Luka Diabetes Tidak Bisa Dianggap Enteng

(0)
Luka di kaki penderita diabetes biasanya terjadi karena memakai sepatu yang terlalu sempit atau adanya kerikil di dalam sepatu.Luka diabetes paling banyak berlokasi di kaki
Diabetes melitus tipe 2 atau dikenal pula dengan istilah kencing manis adalah suatu kondisi tingginya kadar gula dalam darah, jika tidak ditangani dengan baik, diabetes tipe dua dapat memicu berbagai komplikasi, bahkan penyakit kronis yang fatal. Berbagai komplikasi penyakit yang berisiko dialami penderita diabetes bisa berupa rusaknya saraf-saraf pada kulit yang menyebabkan rasa baal atau mati rasa akibat kadar gula yang tinggi. Keadaan ini menjadi risiko terjadinya luka diabetes.Proses penyembuhan luka diabetes sulit terjadi dalam waktu cepat. Oleh sebab itu, diperlukan penanganan yang tepat dalam proses perawatan luka. Penyakit diabetes melitus atau kencing manis merupakan penyakit yang diderita kurang lebih 422 juta jiwa di seluruh dunia pada tahun 2017. International Diabetes Federation bahkan menyebutkan 1 dari 5 penduduk di Asia Tenggara mengalami diabetes.Fakta ini tentu membuat kita harus semakin waspada dan menjaga diri agar terhindar dari diabetes.Bagi Anda yang telah terdiagnosis diabetes, jangan menyerah. Diabetes bisa dikontrol bila ditangani dengan tepat dan penderita dapat hidup dengan normal. Dengan demikian, risiko komplikasi dari diabetes pun dapat dihindari sejak dini.

Luka diabetes tidak bisa dianggap enteng

Luka diabetes adalah salah satu kondisi yang dipicu dari berbagai komplikasi diabetes. Rusaknya saraf-saraf pada kulit dapat membuat mati rasa sehingga ketika terjadi luka kecil umumnya penderita diabetes tidak akan merasakannya.Penyebab luka diabetes sembuh lebih lama adalah karena tingginya kadar gula darah. Akibatnya, sirkulasi darah  memburuk dapat menghambat aliran darah ke kulit yang dibutuhkan untuk mengobati luka. Akibatnya, luka pada penderita diabetes tetap terbuka, basah, dan sulit disembuhkan hingga berbulan-bulan. Selain itu, kadar gula darah yang tinggi juga bisa menyebabkan dinding pembuluh darah arteri mengeras dan menyempit. Umumnya, munculnya luka diabetes paling banyak terjadi pada bagian kaki. Penyebab munculnya luka pada kaki yang paling sering adalah dari apa yang Anda pakai. Sepatu yang terlalu sempit atau batu kecil yang masuk ke dalam sepatu tanpa diketahui terkadang menjadi penyebab munculnya luka kecil pada kaki.Berawal dari luka kecil, luka pada penderita diabetes ini dapat berubah menjadi semakin memburuk hingga ancaman amputasi.

Penanganan pertama luka diabetes

Ketika Anda mengetahui bahwa ada luka pada kaki Anda atau di area tubuh mana pun, sebaiknya periksakan ke dokter terdekat. Jangan menunda-nunda, atau paling lambat pemeriksaan dilakukan pada keesokan harinya.Petugas kesehatan pada umumnya tahu bagaimana proses pembersihan dan perawatan luka pada penderita diabetes. Anda juga akan mendapatkan edukasi mengenai bagaimana perawatan luka selama di rumah. Biasanya, dokter akan memberikan saran untuk kembali kontrol dalam jangka waktu tertentu.Anda bisa melakukan hal-hal ini sebagai penanganan awal di rumah:
  1. Bersihkan bagian luka dengan air bersih mengalir.
  2. Berikan sedikit salep antibiotik, jika ada.
  3. Tutup luka dengan kasa steril atau plester untuk sementara sampai Anda menemui dokter.

Fokuskan pada pencegahan terjadinya luka diabetes

Fokus utama pada diabetes bukanlah mengobati luka diabetes melainkan menghindari terjadinya luka diabetes. Berikut tips mecegah luka diabetes

1. Cek kaki Anda setiap hari

Pastikan kondisi kaki Anda setiap hari, terutama jika Anda sudah mengalami mati rasa pada kaki Anda. Anda bisa menggunakan cermin untuk melihat bagian telapak kaki atau minta bantuan pada orang terdekat Anda.

2. Rawat kaki dengan baik

Ketika mandi, bersihkan kaki Anda dengan air hangat dan sabun. Kemudian, keringkan hingga benar-benar kering, terutama di sela antara jari.Anda dapat menggunakan krim atau losion pelembab untuk mencegah kulit yang terlalu kering.

3. Utamakan kenyamanan kaki

Gunakan kaos kaki yang berbahan lembut dan alas kaki yang nyaman. Hindari penggunaan hak tinggi dan sepatu dengan ujung lancip yang memiliki risiko melukai kaki Anda.Pastikan juga tidak ada benda asing seperti batu kecil atau binatang pada sepatu Anda ketika akan memakainya.

4. Potong kuku secara rutin

Kuku yang panjang dan kotor akan meningkatkan risiko terjadinya luka diabetes dan infeksi. Potong kuku Anda dengan rutin dan berhati-hatilah agar tidak terlalu pendek memotongnya. Jika Anda pergi ke salon untuk perawatan kaki, pastikan petugas salon mengerti mengenai perawatan pada kaki penderita diabetes. Jika perlu, bawa sendiri alat-alat perawatan kaki untuk mencegah infeksi dari alat yang sudah dipakai bersama di tempat umum.Luka diabetes dapat berbahaya, mengancam kaki Anda, bahkan nyawa Anda jika terkena infeksi yang berat. Oleh karena itu, sayangi kaki Anda, sayangi diri Anda.Narasumber:
dr. Sugiyono Somoastro, Sp.PD-KHOM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
RS Kramat 128
diabeteskomplikasi diabetesluka diabetesgula darah
International Diabetes Federation. https://idf.org/aboutdiabetes/what-is-diabetes/facts-figures.html
https://idf.org/our-activities/care-prevention/diabetic-foot.html
Diakses 21 Mei 2019
WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/features/diabetes-wounds-caring-sores
Diakses 21 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait