logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Herpes Labialis di Sekitar Mulut: Penyebab hingga Cara Mengatasi

open-summary

Belum ada obat khusus untuk menangani herpes labialis. Sama seperti virus lainnya, kondisi ini bisa berulang tanpa gejala apa pun. Penanganan herpes labialis paling tepat ketika mulai terasa sensasi terbakar di sekitar bibir atau wajah.


close-summary

25 Mar 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Herpes labialis menyebabkan luka kemerahan di sekitar mulut

Belum ada obat khusus untuk menangani herpes labialis yang biasanya menimbulkan gejala luka di bibir

Table of Content

  • Penyebab herpes labialis
  • Gejala herpes labialis
  • Cara mengatasi herpes labialis 
  • Pesan dari SehatQ

Jika ada luka berwarna kemerahan dan berisi air di sekitar mulut atau lepuhan kecil, bisa jadi itu adalah herpes labialis. Bahkan pada beberapa kasus yang lebih jarang, herpes labialis bisa muncul di hidung, jari, bahkan area dalam mulut. 

Advertisement

Biasanya, herpes labialis akan bertahan setidaknya selama 2 minggu. Belum ada obat khusus untuk menangani herpes di bawah hidung ini. Sama seperti virus lainnya, kondisi ini bisa berulang tanpa gejala apa pun. 

Baca Juga

  • Perlukah Pakai Masker Sebagai Cara Pencegahan Virus Corona? Ini Penjelasannya
  • Luhut: Puncak Gelombang Omicron di Februari, Transmisi Lokal Tertinggi di Jakarta
  • Wimar Witoelar Meninggal Dunia Akibat Sepsis, Apa Itu?

Penyebab herpes labialis

Herpes labialis terjadi karena virus herpes simplex tipe 1 (HSV-1), berbeda dengan virus herpes simplex tipe 2 (HSV-2) yang menyebabkan herpes genital. Kedua jenis virus ini menyebabkan munculnya luka berwarna kemerahan yang menimbulkan rasa nyeri.

Herpes termasuk penyakit yang mudah menular, bahkan jika lukanya tidak terlihat sekalipun. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan penularan di antaranya:

  • Berciuman dengan penderita herpes labialis
  • Menggunakan peralatan kosmetik yang sama
  • Berbagi makanan dengan peralatan makanan yang sama
  • Seks oral dengan penderita herpes labialis
  • Menggunakan sikat gigi yang sama dengan penderita

Virus herpes simplex ini tidak bisa benar-benar pergi dari tubuh penderitanya. Bahkan, kemungkinan terjadinya infeksi berulang tetap ada, terutama, ketika penderitanya sedang mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh. Sebut saja saat sedang sakit, kelelahan, atau stres berlebih.

Beberapa kondisi yang rentan menyebabkan reaktivasi virus herpes simplex adalah:

  • Demam
  • HIV/AIDS
  • Menstruasi
  • Luka bakar parah
  • Eksim
  • Kemoterapi
  • Masalah gigi

Gejala herpes labialis

Sebelum luka akibat herpes labialis muncul, penderitanya akan merasakan beberapa sensasi yang termasuk gejalanya, yaitu:

  • Sensasi terbakar di sekitar bibir atau wajah
  • Muncul luka berwarna merah
  • Luka berisi cairan
  • Jika disentuh, luka akan terasa sangat nyeri
  • Bisa muncul lebih dari satu luka
  • Rasa tidak nyaman pada mata

Khusus untuk gejala yang terakhir yaitu munculnya sensasi tidak nyaman pada mata, sebaiknya segera hubungi dokter ketika merasakannya. Ini penting karena infeksi akibat virus herpes simplex bisa menyebabkan kebutaan permanen apabila tidak ditangani dengan tepat.

Saat yang paling tepat untuk memulai pengobatan adalah ketika merasakan sensasi terbakar di sekitar bibir atau wajah. Pada tahap ini, biasanya belum ada luka kemerahan yang muncul.

Ketika luka kemerahan ini sudah muncul di sekitar bibir, maka bisa bertahan hingga dua minggu. Kemungkinan penularan terhadap orang lain masih ada selama periode ini. Bahkan, luka bisa saja tidak muncul hingga 20 hari setelah terkena virus herpes simplex.

Berdasarkan tingkatan rasa sakitnya, ada 5 tahapan terjadinya herpes labialis:

  • Tahap 1: Rasa gatal dan sensasi terbakar di sekitar mulut dan wajah, luka belum terlihat
  • Tahap 2: 24 jam kemudian, muncul luka berisi cairan
  • Tahap 3: Luka mulai pecah dan menyebabkan rasa sakit yang semakin besar
  • Tahap 4: Luka mulai mengering dan mengelupas, menyebabkan rasa gatal dan kulit menjadi kering
  • Tahap 5: Bekas luka mengelupas dan luka perlahan sembuh

Perlu diingat bahwa setiap orang bisa tertular herpes labialis meskipun tidak ada luka yang terlihat. Untuk itu, sebaiknya hindari kontak langsung dengan orang yang mengalami gejala atau menggunakan peralatan pribadi bersamaan dengan orang lain.

Cara mengatasi herpes labialis 

Seperti yang disebutkan di atas, tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan herpes labialis. Meski demikian, ada beberapa cara untuk mengatasi gejalanya:

1. Ointment

Menggunakan krim atau ointment bisa dilakukan jika luka benar-benar terasa sakit hingga mengganggu aktivitas. Cara penyembuhan ini akan efektif jika langsung dioleskan saat luka pertama kali muncul. Bergantung pada dosis dari dokter, krim atau ointment perlu diaplikasikan 4-5 kali dalam sehari.

2. Obat

Konsumsi obat seperti acyclovir, valacyclovir, atau famciclovir juga bisa digunakan untuk mengatasi herpes labialis. Obat-obatan tersebut termasuk penggolongan obat yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Tanyakan kepada dokter berapa dosis yang tepat bergantung pada kondisi masing-masing.

3. Kompres es

Memberikan kompres es batu atau mengaplikasikan gel dingin berbahan lidah buaya juga bisa meredakan rasa nyeri akibat luka herpes labialis. Cara ini juga bisa menjaga luka dari kuman atau bakteri. Namun sebelum melakukannya sendiri di rumah, tanyakan kepada dokter apakah boleh dilakukan.

Pesan dari SehatQ

Ketika mengaplikasikan beberapa pilihan di atas, pastikan tangan selalu dalam kondisi bersih. Selain itu, cuci kembali tangan dengan air dan sabun setelah mengaplikasikannya untuk menghindari kontaminasi area kulit lainnya.

Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

herpesinfeksi virusherpes simplex tipe 1

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved