Lidah Mati Rasa, Bisa Terjadi karena Alergi Hingga Stroke

Lidah mati rasa tiba-tiba bisa jadi tanda dari penyakit seperti alergi hingga stroke
Lidah mati rasa tiba-tiba bisa jadi karena alergi

Ada kalanya seseorang merasakan lidah mati rasa secara tiba-tiba. Hal ini bisa berlangsung sebentar dan hilang dengan sendirinya, namun bisa juga berlangsung selama berhari-hari hingga mengganggu aktivitas. Lidah mati rasa bisa jadi gejala penyakit tertentu, alergi, atau bahkan indikasi seseorang mengalami stroke.

Untuk tahu apa yang menyebabkan lidah mati rasa, bisa dilihat dari seberapa parah dampaknya. Apabila hanya terjadi sesekali setelah mengonsumsi makanan tertentu dan langsung mereda, tak perlu khawatir. Meski demikian, konsultasikan ke dokter jika berlangsung cukup lama disertai gejala lain.

Penyebab lidah mati rasa

Ada banyak alasan seseorang mengalami lidah mati rasa. Beberapa di antaranya adalah:1

1. Raynaud’s disease

Raynaud’s disorder adalah gangguan yang berdampak pada aliran darah ke jari tangan, jari kaki, bibir, dan juga lidah. Contohnya ketika lidah terlalu dingin akibat suhu rendah atau merasa stres, pembuluh yang membawa darah akan mengecil sementara.

Pada orang yang mengalami fenomena Raynaud, lidah mati rasa bisa disertai dengan perubahan warnanya menjadi kebiruan atau pucat. Ketika mereda pun, ada sensasi keseutan di lidah. Hal ini bisa mereda setelah stres berkurang atau mengonsumsi minuman hangat.

2. Stroke

Lidah mati rasa juga bisa jadi indikasi seseorang mengalami stroke, yaitu saat terjadi sumbatan aliran darah ke otak. Saat ini terjadi, otak tidak mendapat cukup oksigen sehingga saraf dan otot di berbagai bagian tubuh termasuk lidah mengalami gangguan.

Umumnya, gejala stroke disertai kesulitan melihat dan berbicara, wajah atau anggota badan tampak turun dan lemah di satu sisi, juga kesulitan menjaga keseimbangan saat berdiri. Jangan menunda penanganan medis ketika ada seseorang yang mengalami stroke, karena setiap detik begitu berharga mencegah dampak permanen.

3. Multiple sclerosis

Pada penderita multiple sclerosis atau MS, sistem kekebalan tubuhnya justru menyerang saraf di otak dan sumsum tulang belakang yang sehat. Akibatnya, bisa muncul sensasi wajah atau lidah mati rasa.

Multiple sclerosis adalah penyakit yang biasanya diderita cukup lama, sehingga kondisi lidah mati rasa dapat terjadi berulang. Jika lidah mati rasa dirasa mengganggu untuk mengunyah dan aktivitas lain, konsultasikan kepada dokter.

4. Reaksi alergi

Lidah mati rasa juga bisa merupakan reaksi alergi setelah mengonsumsi makanan atau obat tertentu. Gejalanya selain mati rasa adalah lidah terasa bengkak dan gatal.

Setiap orang memiliki alergen berbeda, namun biasanya makanan yang rentan memicu alergi adalah telur, ikan, susu, gandum, dan kacang-kacangan.

5. Lepuhan dalam mulut

Ketika ada bagian dalam mulut yang melepuh atau canker sores, maka lidah mati rasa juga bisa terjadi. Tidak jelas apa pemicu munculnya canker sores, namun bisa berhubungan dengan perubahan hormon, virus, kurang nutrisi, atau cedera di mulut.

Apabila ini yang terjadi, sebisa mungkin hindari makanan pedas, keras, dan juga asam karena dapat menimbulkan iritasi. Selain obat medis, berkumur dengan air garam dan soda kue dapat meredakan rasa sakit.

6. Hipoglikemia

Penderita diabetes rentan mengalami hipoglikemia, yaitu kondisi saat gula darah turun di bawah batas normal. Selain melewatkan waktu makan, pemicu lainnya adalah mengonsumsi terlalu banyak insulin atau obat diabetes lain.

Tak hanya penderita diabetes, setiap orang juga bisa mengalami hipoglikemia. Biasanya, gejala lain yang juga terjadi adalah merasa lemas, lapar, pusing, hingga bingung.

7. Hipokalsemia

Orang yang kadar kalsium dalam darahnya terlalu rendah bisa mengalami hipokalsemia. Beberapa gejalanya adalah otot kram, kejang, sakit kepala, juga lidah mati rasa. Hipokalsemia bisa terjadi karena penyakit ginjal, komplikasi operasi tiroid, atau kekurangan vitamin D.

8. Burning mouth syndrome

Penyebab lidah mati rasa yang lebih jarang terjadi adalah burning mouth syndrome, yaitu munculnya sensasi terbakar dan tidak nyaman di lidah, mulut, dan bibir. Sindrom ini bisa jadi indikasi masalah medis seperti diabetes, infeksi jamur, atau kekurangan vitamin B-12.

Namun pada kasus lain, burning mouth syndrome bisa terjadi karena masalah pada saraf pengendali area tubuh tertentu. Perempuan yang sudah mengalami menopause rentan mengalaminya.

9. Migrain

Sakit kepala migrain juga dapat menyebabkan lengan, wajah, bibir, dan lidah mati rasa. Biasanya, penderitanya juga akan merasakan pusing, tidak fokus melihat, hingga nyeri tak tertahankan di satu sisi kepala.

Catatan dari SehatQ

Satu kondisi yang harus segera mendapatkan penanganan medis adalah ketika lidah mati rasa berhubungan dengan stroke. Namun jika gejala yang muncul tidak terlalu signifikan atau bahkan lidah mati rasa mereda dengan sendirinya, tak perlu khawatir berlebih.

Ketahui pula bahwa lidah mati rasa bisa jadi merupakan sinyal penyakit lain yang diderita seseorang. Apapun itu penyakitnya, cari tahu diagnosis dan penanganan yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/tingling-tongue#see-your-doctor

Diakses 10 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320180#takeaway

Diakses 10 April 2020

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/tingling-tongue-causes#1

Diakses 10 April 2020

Artikel Terkait