Limfadenopati, Bengkak pada Limfa yang Mungkin Gejala Penyakit Serius

Limfadenopati adalah bengkak pada kelenjar getah bening yang bisa jadi pertanda kanker
Pembengkakan kelenjar getah bening biasanya terjadi di leher

Ketika terserang penyakit, Anda mungkin merasakan adanya benjolan sebesar kacang polong di bagian tubuh tertentu, seperti leher, ketiak, selangkangan, dada, atau perut. Kondisi ini disebut juga sebagai limfadenopati.

Limfadenopati adalah pembengkakan pada kelenjar getah bening yang menandakan adanya infeksi yang biasanya tidak serius pada tubuh. Namun, dalam kasus yang lebih jarang terjadi, limfadenopati bisa menjadi sinyal penyakit yang lebih serius, misalnya kelainan sistem imun maupun kanker.

Limfadenopati sendiri bukanlah penyakit sehingga pengobatannya akan disasar langsung pada penyakit yang mengakibatkan pembengkakan kelenjar getah bening. Pemberian antibiotik diperlukan hanya jika limfadenopati disebabkan oleh infeksi bakteri yang memang harus diatasi segera agar tidak terjadi komplikasi.

Apa saja gejala limfadenopati?

Ketika Anda mengalami limfadenopati, area di sekitar kelenjar getah bening akan mengalami pembengkakan. Jika Anda menekan area yang bengkak tersebut, Anda akan menemukan benjolan seukuran kacang polong hingga sebesar kelereng yang bisa digerak-gerakkan.

Bengkak ini sendiri mungkin terasa nyeri ketika disentuh atau sakit ketika Anda melakukan gerakan tertentu. Limfadenopati di area rahang atau leher, misalnya, bisa membuat Anda tidak nyaman ketika mengunyah makanan atau menengok ke kanan maupun ke kiri.

Sementara limfadenopati di selangkangan bisa menyebabkan nyeri saat Anda berjalan atau membengkokkan kaki. Gejala ini adalah tanda umum yang dirasakan pada pasien dengan limfanodenopati yang disebabkan oleh infeksi lokal alias hanya terjadi pada area tertentu.

Gejala lain yang mungkin muncul saat Anda mengalami limfadenopati, yaitu demam, keringat dingin, batuk, kelelahan, pilek, dan menggigil. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, tidak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter.

Jangan tunda untuk pergi ke dokter jika:

  • Bengkak pada kelenjar getah bening yang terasa nyeri, tapi tidak disertai gejala-gejala lainnya.

  • Kelenjar getah bening bengkak, tapi tidak nyeri karena bisa jadi ini adalah pertanda kanker.

  • Kelenjar getah bening masih bengkak dalam waktu lama, sekalipun penyakit yang menyertainya sudah sembuh.

Pengobatan limfadenopati yang tepat

Tidak ada perawatan khusus untuk mengobati limfadenopati. Seperti disebutkan di atas, pengobatan untuk mengempiskan bengkak pada kelenjar getah bening dilakukan dengan menyembuhkan penyakit yang menyebabkan pembengkakan tersebut.

  • Jika limfadenopati disebabkan oleh infeksi di area tertentu, Anda cukup melakukan perawatan di rumah, seperti kompres hangat.

  • Obat antinyeri yang dijual bebas juga bisa Anda konsumsi, misalnya obat yang mengandung ibuprofen dan acetaminofen. Obat ini dimaksudkan untuk mengurangi rasa sakit sekaligus pembengkakan pada kelenjar getah bening.

  • Jika Anda pergi ke dokter, ia bisa juga meresepkan penggunaan obat yang mengandung kortikosteroid untuk mengurangi bengkak.

  • Limfadenopati yang disebabkan oleh virus bisa diatasi dengan obat antivirus.

  • Sedangkan limfadenopati yang disebabkan bakteri harus diobati dengan antibiotik.

  • Perawatan limfadenopati yang disebabkan oleh kanker melibatkan kemoterapi, radiasi, atau pembedahan.

  • Pengobatan untuk penyakit autoimun (misalnya arthritis reumatoid dan lupus) akan tergantung pada kondisi masing-masing individu.

Lamanya pengobatan ini tergantung pada penyakit yang menyebabkan limfadenopati itu. Bengkak karena infeksi bisa kempis setelah beberapa minggu, meski akan tetap terlihat bengkak dalam beberapa hari setelah infeksi mereda.

Di lain pihak, limfadenopati yang disebabkan oleh penyakit autoimun bisa menyusut ketika berada pada periode remisi, tapi kembali besar ketika penyakit kambuh. Sementara limfadenopati karena kanker tergantung pada stadium kanker itu sendiri, dan mungkin tidak bisa kempis selama Anda masih menjalani perawatan kanker.

Waspada komplikasi yang mungkin muncul

Infeksi penyebab limfadenopati yang tidak segera ditangani bisa berkembang menjadi penyakit yang lebih parah alias komplikasi. Salah satu yang mungkin terbentuk ialah nanah pada kelenjar getah bening yang hanya bisa ditangani dengan operasi pembedahan. Komplikasi lain ialah rusaknya jaringan kulit di area limfadenopati.

Dalam kasus lain, kelenjar getah bening juga bisa tumbuh sangat besar sehingga menekan jaringan di area sekitarnya. Misalnya pembengkakan kelenjar getah bening di bawah ketiak akan menekan saraf dan pembuluh darah yang menyuplai darah ke lengan.

Sementara, pembengkakan kelenjar getah bening di perut juga bisa menekan usus sehingga terjadi obstruksi usus. Kondisi ini bisa berbahaya dan hanya bisa disembuhkan melalui operasi.

Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=lymphadenopathy-90-P02044
Diakses pada 4 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324105.php
Diakses pada 4 September 2019

MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/heart-and-blood-vessel-disorders/lymphatic-disorders/swollen-lymph-nodes
Diakses pada 4 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/swollen-lymph-nodes#diagnosis
Diakses pada 4 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed