Luka Gigitan Hewan Bisa Sebabkan Infeksi, Ketahui Cara Penanganan Daruratnya

(0)
29 Jul 2020|Azelia Trifiana
Luka gigitan hewan dapat menjadi jalan masuk bakteriGigitan hewan dapat menjadi jalan masuk bakteri
Setiap orang bisa mengalami infeksi dari luka gigitan hewan, utamanya kucing dan anjing. Pemicu infeksi umumnya karena luka gigitan ini terjadi di tangan atau jari-jari, bagian tubuh yang butuh waktu lebih lama melawan infeksi. Belum lagi jika ada kontaminasi bakteri dari mulut hewan maupun kulit korban.Infeksi terjadi ketika bakteri masuk lewat luka terbuka di tubuh manusia. Ketika bakteri berkembang biak, respons sistem imun yang paling umum muncul adalah pembengkakan dan peradangan. Jika dibiarkan, luka gigitan hewan bisa mengancam nyawa.

Jenis infeksi luka gigitan hewan

Meski demikian, luka gigitan hewan yang hanya di permukaan kulit seperti goresan umumnya tidak menimbulkan infeksi. Jenis luka gigitan hewan yang kerap memicu infeksi adalah:

1. Gigitan anjing

Secara alami, anjing bisa menggigit ketika merasa takut, antusias, terluka, atau sebagai bentuk pertahanan diri. Seluruh jenis anjing memiliki potensi menggigit manusia. Anak-anak lebih berisiko mengalami gigitan anjing dibandingkan dengan orang dewasa. Selain itu gigitan anjing yang terkena rabies dapat membuat Anda tertular rabies.

2. Gigitan kucing

Gigi kucing cukup tajam untuk menyebabkan luka tusuk yang sulit dibersihkan. Biasanya, bentuk luka gigitan kucing adalah tusukan kecil namun dalam. Ketika luka seperti ini muncul, bakteri bisa terperangkap di dalam luka.

3. Gigitan hewan buas

Selain gigitan anjing dan kucing, hewan buas seperti kelelawar, rakun, serigala, dan lainnya bisa menyebabkan infeksi rabies. Penyakit rabies termasuk yang mengancam nyawa penderitanya. Jadi, jangan tunda penanganan medis darurat ketika tergigit hewan buas seperti ini.Dengan penanganan medis tepat, luka dapat dipastikan benar-benar bersih dan terawat. Jenis luka terbuka akibat gigitan hewan buas harus dirawat dengan baik agar tidak menjadi tempat timbulnya bakteri penyebab infeksi.Tak hanya bakteri dari lingkungan sekitar yang masuk ke dalam luka terbuka, hewan itu sendiri bisa menjadi pembawa bakteri. Entah itu lewat air liur atau memang sudah ada di dalam mulutnya.Belum lagi, gigitan hewan biasanya bersifat polymicrobial artinya ada beberapa spesies bakteri sekaligus di dalamnya. Contohnya tetanus, penyakit akibat bakteri yang menyerang sistem saraf manusia. Ini adalah kondisi serius yang harus segera mendapat penanganan medis.

Gejala infeksi akibat gigitan hewan

Gejala infeksi yang paling umum muncul setelah seseorang tergigit hewan adalah:
  • Kulit kemerahan dan bengkak
  • Keluar nanah atau cairan dari luka
  • Hilang sensasi di area sekitar luka
  • Demam hingga menggigil
  • Keringat berlebih di malam hari
  • Kelelahan
  • Kesulitan bernapas
  • Otot lemah atau tremor
Jika hanya salah satu dari gejala-gejala di atas yang muncul, tetap upayakan mencari pertolongan darurat sesegera mungkin. Faktor risiko lain yang meningkatkan risiko seseorang mengalami infeksi di antaranya jika luka tidak langsung dibersihkan, muncul luka cukup dalam, hingga sistem kekebalan tubuh yang menurun.Ketika memeriksakan diri ke dokter, selain pemeriksaan tentang kronologi kejadian dokter juga akan melakukan X-ray untuk mengidentifikasi apakah infeksi sudah menyebar ke tulang. Utamanya, ini dilakukan jika luka gigitan terjadi di tangan atau jari.Pemeriksaan darah juga bisa membantu mendiagnosis apakah virus sudah menyebar melalui darah atau sepsis. Terjadinya sepsis dan infeksi yang menyebar hingga ke tulang adalah kondisi yang bisa mengancam nyawa seseorang.Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk mencegah munculnya infeksi. Biasanya, rangkaian perawatan berlangsung selama 5-10 hari bergantung pada seberapa parah kondisinya.

Penanganan darurat luka gigitan hewan

Terlepas dari ada tidaknya layanan medis untuk penanganan luka gigitan hewan, setiap orang harus tahu langkah penanganan darurat yang harus dilakukan, di antaranya:
  • Cuci bersih area luka dengan sabun dan air mengalir
  • Tutupi area luka dengan perban yang bersih
  • Jika luka cukup dalam dan berdarah secara aktif, tekan areanya agar pendarahan berhenti
  • Menekan area luka harus dengan kain yang bersih
Infeksi akibat luka gigitan hewan umumnya muncul dalam waktu 24-48 jam setelah kejadian. Untuk itu, korban harus terus melihat apakah ada indikasi terjadinya infeksi dengan jeli. Ini penting untuk menghindari risiko terjadinya komplikasi berbahaya.
hidup sehatpola hidup sehatbekas luka
Healthline. https://www.healthline.com/health/animal-bite-infections
Diakses pada 12 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/animal-bite-infections
Diakses pada 12 Juli 2020
Medscape. https://www.medscape.com/viewarticle/739023_4
Diakses pada 12 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait