Macam-Macam Alergi Kulit dan Cara Membedakannya


Ada macam-macam alergi kulit. Mengetahui perbedaan macam-macam alergi kulit dan penyebabnya akan memudahkan penanganan serta pengobatannya.

0,0
14 Dec 2020|Azelia Trifiana
Mengenal macam-macam jenis alergi kulitMengetahui jenis alergi akan mempermudah pengobatannya
Meski reaksinya terlihat sama, seperti iritasi, kemerahan, gatal, bengkak, dan lain sebagainya, tahukah Anda jika ada macam-macam alergi kulit? Mengetahui perbedaan macam-macam alergi kulit dan penyebabnya akan memudahkan penanganan serta pengobatannya.Meski begitu ada kesamaan di antara berbagai jenis alergi kulit, yaitu penyebabnya. Alergi kulit terjadi karena ada alergen yang membuat sistem imun bereaksi. Mencatat apa saja hal yang berpotensi menjadi alergen juga dapat membantu menelusuri pemicu dengan tepat.

Macam-macam alergi kulit

Berikut ini beberapa jenis alergi berdasarkan kondisi kulit yang berbeda, yaitu:

1. Biduran dan angioedema

perempuan sedang menggaruk lengan kirinya
Rasa gatal akibat biduran
Orang lebih sering menyebut hives sebagai biduran, sementara istilah medisnya adalah urtikaria. Ciri-ciri utamanya adalah kulit berwarna kemerahan, gatal, dan mengalami pembengkakan. Bentuknya beragam, bisa muncul di bagian tubuh manapun.Sementara angioedema adalah pembengkakan yang terjadi di lapisan bawah kulit. Kondisi ini tidak selalu berwarna kemerahan dan menyebabkan gatal. Umumnya, angioedema terjadi di kelopak mata, bibir, lidah, tangan, dan juga kaki.Sebagian besar kasus hives dan angioedema bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, ada juga orang yang mengalami kondisi kronis sehingga perlu waktu berbulan-bulan hingga tahunan hingga mereda.Penyebab alergi kulit yang satu ini bisa karena makanan tertentu, konsumsi obat, dan gigitan serangga. Tak hanya itu, infeksi bakteri dan virus juga dapat menyebabkan seseorang mengalami biduran akut.Faktor lain seperti temperatur, olahraga, tekanan, dan paparan sinar matahari juga berperan dalam munculnya hives serta angioedema.

2. Dermatitis

tangan kemerahan
Dermatitis kerap ditandai dengan kulit kemerahan dan gatal
Dermatitis adalah peradangan kulit hingga berwarna kemerahan, bersisik, dan terasa gatal. Ada dua jenis dermatitis yang paling umum terjadi, yaitu:
  • Dermatitis atopik

Disebut juga dengan eksim, dermatitis atopik adalah kondisi kulit yang bisa dialami sejak masih bayi atau anak-anak. Umumnya muncul kelainan berupa gatal dan bintil-bintil pada area lipatan kulit. Kondisi ini dapat dipicu alergen seperti bahan makanan (kacang, telur, seafood, dll), debu, udara dingin, dan banyak dijumpai pada pasien asma dan yang memiliki riwayat rinitis alergi.Selain itu, infeksi bakteri pada kulit juga bisa menyebabkan dermatitis atopik. Cara paling ampuh untuk menghindari kambuhnya eksim adalah dengan menghindari pemicunya.Saat terasa gatal, hindari menggaruk karena bisa menyebabkan luka. Berikan kompres es batu atau krim antiperadangan untuk meredakan gejala eksim.
  • Dermatitis kontak

Peradangan ini terjadi ketika zat tertentu menyentuh kulit secara langsung. Ada dua jenisnya, yaitu akibat iritan dan alergi. Jika dipicu iritan, area kulit bisa mengalami luka dan menimbulkan rasa nyeri. Ini kerap terjadi di tangan saat harus bekerja menyentuh zat penyebab radang.Sementara jika disebabkan karena alergi, reaksinya adalah kondisi kulit menjadi gatal, merah, dan muncul luka. Ini terjadi karena sentuhan langsung dengan jelatang atau poison ivy. Zat resin bernama urushiol di dalamnya menjadi pemicu.Selain itu, pemicu lain dari alergi dermatitis kontak adalah produk dengan kandungan karet, parfum, dan juga nikel. Krim antibiotik yang mengandung neomycin juga dapat menimbulkan reaksi alergi.

Mengenali penyebab alergi kulit

Bukan perkara mudah merunut apa penyebab alergi kulit seseorang karena setidaknya ada 3.700 objek yang berpotensi menjadi alergen. Beberapa hal yang kerap menjadi pemicu di antaranya: beberapa jenis alergi berdasarkan kondisi kulit yang berbeda, yaitu:
  • Nikel yaitu metal yang biasa ada di perhiasan, sabuk, ritsleting, atau pengait bra kerap menjadi pemicu dermatitis kontak
  • Pewangi yang ada di parfum, lotion, dan produk semacamnya
  • Zat kimia yang ada di produk pembersih ruangan, tabir surya, kosmetik, dan pewarna rambut
  • Krim antibiotik yang mengandung bacitracin dan neomycin
  • Latex yang ada di produk seperti balon, sarung tangan sekali pakai, dan kondom
  • Tanaman poison ivy
Cara termudah untuk mencegah terjadinya alergi kulit adalah dengan menghindari pemicunya. Selain itu, dokter juga dapat membantu mencari tahu apa pemicu alergi lewat patch test, atau uji cukit kulit (skin prick test). Beberapa jenis alergen akan ditempelkan ke kulit. Setelah beberapa hari, akan dilihat alergen mana yang menimbulkan reaksi alergi.Setelah mengetahui apa jenis alergi yang dialami serta pemicunya, baru bisa dicari tahu langkah penanganan paling efektif.

Catatan dari SehatQ

Sebagian besar kasus alergi kulit bisa mereda dengan sendirinya. Jika terasa tidak nyaman, coba berikan kompres dingin, lotion, serta mengenakan pakaian longgar.Untuk berdiskusi lebih lanjut apakah alergi yang tak kunjung mereda termasuk kronis atau tidak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
alergialergi akibat sengatan lebahrhinitis alergi
AAAAI. https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/library/allergy-library/allergic-skin-conditions
Diakses pada 28 November 2020
WebMD. https://www.webmd.com/allergies/skin-allergy-types-triggers
Diakses pada 28 November 2020
ACAAI. https://acaai.org/allergies/types/skin-allergies
Diakses pada 28 November 2020
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/rash/article.htm
Diakses pada 28 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait