samping. Efek samping tersebut dapat berulang kelelahan, ruam merah di area radiasi, ataupun payudara bengkak.

9. Operasi

Operasi kanker payudara dapat dilakukan dengan mengangkat area tumor (lumpektomi) atau payudara secara keseluruhan (mastektomi). Lumpektomi umumnya direkomendasikan bila tumor atau kanker yang masih berukuran kecil.Tergantung prosedur operasi yang dipilih, sejumlah efek samping bisa saja terjadi. Efek samping ini bisa berupa perdarahan, nyeri payudara, timbul infeksi, hingga bengkaknya area lengan.

10. Kemoterapi

Kemoterapi adalah terapi menggunakan obat untuk menghancurkan sel yang berkembang dengan pesat, seperti sel kanker. Kemoterapi umumnya direkomendasikan bila kanker payudara berpotensi menyebar ke area tubuh lain atau bisa kembali lagi, setelah operasi.Pengobatan ini bisa saja menimbulkan sejumlah efek samping tergantung pilihan obat. Beberapa obat yang biasa dipakai untuk kemoterapi terapi kanker payudara adalah anthracyclines, taxanes, capecitabine, ixabepilone, dan mitoxantrone. Sedang efek samping yang umum terjadi setelah kemoterapi adalah rambut rontok, mual, muntah, dan kelelahan.

11. Terapi hormon

Terapi hormon biasanya dipilih pada kasus kanker payudara yang sensitif akan hormon. Terapi ini bisa dilakukan sebelum atau setelah operasi untuk menurunkan potensi terjadinya kembali kanker payudara. Bila kanker sudah menyebar, terapi ini bisa dipilih sebagai upaya untuk mengontrol dan menyusutkan ukuran kanker.Terapi hormon bisa menggunakan beberapa jenis obat, yaitu obat untuk mencegah hormon menempel dengan sel kanker, obat untuk menghentikan pembuatan estrogen setelah menopause, ataupun obat untuk menghentikan produksi hormon di ovarium.Terapi ini juga dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti keringat dingin, vagina kering, dan hot flashes.

12. Terapi target dan immunotherapy

Terapi target berfungsi untuk mendorong sistem imun membantu menghancurkan sel kanker. Sistem imun mungkin tidak menyerang sel kanker karena sel tersebut memproduksi protein untuk menyamarkan dirinya.Terapi target bisa merusak protein tersebut. Terapi ini dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti diare, gangguan hati, dan perubahan pada kulit, rambut, ataupun kuku.

Bagaimana memilih pengobatan kanker payudara yang tepat?

Dokter umumnya akan merekomendasikan satu atau beberapa pilihan penanganan untuk pasien. Rekomendasi ini didasari pada jenis kanker payudara yang diderita serta ukuran dan stadium kanker. Usia dan kondisi kesehatan pasien juga bisa menjadi bahan pertimbangan pilihan penanganan.Meski demikian, keputusan tetap ada di tangan pasien. Oleh karena itu, beberapa saran berikut bisa dilakukan:
  • Diskusikan setiap saran pilihan penanganan secara detail dengan dokter, seperti manfaat dan risikonya, dan dampaknya pada kehidupan setelahnya.
  • Coba ikut komunitas kanker payudara, sehingga bisa mencari tahu lebih banyak seputar pengobatan penyakit ini.
Ada berbagai pilihan pengobatan kanker payudara yang masing-masing memiliki manfaat maupun efek samping. Oleh karena itu, diskusikan matang-matang sebelum memilih dan pilihlah secara bijak.
kanker payudarakemoterapitumor jinak payudara
Healthline. https://www.healthline.com/health/breast-cancer
Diakses pada 28 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cancer/diagnosis-treatment/drc-20352475
Diakses pada 28 September 2020
WebMD. https://www.webmd.com/breast-cancer/breast-cancer-treatment
Diakses pada 28 September 2020
World Health Organization. https://www.who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
Diakses pada 28 September 2020
Journal USD.
https://e-journal.usd.ac.id/index.php/JFSK/article/view/2020
Diakses pada 26 Februari 2020
Kementerian Kesehatan RI.
https://www.litbang.kemkes.go.id/jalan-panjang-pengembangan-obat-kanker/
Diakses pada 26 Februari 2020
NCBI.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3600186/
Diakses pada 26 Februari 2020
NCBI.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5824026/
Diakses pada 26 Februari 2020
Researchgate.
https://www.researchgate.net/publication/230808411_Anti-cancer_activity_of_Curcuma_longa_linnTurmeric_Journal_of_Pharmacy_Research
Diakses pada 26 Februari 2020
NCBI.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1193558/
Diakses pada 26 Februari 2020
Researchgate
https://www.researchgate.net/publication/223827582_Allium_sativum_Garlic_and_cancer_prevention
Diakses pada 26 Februari 2020
Researchgate.
https://www.researchgate.net/publication/235329807_Typhonium_flagelliforme_inhibits_cancer_cell_growth_in_vitro_and_induces_apoptosis_-_An_evaluation
Diakses pada 26 Februari 2020
NCBI.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5630406/
Diakses pada 26 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait