Berbagai Macam Bahaya Produk Kosmetik, Termasuk Pewarna Rambut

Berbagai produk kecantikan di pasaran, termasuk cat rambut, ternyata memiliki sederetan kandungan berbahaya.
Produk kecantikan yang biasa Anda jumpai, termasuk pewarna rambut, ternyata menyimpan bahaya tersendiri.

Di balik penampilan yang cantik berkat penggunaan produk kosmetik, ada bahaya yang mengintai. Beberapa kandungan di dalam produk kosmetik, ternyata tidak aman bagi kulit. Oleh karena itu, sebagai konsumen, Anda harus cermat dalam memilih produk kecantikan.

Berikut ini beberapa produk kosmetik yang rentan memiliki kandungan berbahaya. Dengan mengetahuinya, Anda bisa menemukan solusi dalam mencari produk kosmetik yang aman.

1. Produk Kosmetik Pelurus Rambut

Risiko:

Perawatan rambut keratin dapat membuat rambut lurus dan halus dengan mudah. Perawatan ini sering diklaim bebas formaldehida, tetapi para ahli menemukan bahan kimia berkonsentrasi tinggi dalam lebih dari setengah sampel. Paparan jangka panjang untuk formaldehida dapat menyebabkan kanker. Jangan terlalu sering menggunakan pelurus rambut. Bahkan, lebih baik Anda menghindari penggunaannya.

Solusi:

Sebagi alternatif untuk menghindari bahaya produk kecantikan yang satu ini, gunakanlah kondisioner. Dengan menggunakan kondisioner, rambut akan terlihat lebih lurus walaupun daya tahannya tidak selama hasil pelurus rambut.

2. Cat Rambut Permanen

Risiko:

Meskipun hingga saat ini belum ada penelitian yang dapat menunjukkan bahaya penggunaan pewarna rambut terhadap kemungkinan timbulnya kanker, parah ahli kesehatan tetap menyarankan Anda untuk tidak terlalu sering memakainya. Sebenarnya, belum ada juga penelitian yang menemukan bahwa pewarna rambut dapat memberikan ancaman selama kehamilan.

Namun, tetap saja, para ahli kesehatan merekomendasikan ibu hamil untuk setidaknya menunggu hingga trimester kedua jika ingin melakukan pengecatan rambut, agar lebih aman.

Solusi:

Alternatif dari penggunaan bahan pewarna kimia adalah dengan menggunakan pewarna rambut berbasis tumbuhan, termasuk pewarna henna dan yang berbahan sayuran. Pewarna tanpa kandungan bahan kimia yang keras ini, tetap bisa mengubah warna rambut. Meski demikian, pewarna herbal ini memiliki sejumlah kekurangan.

Sebagian besar pewarna alami ini, tidak akan menghasilkan perubahan warna yang dramatis, dan hasilnya cenderung memudar lebih cepat, daripada pewarna permanen. Solusi berikutnya adalah dengan teknik highlight di salon. Penutup khusus atau pembungkus rambut foil mencegah pewarna pada rambut menyentuh kulit kepala. Sehingga, bahan kimia tidak terserap oleh kulit.

3. Lensa Kontak

Risiko:

Lensa berwarna atau bermotif tidak dapat memperbaiki penglihatan Anda. Seringkali, lensa kontak hanya membantu mengubah tampilan Anda. Lensa kontak sangat berisiko terhadap kesehatan mata, bahkan bisa menyebabkan kebutaan.

Jika memakai lensa kontak, Anda harus mempelajari pemasangan, cara membersihkan, serta merawatnya dengan benar. Bahkan jika Anda hanya menggunakannya dalam jangka waktu pendek.

Solusi:

Jika memang Anda membutuhkan lensa kontak, berkonsultasilah dengan dokter spesialis mata. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan ukuran lensa kontak yang sesuai, dan mempelajari cara merawatnya dengan tepat. Belilah lensa kontak berdasarkan resep dokter. Ikuti petunjuk dokter, untuk menghindari risiko cedera pada mata.

4. Paraben

Risiko:

Paraben adalah bahan pengawet yang paling umum ditemukan dalam kosmetik, termasuk makeup, pelembap, dan produk perawatan rambut. Sebuah studi menemukan adanya paraben pada tumor payudara. Namun, studi tersebut tidak menunjukkan, bahwa paraben sebenarnya menyebabkan kanker. Meski demikian, kandungan paraben tetap harus diwaspadai.

Solusi:

Jika khawatir terhadap kandungan paraben, Anda dapat mencari dan memilih produk kecantikan bebas paraben. Kosmetik atau makeup memang cenderung gampang rusak tanpa adanya bahan pengawet, tetapi paraben bukan satu-satunya pilihan. Beberapa produk menggunakan vitamin C (asam askorbat) atau vitamin E (tocopheryl acetate) sebagai pengawet. Pilihlah produk yang menggunakan kandungan yang lebih alami tersebut.

Untuk mengetahui daftar kosmetik berbahaya, Anda bisa mengakses situs Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ratusan produk kosmetik tersebut antara lain mengandung bahan berbahaya, seperti merkuri dan hidrokinon.

WebMD. https://www.webmd.com/beauty/ss/slideshow-truth-about-beauty-product-dangers
Diakses pada 29 Januari 2019

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.
https://www.pom.go.id/new/admin/dat/20181114/141118_LampiranPublicWarning.pdf
Diakses pada 19 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed