5 Penyebab Seseorang Meninggal Saat Tidur, Salah Satunya Diduga Dialami Cecep Reza

Kabar duka tengah menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Pasalnya, Cecep Reza atau yang akrab dikenal oleh perannya sebagai “Bombom” dalam sinetron “Bidadari” telah meninggal dunia.

Salah seorang kerabatnya menduga penyebab Cecep Reza meninggal saat tidur adalah karena serangan jantung. Terlebih tidak ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan sebelum Cecep Reza meninggal dunia.

Bagi orang-orang yang ditinggalkan, meninggal saat tidur tentu menjadi guncangan dan kesedihan yang teramat dalam.

Berbagai penyakit yang diduga menjadi penyebab seseorang meninggal saat tidur

Ketika seseorang meninggal saat tidur, pada beberapa kasus mungkin penyebabnya tidak diketahui oleh kerabat terdekat, seperti keluarga atau sahabat. Kematian terjadi secara mendadak, biasanya tanpa gejala atau mungkin sudah ada tanda-tanda sakit sebelumnya.

Mereka mungkin masih tampak sehat dan semangat beraktivitas sebelum pergi tidur. Hal tersebut yang kerap membuat kerabat dekat yang ditinggalkan biasanya sulit memercayai bahwa orang tersebut memiliki penyakit yang mengancam jiwa.

Adapun beberapa gejala penyakit yang dapat menyebabkan seseorang meninggal saat tidur sebenarnya sudah lama diidap. Namun, mungkin seringkali diabaikan.

1. Serangan jantung

Serangan jantung merupakan salah satu jenis penyakit yang diduga menjadi penyebab seseorang meninggal saat tidur. Serangan jantung saat Anda tidur dapat terjadi akibat penyumbatan aliran darah ke otot-otot jantung sehingga jantung tidak mendapatkan suplai oksigen dari darah.

Ada beberapa tanda dan gejala seseorang yang mengalami serangan jantung. Tanda atau gejala yang mungkin sering Anda amati atau alami adalah:

  • Rasa tidak nyaman di rahang, tenggorokan, hingga lengan.
  • Gangguan pencernaan yang menyebabkan tersedak.
  • Detak jantung yang tidak teratur, bisa terlalu cepat atau lambat.
  • Demam.
  • Sering berkeringat.
  • Mual dan muntah.
  • Pusing.

Tanda-tanda dan gejala tersebut dapat berlangsung selama 30 menit atau lebih. Jika Anda atau kerabat terdekat mengalami salah satu gejala di atas, segera kunjungi dokter untuk menghindari risiko kematian mendadak saat tidur.

2. Henti jantung mendadak

Henti jantung mendadak dikenal pula dengan sudden cardiac arrest. Kondisi dapat terjadi ketika jantung Anda berhenti mendadak secara tiba-tiba. Hal ini bisa disebabkan oleh sinyal elektrik yang mengatur detak jantung menjadi tidak teratur sehingga mengakibatkan denyut berdetak terlalu cepat.

Detak jantung yang cepat atau dikenal dengan penyakit ventrikel fibrilasi adalah gangguan irama jantung yang membuat ventrikel jantung hanya bergetar, bukan berdenyut untuk memompa darah.

Pada kondisi tersebut, darah tidak dapat mengalir dengan baik ke otak dan organ tubuh vital  lainnya sehingga menyebabkan kematian mendadak.

Beberapa tanda atau gejala henti jantung mendadak yang perlu diwaspadai adalah pusing, detak jantung yang tidak beraturan, terasa nyeri di dada, dan rasa tidak nyaman pada lengan, punggung, leher, hingga rahang.

3. Sleep apnea

Sleep apnea atau gangguan tidur apnea adalah suatu kondisi ketika seseorang berhenti bernapas selama beberapa kali dalam tidurnya.

Umumnya orang yang menderita sleep apnea akan berhenti bernapas selama sekitar 10-60 puluh detik, setidaknya lima kali setiap jam saat tidur.

Jika gangguan ini semakin bertambah parah, tubuh bisa saja gagal menarik napas lagi setelah tertahan sehingga menyebabkan terhentinya sistem pernapasan. Inilah yang dapat mengakibatkan kematian mendadak saat tidur.

