Lindungi Diri dari Penyakit Japanese Encephalitis dengan Vaksin JE

Pemberian vaksin JE dilakukan untuk perlindungan terhadap penyakit radang otak atau ensefalitis
Vaksin JE dapat diberikan pada anak usia 2-16 tahun

Vaksin JE atau Japanese encephalitis telah disetujui digunakan orang berusia 17 tahun ke atas sejak Maret 2009 lalu. Kemudian pada Mei 2013, dinyatakan bahwa vaksin JE dapat diberikan pada anak berusia 2-16 tahun. Tujuannya adalah untuk perlindungan terhadap penyakit radang otak atau Ensefalitis.

Virus Japanese encephalitis ini ditemukan pada babi dan burung. Penularannya terjadi lewat nyamuk yang menggigit hewan-hewan terinfeksi tersebut, terutama di Asia Tenggara dan negara-negara Kepulauan Pasifik bagian barat. Jika parah, orang yang terkena virus ini dapat mengalami penyakit radang otak.

Penularan penyakit JE paling rentan terjadi saat musim hujan. Sementara untuk negara-negara Asia dengan 4 musim, biasanya penyakit JE lebih banyak terjadi di musim panas dan gugur.

Pentingnya vaksinasi JE

Pemberian vaksin JE sangat penting terutama bagi mereka yang tinggal di negara-negara rentan penyakit Japanese encephalitis. Ada beberapa golongan orang yang direkomendasikan mendapatkan vaksinasi JE, terutama orang yang tinggal atau berkunjung dalam waktu lama ke negara endemik virus JE di Asia.

Gejala orang yang terkena virus JE sangat mirip dengan flu, sehingga kerap dianggap sebagai penyakit biasa. Meski demikian, pada kasus yang lebih langka dengan skala 1:250, virus JE dapat berkembang menjadi infeksi radang otak.

Bahkan, hal ini dapat terjadi dalam rentang waktu antara 5 - 15 hari sejak terinfeksi.

Beberapa gejala orang yang terkena virus JE di antaranya:

  • Demam tinggi
  • Kejang
  • Leher terasa kaku
  • Merasa linglung
  • Tidak bisa berbicara jelas
  • Tremor atau tidak bisa mengendalikan gerakan tubuh
  • Paralysis atau otot menjadi lemah

Pada kasus yang parah, selain terjadinya radang otak bisa juga menyebabkan kematian. Untuk itu, pemberian vaksin JE sangatlah penting terutama bagi orang-orang yang berada di wilayah endemik virus JE. 

Kapan sebaiknya mendapat vaksin JE?

World Health Organization atau WHO mengestimasikan setidaknya ada 68.000 kasus penyakit Japanese encephalitis setiap tahunnya di penjuru dunia. Untuk itu, sebaiknya orang-orang yang tinggal di area seperti peternakan babi atau sawah perlu mendapatkan vaksin JE ini, bisa dimulai sejak usia anak masih 2 tahun hingga dewasa.

Perlu diingat bahwa dari kasus penyakit JE di seluruh dunia, 75% paling banyak menyerang anak yang berusia di bawah 15 tahun. Artinya, pemberian vaksin JE lebih cepat akan lebih baik.

Para pelancong yang akan mengunjungi negara-negara endemik virus JE juga sebaiknya segera mendapatkan vaksin JE sebelum berangkat. Terlepas dari hanya berlibur singkat atau memang tinggal dalam jangka waktu bulanan hingga tahunan, sebaiknya membekali diri dengan vaksin JE.

Antisipasi selain vaksin JE

Mendapatkan vaksinasi JE bukan berarti telah menutup semua celah terinfeksi penyakit tersebut. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi terinfeksi penyakit JE, seperti:

  • Tidur di ruangan yang tertutup
  • Apabila tidur di area terbuka, gunakan obat pengusir nyamuk yang aman seperti lotion antinyamuk
  • Saat berada di daerah endemik, kenakan pakaian yang menutup bagian tubuh

Jadi, siapa pun yang merasa berada di area yang endemik virus JE, sangat dianjurkan mendapat vaksin JE. Efek samping yang dirasakan hanya sementara seperti rasa pegal dan sakit, atau pusing dan nyeri otot. Namun terlepas dari efek samping tersebut, manfaat dari vaksin JE jauh lebih besar.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/japanese-encephalitis/
Diakses 25 Desember 2019

WHO. https://www.who.int/ith/vaccines/japanese_encephalitis/en/
Diakses 25 Desember 2019

CDC. https://www.cdc.gov/japaneseencephalitis/vaccine/index.html
Diakses 25 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed