Limfosit Rendah Bisa Disebabkan Banyak Penyakit, Apa Saja?

Limfosit rendah bisa disebabkan banyak penyakit, salah satunya penyakit autoimun.
Limfosit rendah dapat diketahui setelah cek darah.

Limfosit rendah atau limfositopenia menandakan rendahnya kadar limfosit di dalam tubuh kita. Kondisi yang juga dikenal dengan sebutan limfopenia ini bisa disebabkan oleh infeksi, penyakit ataupun kondisi medis lain yang harus segera diselidiki oleh dokter.

Jika hasil limfosit rendah muncul saat tes darah, apa yang harus dilakukan?

Limfosit rendah dan penyebabnya

Limfosit adalah jenis dari sel darah putih (leukosit) yang memiliki peran penting dalam sistem kekebalan menjaga tubuh. Itulah sebabnya, limfosit tersebar dalam aliran darah dan cairan getah bening.

Saat organisme berbahaya menyerang tubuh, limfosit lah yang pertama kali datang dan melawannya. Jika kadar limfosit rendah, sistem imun Anda bisa melemah. Maka dari itu, kenalilah berbagai macam penyebab limfosit rendah ini.

1. Penyakit autoimun

Limfosit rendah dapat disebabkan oleh penyakit autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis (radang sendi), hingga myasthenia gravis (kelemahan otot rangka).

Penyakit autoimun di atas menyebabkan sel imun tubuh melihat tubuh sendiri sebagai “benda asing”, sehingga menyerang sel dan jaringan tubuh yang sehat. Selain itu, berbagai obat-obatan untuk mengobati penyakit autoimun, seperti imunosupresan, juga bisa mengakibatkan limfosit rendah.

2. Kanker dan pengobatannya

Kanker, terutama kanker darah seperti limfoma dan leukimia, bisa menyebabkan limfosit rendah. Tidak hanya itu, berbagai pengobatan kanker seperti kemoterapi ataupun terapi radiasi, juga bisa memicu kadar limfosit rendah.

3. Anemia aplastik

Anemia aplastik adalah kondisi yang membuat tubuh berhenti memproduksi sel darah yang dibutuhkan. Kondisi ini bisa membuat Anda cepat lelah, mudah terkena infeksi, dan berisio mengalami perdarahan yang tak terkontrol. Selain itu, anemia aplastik juga mampu membuat kadar limfosit rendah.

4. Infeksi

Kadar limfosit rendah juga bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, ataupun jamur. Berbagai macam infeksi kronis bisa menyebabkan kadar limfosit rendah di dalam tubuh. Infeksi itu meliputi:

  • HIV
  • Histoplasmosis
  • Influenza
  • Malaria
  • Hepatitis
  • Tuberkulosis (TBC)
  • Demam tifoid
  • Sepsis

Berbagai macam virus di atas membutuhkan penanganan medis segera, supaya gejalanya tidak semakin parah dan mengancam nyawa.

5. Penyakit bawaan

Walaupun jarang terjadi, penyakit bawaan juga bisa menyebabkan kadar limfosit rendah. Ada banyak macam penyakit bawaan yang bisa menurunkan kadar limfosit di dalam tubuh, seperti:

  • Ataksia-telangiectasia (kelainan neurodegeneratif genetik)
  • Sindrom DiGeorge (tidak adanya kromosom 22 dalam tubuh)
  • Sindrom imunodefisiensi
  • Sindrom Wiskott-Aldrich (melemahnya sistem imun tubuh anak akibat imunodefisiensi langka)

Beberapa penyakit dan kelainan bawaan di atas bisa menyebabkan kadar limfosit rendah. Penanganan medis segera sangat dibutuhkan untuk meredakan gejala-gejalanya.

6. Malnutrisi

Malnutrisi atau kekurangan nutrisi adalah penyebab umum dari limfosit rendah. Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan protein dan nutrisi lain yang dibutuhkan untuk memproduksi limfosit.

7. Masalah pencernaan

Kondisi yang merusak dinding usus bisa berdampak buruk pada kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi. Pada akhirnya, limfosit rendah pun akan muncul, karena tubuh tak mampu menyerap protein dengan baik.
Berbagai macam kondisi medis yang dapat menyebabkannya antara lain:

  • Kekurangan zinc
  • Amiloidosis (munculnya protein abnormal amiloid di jaringan dan organ tubuh)
  • Penyakit celiac (tubuh tak bisa mengonsumsi gluten karena mampu merusak usus halusnya)
  • Penyakit radang usus

Menurut beberapa riset, kondisi medis di atas, seperti kekurangan zinc, dapat melemahkan sistem imun akibat disfungsi sel T limfositopenia dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

8. Pengobatan lain

Selain pengobatan kanker, beberapa pengobatan lain juga bisa menyebabkan kadar limfosit rendah, seperti dengan:

  • Azathioprine
  • Carbamazepine
  • Cimetidine
  • Kortikosteroid
  • Dimethyl fumarate
  • Imidazole
  • Interferon
  • Methotrexate
  • Opioid
  • Terapi bifosfonat (biasanya untuk osteoporosis)

Jangan langsung menghentikan pengobatan di atas jika Anda memang memiliki kadar limfosit rendah. Konsultasikan dulu pada dokter, sebelum Anda mengurangi atau bahkan menghentikan konsumsi obat-obatan ini sepenuhnya.

9. Penyakit ginjal

Penyakit ginjal yang sudah pada stadium akhir dan kronis, bisa menyebabkan kadar limfosit rendah. Selain itu, penyakit ginjal juga bisa menurunkan kadar sel T (jenis limfosit) di dalam tubuh.

10. Operasi dan trauma

Trauma yang diakibatkan oleh cedera dan kondisi gawat darurat seperti gagal jantung bisa menyebabkan kadar limfosit menurun. Selain itu, operasi bypass jantung juga bisa menurunkan kadar limfosit.

Selain beberapa penyebab limfosit rendah di atas, kebiasaan maupun kondisi seperti stres dan penyalahgunaan minuman beralkohol juga bisa menyebabkan limfosit rendah.

Untuk mendapatkan hasil pengobatan yang maksimal, segeralah berkonsultasi dengan dokter, jika hasil tes darah menunjukkan kadar limfosit Anda rendah.

Gejala limfosit rendah

Cek darah
Cek darah untuk tahu limfosit rendah

Kadar limfosit rendah memiliki gejala yang harus diwaspadai. Gejala limfosit rendah itu meliputi:

  • Demam
  • Batuk
  • Hidung berair
  • Kelenjar getah bening membesar
  • Amandel berukuran kecil
  • Nyeri sendi
  • Ruam kulit
  • Keringat malam hari
  • Penurunan berat badan

Memang gejala limfosit rendah di atas terlihat “umum”, dan sama dengan kondisi medis lainnya. Maka dari itu, Anda disarankan untuk rajin tes darah untuk mengetahui kadar limfosit Anda.

Kadar normal limfosit

Cek darah
Limfosit rendah

Untuk mengetahui kadar limfosit di dalam tubuh, Anda harus menjalani tes hitung darah lengkap. Biasanya, dokter juga akan merekomendasikan tes darah khusus bernama profil limfosit, untuk mengetahui kadar dari berbagai jenis limfosit lainnya, seperti sel T, B, dan NK.

Perlu diketahui, kadar normal limfosit setiap orang berbeda-beda, dan biasanya dipengaruhi ras, jenis kelamin, tempat tinggal, dan gaya hidup.

Pada orang dewasa, kadar limfosit normal adalah 1.000-4.800 limfosit per 1 mikroliter darah. Pada anak, kadar limfosit normal adalah 3.000-9.500 limfosit per 1 mikroliter darah.

Pengobatan limfosit rendah

Tergantung dari penyebabnya, pengobatan untuk limfosit rendah tentu berbeda-beda. Umumnya, di saat penyebabnya sudah terobati, maka kadar limfosit akan kembali normal. Misalnya, jika kadar limfosit rendah yang disebabkan oleh infeksi HIV, dokter akan merekomendasikan obat-obatan antiretroviral untuk meredakan virusnya.

Jika limfosit rendah disebabkan oleh berbagai pengobatan, dokter akan merekomendasikan Anda untuk menghentikannya atau menggantinya dengan obat lain yang tidak menyebabkan limfosit rendah.

Catatan dari SehatQ:

Limfosit rendah saat tes darah bukanlah hasil yang bisa disepelekan. Berdiskusilah dengan dokter untuk mengetahui penyebab turunnya kadar limfosit dalam tubuh Anda. Dengan begitu, diagnosis sedini mungkin oleh dokter bisa membawa hasil perawatan yang lebih optimal.

Healthline. https://www.healthline.com/health/lymphocytopenia
Diakses pada 20 April 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/aplastic-anemia/symptoms-causes/syc-20355015
Diakses pada 20 April 2020

Oxford Medicine. https://oxfordmedicine.com/view/10.1093/med/9780199204854.001.1/med-9780199204854-chapter-220402
Diakses pada 20 April 2020

Rare Disease. https://rarediseases.org/rare-diseases/ataxia-telangiectasia/
Diakses pada 20 April 2020

Children Hospital. http://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/w/wiskott-aldrich-syndrome
Diakses pada 20 April 2020

Web MD. https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/amyloidosis-symptoms-causes-treatments
Diakses pada 20 April 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/celiacdisease.html
Diakses pada 20 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320987#normal-ranges-and-levels
Diakses pada 20 April 2020

Artikel Terkait