Beberapa faktor risiko gangguan tidur apnea, di antaranya obesitas, gagal jantung, dan berbagai penyakit jantung lainnya. Pasalnya, sleep apnea berkaitan dengan masalah irama jantung sehingga berisiko menyebabkan kematian mendadak saat tidur.

4. Penggumpalan darah

Sebagian besar kondisi penggumpalan darah tidak membahayakan kesehatan. Namun, apabila darah yang menggumpal sudah menjadi terlalu besar, gumpalan tersebut dapat menghalangi aliran darah.

Jika aliran darah yang terblokir merupakan pembuluh utama yang berfungsi memompa darah menuju otak atau jantung, penggumpalan darah dapat berujung pada kondisi seseorang meninggal saat tidur.

Pada kasus penggumpalan darah yang cukup parah biasanya menimbulkan beberapa gejala, seperti batuk dan napas pendek tanpa diketahui penyebabnya, detak jantung lebih cepat, nyeri di dada, hingga merasa lelah.

5. Sudden Arrhythmia Death Syndrome (SADS)

Sudden Arrhythmia Death Syndrome (SADS) adalah suatu kondisi umum yang mendeskripsikan penyebab kematian mendadak pada seseorang.

Ini sebenarnya bukan merupakan suatu penyakit yang diidap seseorang, melainkan kumpulan dari beberapa gejala yang disebabkan oleh kondisi kesehatan lain, seperti kelainan jantung secara genetik yang mungkin tidak dapat terdiagnosis pada orang yang sehat.

Oleh karena itu, jika Anda atau kerabat Anda mengalami nyeri di bagian dada dan memiliki riwayat penyakit jantung, konsultasikan dengan dokter agar dapat ditangani dengan segera.

Lantas, apa penyebab Cecep Reza meninggal dunia?

Berbagai spekulasi muncul mengenai penyebab meninggalnya lawan main Marshanda tersebut.

Diketahui baru satu minggu yang lalu Cecep Reza melakukan operasi pemasangan ring pada jantungnya. Tak ayal apabila pihak keluarga pun meyakini bahwa Cecep meninggal karena penyakit jantung.

Proses pemasangan ring (cincin) atau dikenal juga dengan stent adalah prosedur yang dilakukan untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah di jantung dengan menempatkan cincin di pembuluh darah.

Balon tersebut bisa berkembang menjadi lebih besar sehingga pembuluh darah pun dapat ikut membesar. Pemasangan ring jantung merupakan prosedur yang dilakukan untuk meningkatkan aliran darah ke jantung.

Proses pemasangan ring jantung merupakan salah satu metode pengobatan yang umum bagi pasien dengan penyakit jantung koroner.

Pembuluh darah arteri pada jantung berfungsi membawa darah yang kaya akan oksigen ke otot-otot jantung. Kendati demikian, arteri bisa mengalami berbagai gangguan, salah satunya adalah penumpukan plak, yang membuat aliran darah menjadi tersumbat.

Kondisi tersebut yang dinamakan penyakit jantung koroner. Penyakit tersebut dapat merusak otot-otot jantung dan meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung.

Catatan dari SehatQ

Meninggal saat tidur, seperti yang dialami pesinetron Cecep Reza, biasanya tanpa gejala atau mungkin sudah ada tanda-tanda penyakit tertentu sebelumnya. Salah satu yang kerap dialami tetapi tidak disadari adalah penyakit jantung.

Oleh karena itu, jika Anda atau kerabat dekat Anda mengalami tanda-tanda atau gejala, seperti nyeri di dada, detak jantung tidak beraturan, memiliki riwayat penyakit jantung, atau gejala lainnya segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-disease/stent
Diakses pada 20 November 2019

Web Md. https://www.webmd.com/sleep-disorders/sleep-apnea/news/20130611/sleep-apnea-may-boost-risk-of-sudden-cardiac-death#1
Diakses pada 20 November 2019

US News. https://health.usnews.com/conditions/articles/what-are-the-warning-signs-of-a-blood-clot
Diakses pada 20 November 2019

New Health Advisor. https://www.newhealthadvisor.org/Dying-in-Your-Sleep.html
Diakses pada 20 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed