Limfosit Tinggi Harus Diwaspadai, Gejalanya Juga Harus Dikenali!

Jangan sepelekan leukosit tinggi, carilah penyebab naiknya kadar limfosit, bersama dengan dokter.
Limfosit tinggi bisa jadi pertanda beberapa penyakit, salah satunya leukimia.

Limfosit tinggi menandakan sistem imun tubuh sedang berjuang melawan infeksi atau penyakit. Kondisi limfosit tinggi alias limfositosis bisa berlangsung sementara waktu atau dalam jangka panjang. Jika kadar limfosit dalam darah tidak kunjung normal dalam waktu lama, bisa jadi ada masalah serius pada tubuh Anda.

Limfosit tinggi, apa artinya?

Limfosit adalah bagian dari sel darah putih yang menjadi komponen penting dalam sistem kekebalan tubuh. Limfosit beserta sel darah putih lainnya diproduksi tubuh di sumsum tulang dan mengalir dalam darah serta jaringan getah bening.

Kondisi limfosit tinggi bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk:

  • Infeksi virus atau bakteri
  • Kanker darah dan getah bening
  • Penyakit autoimun yang mengakibatkan peradangan dalam tubuh

Beberapa kondisi medis di atas dapat menyebabkan limfosit tinggi. Meski begitu, ada banyak penyakit spesifik yang bisa menjadi “biang keladi” limfosit tinggi, seperti:

  • Leukimia limfositik akut atau kronis
  • Infeksi sitomegalovirus (CMV)
  • Hepatitis A, B, dan C
  • HIV/AIDS
  • Hipotiroidisme
  • Limfoma
  • Mononukleosis
  • Sifilis
  • Tuberculosis (TBC)
  • Batuk rejan
  • Infeksi virus

Mengerikannya, kondisi limfosit tinggi disebut tidak memiliki gejala. Gejalanya sendiri datang dari penyakit atau kondisi medis yang menyebabkannya.

Gejala limfosit tinggi

Seperti yang sudah disinggung, limfosit tinggi memang tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, beberapa kondisi medis atau penyakit yang menyebabkannya, tentu memiliki gejala. Supaya Anda lebih waspada terhadap limfosit tinggi, kenali dulu gejala dari beberapa penyakit yang menyebabkan limfosit tinggi ini:

  • Demam yang muncul sebagai reaksi sistem imun melawan infeksi
  • Rasa nyeri yang muncul pada area yang terinfeksi
  • Mudah memar, penurunan berat badan, dan berkeringat di malam hari karena leukimia atau kanker lainnya
  • Ruam dan gatal pada kulit akibat reaksi alergi
  • Masalah pernapasan dan mengi akibat reaksi alergi di paru-paru

Perlu diketahui, limfosit tinggi adalah bagian dari leukositosis (kelebihan sel darah putih). Leukositosis memayungi beberapa kondisi lainnya, yakni monositosis (monosit tinggi), neutrofilia (neutrofil tinggi), basofilia (basofil tinggi), eosinofilia (eosinofil tinggi), dan yang sedang kita bahas; limfositosis alias limfosit tinggi.

Setiap bagian leukositosis di atas memiliki penyebab khasnya masing-masing. Tentunya, gejalanya pun juga berbeda-beda, tergantung penyebab khas itu tadi. Sementara itu, penyebab khas limfositosis adalah infeksi virus dan kanker darah atau leukimia.

Seberapa umum limfositosis?

Tes darah
Tes darah, satu-satunya cara untuk ketahui kadar limfosit

Limfositosis atau limfosit tinggi dapat menyerang siapa saja. Limfositosis juga dianggap sangat umum terutama pada orang-orang dengan kondisi medis ini:

  • Baru terserang infeksi virus
  • Kondisi medis yang menyebabkan peradangan berkepanjangan dalam tubuh, seperti arthritis
  • Reaksi pada pengobatan baru
  • Penyakit medis parah, seperti trauma
  • Pengangkatan limpa
  • Penderita leukimia dan limfoma

Bagi Anda yang merasa memiliki kondisi di atas, segera kunjungi dokter untuk memastikan kadar limfosit Anda.

Bagaimana cara mengobati limfositosis?

Dokter akan menangani limfositosis dengan mengobati penyakit atau kondisi medis yang menyebabkannya. Untuk sebagian orang, kadar limfosit akan kembali normal saat penyakit pemicunya telah sembuh.

Misalnya, untuk limfosit tinggi yang diakibatkan oleh infeksi virus, okter akan berusaha fokus pada penanganan gejalanya.

Jika limfosit tinggi diakibatkan oleh infeksi bakteri, seperti TBC, maka dokter akan meresepkan antibiotik atau obat anti tuberculosis (TBC) untuk mengobatinya.

Jika leukimia atau kanker darah yang menyebabkan limfosit tinggi, maka beberapa jenis pengobatan seperti kemoterapi, terapi radiasi, transplantasi sel punca, atau operasi.

Cara cek kadar limfosit dalam darah

Cek darah
Tes darah untuk ketahui kadar limfosit

Kadar limfosit dalam darah tidak bisa diketahui, tanpa menjalani pemeriksaan darah lengkap. Dokter biasanya akan merekomendasikan tes darah diferensial dan lymphocytes profile untuk mengetahui secara spesifik kadar limfosit yang mengalir dalam darah.

Sama seperti prosedur pemeriksaan darah lengkap pada umumnya, petugas medis akan mengambil sedikit sampel darah dengan jarum suntik, yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah. Kemudian, sampel darah akan dibawa ke laboratorium, dan Anda hanya perlu menunggu hasilnya.

Biasanya, Anda tidak perlu berpuasa sebelum menjalani pemeriksaan darah lengkap. Namun jika sampel darah akan digunakan untuk tes tambahan lainnya, biasanya Anda diminta untuk berpuasa. Dokter akan memberikan instruksi lebih lanjut sebelum tes dilakukan.

Kadar normal limfosit

Setelah hasil pemeriksaan darah lengkapnya keluar, tentu Anda bertanya-tanya, berapa, sih, kadar limfosit yang normal?

Sebelum mengetahui kadar normal limfosit, ketahuilah bahwa ras, gender, tempat tinggal, dan gaya hidup bisa memengaruhi kadar limfosit Anda.

Kadar normal limfosit pada orang dewasa adalah 18-45% dari total sel darah putih. Jika memang kadar limfosit Anda melebihi angka itu, ada baiknya datang ke dokter untuk berkonsultasi serta mendiskusikan solusi terbaik demi kesehatan Anda.

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17751-lymphocytosis
Diakses pada 4 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/lymphocytosis/basics/causes/sym-20050660
Diakses pada 4 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320987
Diakses pada 4 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/leukocytosis#symptoms
Diakses pada 4 Maret 2020

Artikel Terkait