Life Skill Adalah Kecakapan Hidup yang Sebaiknya Dikuasai Anak, Apa Saja?

(0)
Mencuci piring setelah selesai makan merupakan life skill yang perlu dikuasai anakSalah satu life skill yang penting diajarkan pada anak adalah mencuci piring sendiri setelah makan
Matematika, sains, bahasa, mungkin si Kecil meraih nilai tinggi untuk mata pelajaran di sekolah. Namun, tahukah Anda, jika ada hal lain yang juga penting sebagai bekalnya untuk tumbuh dewasa? Life skill atau kecakapan hidup adalah pelajaran berharga yang akan digunakan anak-anak sepanjang hidup mereka. Sayangnya, sebagian besar anak tidak memahami bagaimana cara mengatasi permasalahan sehari-hari dalam hidup sampai mereka masuk usia remaja. Jangan tunggu sampai anak Anda bertambah besar untuk mengajarkan kecakapan hidup. Ajari ia life skill ini dan Anda akan merasa tenang melihatnya tumbuh menjadi anak yang mandiri.

Apa itu life skill?

Sebenarnya definisi life skill amatlah luas. LIfe skill atau kecakapan hidup merupakan sesuatu yang tidak didapatkan dari nilai akademis di sekolah. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), ada lima hal mendasar terkait life skill, yaitu:
  • Membuat keputusan dan mencari solusi
  • Berpikir kreatif dan kritis
  • Komunikasi dan kemampuan interpersonal
  • Kesadaran diri (self-awareness) dan empati
  • Mengatasi emosi dan stres
Tentunya dengan mengajari anak life skill sedini mungkin akan membantu anak tumbuh menjadi anak yang mandiri dan mampu menyelesaikan masalahnya sehari-hari.Mengajari life skill kepada anak tentu tidak harus kaku dan seperti berada di ruang kelas. Anda bisa melakukannya saat sedang makan malam bersama keluarga. Atau ketika Anda sedang bermain dengannya. Tentunya anak akan lebih mudah memahami jika life skill  ini diajarkan dengan cara yang menyenangkan.

Jenis life skill yang sebaiknya diajarkan pada anak

Pembelajaran jarak jauh alias sekolah online membuat Anda memiliki lebih banyak waktu bersama anak. Selain ia perlu memahami tentang pelajaran di sekolah, kini saatnya Anda memberinya bekal hidup yang berharga.Berikut ini jenis life skill yang sebaiknya diajarkan pada anak sesuai tahapan usia:

1. Usia pra-sekolah (2-4 tahun)

Pada usia ini, anak mungkin masih membutuhkan Anda untuk mengawasi kegiatan-kegiatan yang Anda ajarkan padanya. Namun seiring berjalannya waktu, ia pun akan menguasai dan terbiasa dengan tugas-tugas yang sederhana. Kuncinya adalah memberinya kepercayaan untuk melakukan sendiri meski hasilnya belum sempurna.
  • Membereskan mainan
Ajak anak untuk merapikan kembali mainannya ke dalam kotak setelah selesai bermain, menyimpan buku-bukunya di rak, atau memasukkan kembali krayon dan pensil warna ke tempatnya. Anda juga bisa memintanya untuk meletakkan baju kotor ke keranjang cucian maupun membuang sampah di tong sampah.
  • Memilih baju sendiri
Tentu saja rasanya gregetan melihat si Kecil memilih kaos garis-garis yang dipadukan dengan celana kotak-kotak. Eits, tahan diri Anda sebelum mengomentari atau memintanya berganti pakaian. Berikan kepercayaan padanya untuk memilih pakaian sendiri setiap habis mandi. Lalu, pelan-pelan ajaklah anak membahas jenis pakaian yang cocok untuk acara tertentu. Misalnya, saat hari hujan dan dingin, sebaiknya kenakan baju lengan panjang. Atau baju rumah sebaiknya dipakai di rumah saja, sementara ketika akan menghadiri acara, gunakanlah baju yang rapi dan bersih untuk menghormati pihak pengundang. Beritahu juga padanya apa kegiatan yang akan dilakukan hari itu sehingga ia akan belajar memilih jenis pakaian yang tepat.
  • Membantu menyiapkan meja makan
Keluarga Anda punya kebiasaan makan malam bersama di meja makan? Ajak si Kecil untuk membantu menata meja dengan meletakkan sendok dan garpu untuk masing-masing anggota keluarga. Biarkan ia memberi tambahan pemanis seperti kartu buatan sendiri atau gambar karyanya. Ia pasti tak sabar menunggu waktu makan malam tiba.

2. Usia 5-7 tahun

Pada usia ini, anak-anak telah menjelma menjadi penolong yang baik di rumah. Ia mulai bisa melakukan beberapa pekerjaan seperti orang dewasa. Anda harus pandai-pandai melihat situasi, kapan membiarkan anak melakukan sendiri dan kapan Anda harus melakukan intervensi membantunya.Memberdayakan anak untuk membantu pekerjaan rumah, terutama di masa pandemi seperti ini, amatlah penting. Banyak hal serba tidak pasti ketika terjadi pandemi. Membiarkan anak melakukan tugas-tugas harian membuatnya memiliki kontrol terhadap hidupnya sekaligus mengurangi rasa takut akibat situasi yang serba tak pasti.
  • Membereskan tempat tidur
Kemampuan ini seringkali diabaikan ketika masa sekolah akibat terburu-buru bangun dan bersiap berangkat sekolah. Namun, ketika masa sekolah online, si Kecil punya waktu lebih banyak untuk bangun dan merapikan tempat tidurnya sendiri. Anda bisa membuat rutinitas pagi untuknya ketika bangun tidur, termasuk melipat selimut, mengatur bantal guling, dan merapikan sprei. Melakukan tugas ini secara teratur akan menanamkan kebiasaan baik yang bermanfaat hingga ia tumbuh dewasa. 
  • Menyiapkan sarapan sendiri
Mengoleskan selai ke roti, menuang sereal dan susu, atau sekadar mengambil air minum untuk dirinya sendiri merupakan hal-hal dasar yang bisa diajarkan anak. Anda juga bisa mengajaknya untuk memasak menu sederhana. Berikan tugas seperti mengaduk, mengocok telur, atau mencampur bahan. Anda tetap perlu mengawasinya terutama jika ia menggunakan kompor dan barang-barang elektronik seperti blender, mixer, maupun oven.
  • Memisahkan pakaian kotor yang akan dicuci
Bila anak sudah terbiasa meletakkan pakaian kotornya di keranjang cucian, kini saatnya ajak ia memilah pakaian kotor. Minta ia mengecek bagian kantong untuk memastikan tidak ada benda-benda lain yang tidak sengaja tercuci. Pisahkan baju berdasarkan warna gelap dan terang. Jelaskan pada si Kecil pentingnya memisahkan pakaian sebelum dicuci, satu kaos kaki kecil berwarna merah bisa mengubah seluruh cucian berwarna putih menjadi pink. 

3. Usia 8-10 tahun

Anak-anak pada usia ini sudah lebih siap melakukan tugas-tugas yang sebelumnya tidak bisa dilakukan ketika ia masih berusia 7 tahun. Namun sekarang saatnya Anda melihat apakah ia sudah lebih disiplin dalam melakukannya dan tidak perlu diingatkan berulang kali?
  • Mencuci piring
Tak harus mencuci semua piring kotor yang ada di dapur, Anda cukup memintanya untuk mencuci piring makannya sendiri setelah selesai makan. Awalnya, Anda perlu mengawasinya dan memberi arahan. Namun, lama-kelamaan ia akan terbiasa untuk selalu mencuci piringnya setiap kali selesai makan. Bukan tidak mungkin, ia juga akan berinisiatif mencuci semua piring kotor di dapur.
  • Memasak
Bila di usia sebelumnya ia sudah terbiasa menyiapkan sarapan sendiri, kini saatnya mulai percayakan ia menggunakan kompor. Anda tetap perlu mengawasinya dan mengingatkan berulang kali untuk mematikan api setelah selesai menggunakan kompor. Ajari anak keterampilan memasak yang sederhana seperti menggoreng telur, merebus pasta, atau membuat nasi goreng.
  • Berkebun
Banyak hal bisa dipelajari dari kegiatan berkebun seperti jenis-jenis tanaman, mengapa tanaman membutuhkan sinar matahari, hingga serangga yang sering mengganggu tanaman. Minta ia membantu aktivitas berkebun seperti menyiram tanaman, menyiapkan pupuk, hingga mengecek tanaman mana yang membutuhkan perawatan lebih banyak.

4. Usia remaja (11+)

Mengajari life skill pada remaja adalah tentang tanggung jawab mengelola uang, mengatur waktu, dan menjaga kebersihan diri. Ini saatnya berfokus pada kemampuan yang akan membantu anak bertahan hidup secara mandiri. 
  • Mengatur uang
Bila Anda mulai memberikan uang saku pada anak, cobalah memberinya secara mingguan atau bulanan. Biarkan ia belajar mengelola uangnya sendiri. Mungkin akan sulit awalnya karena ia ingin segera menghabiskan uangnya sejak pertama kali diberikan. Namun, bila ia kehabisan uang di tengah minggu atau tengah bulan, jangan berikan uang tambahan. Biarkan ia belajar dari kesalahannya dan mengatur pengeluaran dengan lebih baik. Minta ia menyisihkan uang untuk ditabung. 
  • Mengecek kebutuhan rumah tangga
Bisakah anak Anda memotong rumput sendiri? Mengganti galon air minum yang habis? Menelepon agen penjual gas saat tabung gas di rumah sudah kosong? Mengecek lampu yang mati dan mengganti bola lampunya? Berbelanja barang-barang kebutuhan rumah tangga? Bila belum, ajari anak secara perlahan. Ia perlu tahu hal-hal penting yang ada di rumah sehingga ketika terjadi masalah di rumah saat Anda sedang tidak ada, ia dapat mengatasinya. Suatu hari, anak Anda akan hidup sendiri dan keluar dari rumah. Bekali ia dengan beragam pengetahuan dalam mengurus rumah sekaligus mengajaknya bebersih dan merawat rumah.
  • Menjaga kebersihan diri
Bila sebelumnya Anda masih terus-menerus mengingatkan anak untuk mandi, menggunakan deodoran, dan merawat kulit, sekarang saatnya ia bertanggung jawab terhadap kebersihan dirinya. Biarkan ia memilih sabun mandi, sampo, dan perawatan tubuhnya sendiri. Anda tak perlu lagi mengingatkan remaja Anda kapan harus mandi. Bebaskan ia untuk memilih waktu mandinya sendiri.
  • Bertanggung jawab terhadap diri sendiri
Cobalah berhenti menyuruh anak membersihkan kamar agar ia boleh bermain game kesukaannya. Sudah tidak perlu ada lagi reward untuk hal-hal yang sudah menjadi kewajibannya untuk dilakukan. Biarkan ia mengatur waktunya sendiri dan menerima konsekuensi bila ia tidak mengerjakan apa yang menjadi tugas-tugasnya. Biarkan si remaja Anda menelepon dokter sendiri ketika akan membuat janji konsultasi, menelepon agen penjual galon air minum dan gas saat di rumah sudah habis, atau menelepon restoran untuk pesan antar makanan. Mengajari life skill pada anak membutuhkan komitmen dan kemauan yang kuat. Mungkin awalnya akan terasa merepotkan, tetapi semua itu akan menjadi bekal yang baik untuk anak saat ia tumbuh dewasa.
tips parentingmembesarkan anakcara mendidik anak
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/teaching-children-life-skills-early-4144959
Diakses pada 9 Agustus 2020
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/the-best-life-life-skills-you-can-teach-your-kids-during-school-closures-4842610
Diakses pada 9 Agustus 2020
WHO. https://www.who.int/mental_health/media/en/30.pdf?ua=1
Diakses pada 9 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/life-skills-101-can-your-kid-do-this
Diakses pada 9 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait