Lutein, Vitamin untuk Mata yang Juga Bisa Jaga Kulit dari Sinar UV


Lutein adalah vitamin yang berkaitan erat dengan vitamin A. Lutein seringkali ditemukan pada sayuran berwarna kuning dan oranye. Senyawa ini sangat penting untuk kesehatan mata.

0,0
27 Jul 2021|Azelia Trifiana
Makanan yang mengandung luteiMakanan yang mengandung lutein
Buah dan sayuran dengan warna pigmen kuning serta oranye berarti memiliki lutein atau karoten. Lutein adalah vitamin yang berkaitan erat dengan vitamin A. Mengonsumsi makanan kaya lutein sangat penting untuk kesehatan mata.Lebih jauh lagi, lutein terkonsentrasi di retina mata. Tak hanya itu, fungsi lutein juga sebagai antioksidan penangkal kerusakan zat radikal bebas. Zat ini juga dapat mengoptimalkan kesehatan pembuluh darah.

Fungsi lutein

Banyak orang menjuluki lutein sebagai vitamin mata. Bahkan biasanya, vitamin ini dikonsumsi secara oral untuk mencegah penyakit mata akibat penuaan atau degenerasi makula.Lalu, apa saja fungsi lutein yang sudah terbukti secara ilmiah atau potensinya?

1. Mengurangi risiko degenerasi makula

Penyakit mata yang menyebabkan gangguan penglihatan pada lansia disebut dengan degenerasi makula. Orang yang mengonsumsi makanan tinggi lutein memiliki risiko lebih rendah mengalaminya.Selain itu, mengonsumsi suplemen lutein selama 36 bulan dapat mengurangi gejala degenerasi makula. Fungsinya semakin meningkat apabila disertai dengan vitamin karoten lain. Namun, tentu perlu konsultasi dan supervisi dokter sebelum mengonsumsinya.

2. Mengurangi risiko katarak

Selain degenerasi makula, fungsi lutein juga dapat menurunkan risiko terjadinya katarak. Lebih spesifik lagi, mengonsumsi suplemen yang mengandung lutein dan zeaxanthin mengurangi risiko katarak yang perlu penanganan berupa operasi.Tak hanya itu, mengonsumsi suplemen lutein dapat memperbaiki penglihatan pada orang berusia lanjut yang sudah menderita katarak.

3. Sumber antioksidan

Lutein merupakan jenis antioksidan yang bisa melindungi tubuh dari stres oksidatif akibat paparan zat radikal bebas. Selain itu, lutein bisa melindungi protein, lemak, dan DNA tubuh dari pemicu stres.Setiap kali mata terpapar oksigen dan cahaya, akan ada produksi radikal bebas. Lutein berperan dalam melawan radikal bebas ini sehingga tidak merusak sel-sel mata.Lebih jauh lagi, antioksidan dari lutein bisa mengurangi efek kolesterol jahat (LDL). Dengan demikian, risiko menumpuknya plak di pembuluh darah juga menurun. Pada saat bersamaan, risiko mengalami penyakit jantung pun berkurang.

4. Potensi melindungi kulit

Sebuah temuan pada tahun 2009 lalu menemukan bahwa efek antioksidan dari lutein dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet.Dalam studi selama dua pekan, tikus laboratorium yang menjalani diet kaya lutein sebanyak 0,4% merasakan perubahannya. Peradangan kulit akibat ultra violet B lebih sedikit ketimbang yang hanya menerima 0,04%.Memperkuat hal itu, ada pula studi dari tim asal Morristown, New Jersey. Tim peneliti menemukan bahwa 46 orang yang mengonsumsi 10 miligram lutein memiliki warna kulit lebih baik.Selain itu, fungsi menjanjikan lain dari lutein adalah melindungi sel-sel kulit dari penuaan dini dan tumor akibat ultraviolet B.Beragam studi tentang fungsi lutein utamanya berkaitan dengan kesehatan mata. Sangat menjanjikan, meski masih perlu elaborasi lebih mendalam lagi. Namun perlu diingat bahwa lutein tidak bisa mengurangi risiko mulai terjadinya penurunan fungsi penglihatan akibat penuaan.

Sumber alami lutein

Hingga kini belum ada rekomendasi pasti berapa asupan harian yang aman untuk suplemen lutein. Sebab, seberapa banyak kebutuhan bergantung pada stres yang dihadapi. Sebagai contoh, perokok aktif mungkin butuh lebih banyak ketimbang mereka yang tidak.Secara umum, konsumsi lutein sebanyak 20 miligram dianggap aman untu korang dewasa. Namun, belum ada patokan pasti berapa asupan yang disebut berlebihan.Namun perlu diwaspadai, mengonsumsi lutein atau karoten lain secara berlebihan dapat menyebabkan perubahan warna kulit menjadi kekuningan.Selain lewat suplemen, ada pula beberapa makanan yang tinggi lutein, beberapa di antaranya adalah:
  • Arugula
  • Asparagus
  • Bayam
  • Brokoli
  • Collard
  • Jagung
  • Kacang polong
  • Kale
  • Labu
  • Swiss chard
  • Telur
  • Toge
  • Ubi
  • Wortel

Catatan dari SehatQ

Mengingat lutein memiliki banyak manfaat, sangat disarankan mengonsumsi makanan tinggi lutein. Apabila diperlukan, suplemen juga bisa menjadi pilihan. Hanya saja, sesuaikan jenis dan dosisnya atas supervisi dokter.Bukan hanya terbukti baik untuk kesehatan mata, lutein juga mengandung antioksidan yang dapat menangkal stres oksidatif akibat paparan zat radikal bebas.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar mitos dan fakta seputar kesehatan mata, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
vitaminmakanan sehatmakanan diet
WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-754/lutein
Diakses pada 10 Juli 2021
Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/learn-about-lutein-2505909
Diakses pada 10 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/lutein-and-zeaxanthin
Diakses pada 10 Juli 2021
Clinics in Dermatology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19168000/
Diakses pada 10 Juli 2021
Clinical, Cosmetic, and Investigational Dermatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5063591/
Diakses pada 10 Juli 2021
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/nutrition/lutein.htm
Diakses pada 10 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait