Lovesickness, Ketika Jatuh Cinta Memberi Dampak Buruk Terhadap Kesehatan


Lovesickness adalah dampak buruk jatuh cinta terhadap kesehatan. Beragam cara mengatasinya antara lain meluapkan perasaan lewat berkreativitas, mengelola stres, hingga menerapkan pola hidup sehat.

0,0
Lovesickness adalah dampak buruk jatuh cinta terhadap kesehatanLovesickness beri dampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental
Jatuh cinta kadang bisa menjadi motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu. Misalnya saat Anda duduk di bangku sekolah dulu, Anda akan bersemangat pergi ke sekolah supaya bisa bertemu gebetan Anda di kelas. Sayangnya, jatuh cinta tidak selamanya memiliki efek baik. Jatuh cinta juga memiliki dampak buruk yang disebut dengan lovesickness.Saat perasaan cinta Anda berbalas, dunia terasa lebih indah. Hati Anda berbunga-bunga, segala hal jadi tampak baik.. Cerita akan berbeda jika cinta yang dimiliki ternyata bertepuk sebelah tangan atau pasangan memilih untuk mengakhiri hubungan begitu saja tanpa sebab. Hal tersebut tentunya akan menimbulkan kekacauan emosional dan tekanan fisik.Akibatnya, Anda pun kemudian menjadi tidak doyan makan, kesulitan untuk tidur, dan emosi yang keluar dari dalam diri pun juga menjadi ikut tak terkendali. Rasa sakit hati terlalu dalam yang menimbulkan efek buruk terhadap kesehatan fisik dan mental ini dikenal dengan istilah lovesickness.

Apa itu lovesickness?

Banyak orang yang menyebut bahwa jatuh cinta memberi dampak positif bagi kehidupan Anda. Hal tersebut memang benar adanya karena pada beberapa orang, perasaan ini bisa membuat Anda menjadi lebih bahagia, ceria, dan semangat beraktivitas dalam menjalani hari.Lovesickness adalah kebalikan dari hal tersebut. Istilah ini mengarah pada efek buruk yang bisa terjadi karena jatuh cinta. Efek buruk tersebut tak hanya berpengaruh terhadap psikologis saja, melainkan juga fisik penderitanya.

Tanda-tanda mengalami lovesickness

Saat mengalami lovesickness, ada beberapa gejala kesehatan yang mungkin akan dirasakan. Gejala tersebut bisa dirasakan secara fisik maupun psikologis. Sejumlah gejala yang menjadi tanda-tanda lovesickness adalah sebagai berikut:
  • Kulit memerah dan terasa panas
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sulit tidur atau insomnia
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi
  • Ketegangan di kepala atau dada
  • Merasakan keresahan atau kegelisahan
  • Mual atau mengalami gangguan pada perut
  • Perubahan suasana hati ketika memikirkan orang yang dicintai
  • Meningkatnya frekuensi menangis saat memikirkan orang yang dicintai
  • Emosi menjadi tidak karuan, antara rindu, cemas, marah, frustasi, hingga keputusasaan
  • Sakit kepala, tubuh gemetaran, dan kaki terasa lemas saat bertemu langsung dengan orang yang dicintai
  • Detak jantung berdegup kencang dan napas jadi terasa lebih cepat dari biasanya ketika memikirkan orang yang dicintai
Perlu diingat, gejala yang diderita masing-masing orang saat mengalami lovesickness mungkin akan berbeda satu sama lain. Oleh sebab itu, gejala yang Anda rasakan bisa saja lebih sedikit, atau bahkan lebih parah dari orang lain.

Efek lovesickness terhadap kesehatan

Lovesickness dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan Anda secara keseluruhan. Gejala insomnia yang muncul akibat lovesickness menyebabkan Anda menjadi kurang istirahat. Selain itu, hilangnya nafsu makan membuat tubuh tidak mendapatkan cukup asupan nutrisi dan cairan. Kondisi tersebut tentunya berdampak buruk bagi kesehatan dan memicu penyakit.Selain memengaruhi kesehatan, gejala-gejala lovesickness juga berpotensi merusak hubungan Anda dengan orang lain. Perubahan suasana hati yang Anda alami memengaruhi  komunikasi dengan orang lain. Akibatnya, akan muncul hal-hal buruk yang bisa membuat Anda stres. Stres tersebut tentunya dapat berdampak buruk bagi kesehatan, baik secara fisik maupun psikologis.

Cara mengatasi lovesickness dengan tepat

Cara mengatasi lovesickness memang tidak semudah yang dibayangkan. Butuh usaha keras agar Anda bisa pulih dari rasa sakit yang dirasakan. Meski begitu, bukan berarti kondisi ini tak bisa disembuhkan.Beberapa cara mengatasi lovesickness, di antaranya:
  • Meluapkan perasaan dengan berkreasi, misal membuat karya seni, puisi, cerita pendek, atau lagu dari pengalaman pahit Anda
  • Mendengarkan musik ceria yang dapat memperbaiki suasana hati dan membuat Anda menjadi lebih semangat
  • Menerapkan batasan pada diri sendiri, seperti tidak berhubungan dengan orang tersebut atau stalking akun media sosialnya
  • Terapkan pola hidup sehat dengan konsumsi makanan bernutrisi, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup
  • Mengelola stres dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang menenangkan hati seperti menonton film kesukaan, yoga, dan meditasi
Apabila cara-cara di atas tidak berhasil membuat kondisi Anda menjadi lebih baik, segeralah berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Langkah tersebut perlu dilakukan untuk mencegah kondisi Anda bertambah parah.

Catatan dari SehatQ

Lovesickness adalah efek buruk yang terjadi ketika jatuh cinta. Kondisi ini dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan Anda secara keseluruhan, baik secara fisik dan mental. Beragam cara mengatasinya mulai dari meluapkan perasaan lewat berkreativitas, mengelola stres, hingga menerapkan pola hidup sehat.Untuk berdiskusi lebih lanjut soal lovesickness dan cara mengatasinya, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
percintaanmenjalin hubunganputus cinta
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/depression-pictures/signs-youre-lovesick.aspx
Diakses pada 2 Mei 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/relationships/lovesickness
Diakses pada 2 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait