5 Tips untuk Jadi Suami Siaga Idaman Pada Masa Kehamilan

menjadi suami siaga merupakan bentuk dukungan kepada istri yang sedang hamil
Suami siaga memngaruhi kesehatan ibu dan bayi

Bagi seorang wanita, kehamilan adalah suatu masa “roller-coaster” di mana kondisi emosionalnya naik turun karena perubahan drastis pada hormon dan bentuk tubuhnya. Sesaat ia bisa merasa bahagia atas kehamilannya, lalu tiba-tiba menangis tanpa alasan, atau stres karena merasa tidak berguna.

Tapi sebagai pasangan, masa kehamilan ini (baik trimester pertama, kedua, dan ketiga) adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk menjadi superhero bagi istri. Caranya? Berubah menjadi suami Siaga.

Apa itu Suami Siaga?

Suami Siaga adalah singkatan dari suami siap antar jaga. Istilah ini dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai upaya mendorong para suami untuk memberikan dukungan kepada istri dalam masa kehamilan dengan cara selalu siap menemani istri konsultasi ke dokter.

Ditambah dengan menjaga istri selama masa kehamilan dan setelah melahirkan.

Intinya, memberikan dukungan dan pendampingan kepada istri Anda selama masa kehamilannya.

Manfaat menjadi Suami Siaga bagi kesehatan ibu dan bayi

Menjadi suami siaga adalah salah satu wujud kasih sayang yang bisa Anda tunjukkan kepada pasangan Anda. Namun di samping itu, menjadi suami siaga dapat memberikan manfaat yang sangat besar kepada ibu dan bayi yang dikandung.

Sebuah studi baru-baru ini mengatakan ibu hamil yang didampingi oleh suami yang suportif tidak mudah stres. Ketika ibu hamil sedang stres ia melepaskan hormon stres yang diserap oleh bayi. Bila terlalu sering terpapar hormon stres ini, bayi menjadi lebih mudah stres dan rewel setelah ia lahir.

Jadi dengan mengurangi stres pada ibu hamil akan memberikan manfaat kesehatan bagi ibu dan perkembangan bayi.

Ibu hamil yang didampingi oleh suami yang suportif selama masa kehamilan juga cenderung lebih kebal terhadap masalah kejiwaan seperti depresi postpartum atau kecemasan pasca melahirkan. Semakin awal dukungan yang diberikan pasangan kepada istri, semakin besar juga pengaruh positifnya.

5 tips cara menjadi suami siaga idaman

Menjadi suami siaga tidak cukup sekedar siap mengantar istri konsultasi ke dokter dan menjaganya saja. Anda juga harus bisa mendukung istri secara emosional agar ia bisa merasakan dukungan moril yang kuat.

Berikut tips yang bisa Anda gunakan untuk membantu istri selama mengandung.

1. Baca buku dan artikel tentang kehamilan

Saat ini ada banyak buku dan artikel yang membahas tentang kehamilan. Mulai dari yang ringan hingga yang membahas secara detail apa yang dialami ibu dan perkembangan bayi di dalam janin pada setiap minggu kehamilan.

Dengan mengetahui informasi ini, Anda bisa tahu apa yang dialami oleh istri dan memberikan pertolongan yang sesuai. Istri pun merasa aman karena Anda bisa diandalkan.

2. Bantu istri mengerjakan pekerjaan rumah

Mengandung itu hal yang berat bagi seorang wanita terlebih ketika memasuki trimester kedua kehamilan. Dengan perut yang semakin membesar dan juga waktu tidur yang semakin berkurang, ruang gerak istri Anda semakin terbatas dan ia mudah lelah. Jika selama ini pekerjaan rumah lebih banyak dikerjakan oleh istri, kini saatnya Anda mengambil alih pekerjaannya.

Anda bisa membantunya dengan mencuci piring, menyetrika, mengepel, atau mengerjakan pekerjaan rumah lainnya yang terbilang berat.
Dengan melakukan ini, istri Anda akan merasa Anda mengerti beban yang ia rasakan. Ia pun bisa lebih banyak tidur dan beristirahat.

3. Banyak bersabar

Hormon wanita mengalami banyak perubahan ketika ia mengandung. Perubahan ini membuat moodnya mudah berubah. Ia menjadi mudah senang, marah, bahkan menangis tanpa alasan yang jelas.

Bagi wanita yang baru pertama hamil, kecemasan dan perubahan emosional ini lebih terasa. Ia akan diliputi pikiran apakah kehamilannya akan berjalan dengan normal, apakah bayinya lahir dengan normal, bagaimanakah sakitnya saat melahirkan, apakah ia bisa menjadi ibu yang baik, dan segudang pertanyaan yang membuatnya cemas.

Yang Anda bisa lakukan adalah bersabar dan membiarkan istri menceritakan segala kecemasan yang ia rasakan kepada Anda. Anda juga jangan mudah terpancing untuk marah ketika istri marah. Bisa jadi ia tidak berniat marah pada Anda namun hormonnya yang mendorong ia berkata seperti itu.

Gunakan pengetahuan yang Anda dapatkan dari buku dan artikel untuk meyakinkan istri bahwa apa yang ia alami adalah hal yang normal dalam kehamilan.

4. Berikan pujian

Selama kehamilan, tubuh istri Anda akan mengalami perubahan yang signifikan. Sadar atau tidak sadar perubahan fisik ini akan membawa kecemasan tersendiri baginya.
Untuk mengatasinya, Anda bisa meyakinkannya bahwa ia tetap cantik walau perutnya membesar dan berat badannya naik.

Anda juga bisa menambahkan pelukan, rangkulan, dan usapan di punggungnya untuk mempertegas kata-kata Anda. Lakukan secara sering agar ia tetap percaya diri selama mengandung.

5. Siapkan perlengkapan melahirkan

Di minggu-minggu terakhir kehamilannya Anda bisa mulai mengepak barang-barang keperluan istri ke dalam tas sehingga ketika waktunya bersalin Anda siap berangkat ke rumah sakit atau pun ke klinik.

Itu dia beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menjadi suami siaga saat istri hamil. Tapi jangan lupakan tugas Anda untuk menemani istri setiap kali konsultasi ke dokter agar dapat mengetahui perkembangan anak.

Catatan dari SehatQ

Menjadi Suami Siaga memberikan manfaat yang besar kepada kesehatan ibu dan perkembangan bayi yang dikandung. Usahakan untuk mendampingi istri Anda selama masa kehamilannya agar semuanya berjalan dengan lancar. Disamping itu, menjadi suami yang siaga saat istri hamil bisa memperdalam cinta istri kepada Anda.

Depkes. https://www.depkes.go.id/pdf.php?id=790
Diakses 21 November 2019

Web MD. https://www.webmd.com/baby/features/an-expectant-dads-guide-to-pregnancy#1
Diakses 21 November 2019

What to expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/for-dad/pregnancy-pointers-for-soon-to-be-dads.aspx
Diakses 21 November 2019

Pyschology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-squeaky-wheel/201211/partners-pregnant-women-impact-newborns-health
Diakses 21 November 2019

Artikel Terkait