Mengenal Lingkar Lengan Atas (LILA) Normal Ibu Hamil Jika Ingin Punya Momongan


Ukuran lingkar lengan atas ternyata dapat menjadi indikator status nutrisi orang dewasa. Lingkar lengan atas wanita usia subur di Indonesia setidaknya harus berukuran 23,5 cm sebelum hamil.

(0)
06 Jan 2020|Azelia Trifiana
Ukuran lingkar lengan atas menggambarkan lapisan lemak di bawah kulit dan jaringan otot yang menjadi indikator status nutrisi orang dewasaUkuran lingkar lengan atas sangat penting diketahui pada perempuan yang sedang menjalani program hamil
Sama pentingnya seperti tinggi badan dan berat badan ideal sebelum hamil, ukuran lingkar lengan atas juga perlu diketahui dari perempuan dalam masa subur.Pasalnya, ukuran LILA ternyata dapat menjadi indikator status nutrisi orang dewasa. Utamanya, bagi perempuan yang sedang merencanakan memiliki keturunan.Lantas berapa ukuran lingkar lengan atas normal wanita yang ideal jika ingin hamil? Dan bagaimana cara mengukurnya? Berikut penjelasan selengkapnya.

Lingkar lengan atas (LILA) normal wanita

Normal LILA ibu hamil menurut WHO atau Kementerian Kesehatan (Kemenkes) adalah harus lebih dari 23,5 cm. Biasanya, pengukuran lingkar lengan atas dilakukan pada wanita usia subur terutama dalam rentang usia 15 hingga 45 tahun.Apabila LILA normal ibu hamil tidak terpenuhi, dikhawatirkan ada risiko kekurangan energi kronis (KEK) pada wanita usia subur. Jika KEK dialami oleh ibu hamil, kondisi ini akan berdampak buruk bagi ibu dan janinnya. Ibu hamil yang KEK akan berisiko mengalami komplikasi kehamilan seperti, keguguran, pertumbuhan janin tidak maksimal, kesulitan melahirkan, bayi lahir cacat, bayi lahir dengan berat badan rendah hingga bayi lahir mati.Baca juga: Ternyata, Berat Badan Ideal Sebelum Hamil Berpengaruh pada ASI Ibu

Cara mengukur lingkar lengan atas

Pengukuran LILA ada baiknya dilakukan oleh pihak profesional. Mereka akan menggunakan alat ukur berupa pita khusus untuk mengetahui berapa ukuran LILA wanita usia subur.Cara mengukur LILA ibu hamil adalah:
  1. Pengukuran dilakukan pada lengan tangan yang lebih tidak dominan antara kanan atau kiri. Contohnya jika terbiasa beraktivitas dengan tangan kanan, maka pengukuran LILA dilakukan pada lengan kiri. Tujuannya untuk memastikan bahwa ukuran LILA bukan karena timbunan lemak melainkan pembesaran otot karena aktivitas.
  2. Tekuk lengan sehingga tangan berbentuk siku. Kemudian, cari titik tengah dari tulang bahu hingga siku. Pengukuran LILA akan dilakukan di area tersebut.
  3. Lingkarkan pita LILA di titik tengah antara tulang bahu dan siku. Jangan terlalu ketat atau terlalu longgar.
  4. Ukuran LILA akan terlihat di pita meteran.

Mengapa ukuran LILA harus terpenuhi jika ingin hamil?

Ukuran lingkar lengan atas sangat penting diketahui pada perempuan yang sedang menjalani program hamil. Ukuran ini menggambarkan lapisan lemak di bawah kulit dan jaringan otot yang dimiliki seorang perempuan.Lemak di bawah kulit atau lemak subkutan ini menjadi cadangan energi dalam tubuh. Saat tubuh membutuhkan energi untuk beraktivitas, lemak subkutan ini akan dikonversi menjadi energi.Apabila seorang perempuan tidak memiliki cadangan lemak yang cukup, ada kemungkinan terjadi kekurangan energi kronis. Padahal selama masa kehamilan, cadangan lemak sangat diperlukan untuk anak dalam kandungan.Energi yang diperlukan seorang ibu hamil akan jauh lebih besar dibandingkan dengan sebelum hamil. Adanya cadangan lemak subkutan mencegah terjadinya kekurangan energi.Selain itu, tentu ibu hamil juga perlu mengonsumsi makanan bernutrisi yang baik untuk janin. Tidak ada pantangan makanan ibu hamil namun apa saja yang masuk ke tubuh perlu benar-benar disaring. Baca juga: 7 Cara Cepat Hamil Setelah Menikah yang Dikenal Manjur

Bagaimana jika LILA normal ibu hamil kurang dari standar?

Ukuran standar lingkar lengan atas wanita subur di Indonesia adalah 23,5 cm. Lingkar lengan atas adalah bagian tubuh yang jarang ikut membesar saat hamil, sehingga lebih objektif mengukur status gizi ketimbang mengukur berat badan.Apabila LILA Anda ternyata kurang dari 23,5 cm, tak perlu terlalu khawatir. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan janin atau risiko saat kehamilan lainnya adalah:
  • Istirahat cukup
  • Aktif bergerak
  • Tidak stres atau cemas berlebih
  • Selalu kontrol rutin dengan dokter kandungan
  • Mengonsumsi makanan bergizi
  • Konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter
Tak kalah penting, selalu deteksi dini akan adanya kemungkinan bayi dengan berat badan lahir rendah. Ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis punya kemungkinan melahirkan bayi dengan BBLR lebih tinggi. Untuk itu, selalu pantau kondisi janin lewat USG secara berkala. Apabila Anda merasa lemas atau anemia, sampaikan keluhan dengan detil kepada dokter kandungan agar bisa dicari solusinya.Jika ingin berkonsultasi langsung dengan dokter perihal normal lingkar lengan (LILA) normal ibu hamil, Anda bisa  chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menjaga kehamilanberat badan idealmerencanakan kehamilanmasa subur
Measure Evaluation. https://www.measureevaluation.org/prh/rh_indicators/womens-health/womens-nutrition/percent-of-women-with-a-low-mid-upper-arm
Diakses 25 Desember 2019
Mother Child Nutrition. https://motherchildnutrition.org/early-malnutrition-detection/detection-referral-children-with-acute-malnutrition/interpretation-of-muac-indicators.html
Diakses 25 Desember 2019
WHO. https://apps.who.int/iris/handle/10665/119207
Diakses 3 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait