Luka pada Kornea Mata atau Katarak? Ketahui Perbedaannya

Ulkus kornea atau luka pada kornea mata adalah gangguan mata berwarna putih dan sering dianggap sebagai katarak
Warna putih pada mata tidak hanya disebabkan oleh katarak, tetapi juga dapat disebabkan oleh ulkus kornea atau luka pada kornea mata

Masalah pada mata dapat mengganggu aktivitas sehari-hari yang dilakukan. Salah satu gejala gangguan pada mata adalah munculnya bintik putih pada kornea mata.

Masyarakat biasanya mengasosiasikan bintik putih tersebut dengan katarak. Akan tetapi, warna putih pada mata bisa jadi tanda adanya luka pada kornea mata atau ulkus kornea.

Perbedaan luka di kornea mata dan katarak

Luka di kornea mata sangat berbeda jauh dengan katarak. Keduanya memang memiliki gejala warna mata yang berubah menjadi putih. Namun, warna putih muncul pada daerah mata yang berbeda dan memiliki penyebab yang berbeda pula.

Warna putih pada luka di kornea mata mungkin dapat terlihat dan kadang juga tidak terlihat. Besarnya titik putih yang muncul pada kornea mata tergantung dari besarnya luka di kornea mata.

Selain itu, titik putih muncul pada daerah kornea mata saat ulkus kornea. Pada katarak, warna putih muncul pada bagian lensa mata. Keduanya memperlihatkan seakan-akan mata tertutup oleh suatu lapisan berwarna putih.

Selain itu, gejala luka pada kornea mata dan katarak berbeda. Penderita katarak akan mengalami penglihatan yang kabur, kesulitan melihat di malam hari, membutuhkan cahaya lebih saat membaca, serta melihat objek secara berbayang (double vision) di satu mata saja.   

Selain itu, penderita katarak juga dapat melihat warna pada objek secara kabur, lebih sensitif dengan cahaya dan pantulan cahaya, melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar cahaya, serta sering mengganti ukuran lensa kacamata atau lensa kontak.

Sementara pada penderita luka di kornea mata, penderita dapat mengalami sakit yang parah, munculnya air mata, adanya kotoran atau nanah yang keluar dari mata, penglihatan yang mengabur, mata memerah, serta perasaan bahwa terdapat sesuatu di dalam mata.

Penderita luka di kornea mata juga dapat mengalami rasa sakit saat melihat cahaya yang terang, mengalami pembengkakan pada kelopak mata, dan muncul titik putih pada kornea mata jika ukuran luka cukup besar.

Penyebab luka di kornea mata

Luka di kornea mata dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satu penyebab umum dari luka di kornea mata adalah penggunaan lensa kontak. Memakai lensa kontak dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada kornea mata.

Infeksi bakteri, virus, dan jamur juga dapat menjadi penyebab luka di kornea mata. Infeksi jamur dan bakteri dapat disebabkan oleh lensa kontak yang tidak dibersihkan secara menyeluruh atau dipakai terus menerus bahkan ketika tidur. Meskipun demikian, infeksi jamur di mata merupakan sesuatu yang jarang terjadi.

Sementara, infeksi virus, seperti virus herpes dan virus varicella dapat menimbulkan luka di kornea mata. Gangguan mata yang menyebabkan mata kering atau gangguan yang menyebabkan kesulitan menutup mata dapat meningkatkan risiko luka pada kornea mata.

Selain itu, luka pada kornea mata juga dapat langsung terjadi karena adanya goresan atau luka dari benda-benda, seperti pasir, potongan besi, kaca, dan sebagainya. Paparan cairan kimia pada kornea mata juga dapat menyebabkan luka di kornea mata.

Penyebab katarak

Penderita katarak mengalami masalah pada lensa matanya. Katarak dapat disebabkan oleh cedera, kondisi medis tertentu (seperti diabetes), operasi mata, penggunaan obat-obatan steroid dalam jangka waktu yang lama, atau karena penuaan.

Pada kasus usia, lensa mata menjadi semakin kurang fleksibel, transparan, dan tebal seiring bertambahnya usia. Hal ini dapat memicu kerusakan pada jaringan di lensa mata. Jaringan lensa mata yang rusak menyatu dan membuat kabur bagian tertentu dari lensa mata.

Katarak akan terus berkembang hingga tumpukan jaringan lensa mata yang rusak makin menebal dan menutupi lensa mata. Kesulitan melihat diakibatkan karena cahaya tidak terfokus pada retina akibat rusaknya jaringan lensa mata.

Apakah katarak dapat dicegah?

Katarak merupakan sesuatu yang dapat terjadi karena penuaan, tetapi Anda dapat memperlambat kemunculan atau perkembangan katarak dengan mengonsumsi buah-buahan, sayuran berdaun hijau, dan makanan yang kaya antioksidan.

Selain itu, Anda juga bisa menghambat perkembangan katarak dengan menggunakan kacama hitam dan topi untuk menghindari paparan sinar ultraviolet matahari ke mata, serta tidak atau berhenti merokok.

Bila Anda berusia lebih dari 60 tahun, maka Anda perlu untuk mengikuti pemeriksaan tes mata, setidaknya sekali tiap dua tahun untuk mengecek ada tidaknya kemunculan katarak pada mata.

Konsultasikan dengan dokter

Mata adalah organ yang penting bagi tubuh, karenanya segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami masalah dengan mata Anda. Penanganan dini dapat mencegah masalah pada mata menjadi semakin parah.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/symptoms-causes/syc-20353790
Diakses pada 24 April 2019

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/corneal_ulcer/article.htm
Diakses pada 24 April 2019

National Eye Institute. https://nei.nih.gov/health/cataract/cataract_facts
Diakses pada 12 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/corneal-ulcer#1
Diakses pada 24 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed