Lidah Bayi Kesulitan Bergerak? Berikut Cara Mengatasi Tongue Tie

Tongue tie adalah gangguan yang terjadi jika frenulum lidah mengganggu pergerakan lidah bayi
Pergerakan lidah bayi terganggu akibat tongue tie

Sebagian bayi memiliki frenulum, yaitu jaringan tipis yang menyerupai tali, di bagian bawah lidah mereka. Frenulum berfungsi untuk menghubungkan lidah bayi dengan dasar mulut. Jaringan ini bisa mengalami gangguan apabila kondisinya terlalu kencang atau kaku sehingga mengganggu pergerakan lidah bayi. Gangguan inilah yang disebut dengan tongue tie.

Saat menyusui, lidah bayi idealnya mampu bergerak ke depan melewati bibir dan ke atas mencapai langit-langit mulut. Pergerakan ini penting untuk menahan payudara di dalam mulut dan memerah ASI keluar dari payudara. Jika gerakan lidah bayi terbatas akibat tongue tie, proses menyusui akan terganggu. Selain itu, gesekan puting dengan lidah atau gusi dapat menyebabkan nyeri pada puting ibu.

Hingga saat ini, perawatan tongue tie masih menimbulkan perdebatan di kalangan ahli. Perdebatan ini berfokus pada frenotomi, yaitu penjabaran tentang apakah tindakan yang membantu mengurangi rasa sakit pada puting ibu memang bermanfaat atau tidak. Bukti sahih dari penelitian besar mengenai hal ini memang belum ada sehingga tidak tersedia pedoman perawatan tongue tie yang bisa digunakan secara luas.

Hal yang pasti untuk diketahui adalah menyusui bukanlah suatu proses yang mudah. Mengingat manfaat menyusui yang sangat banyak bagi ibu dan bayi, menjaga keberlangsungan proses ini sangatlah penting, terlepas dari keputusan orangtua untuk melakukan frenotomi atau tidak.

4 Cara atasi kesulitan akibat Tounge-tie

Berikut beberapa cara selain frenotomi yang dapat anda coba untuk menyusui bayi dengan tongue tie.

1. Pastikan Payudara Tetap Lunak

Bayi dapat melekat pada payudara dengan lebih mudah jika payudara ibu lunak. Cara untuk menjaga payudara tetap lunak adalah dengan sering menyusui. Seringkali jika bayi tidak menyusu dengan efektif, payudara tetap terasa keras walaupun bayi sudah sering disusui. Anda bisa membantu mengosongkan payudara dengan memerah atau memompa ASI setelahnya.

2. Menyusui dengan Posisi Berbaring

Dalam cara ini, ibu harus berbaring nyaman dengan kepala sedikit ditinggikan, lalu bayi dibaringkan di atas badan ibu. Biarkan bayi melekat dan menyusu dalam posisi ini. Dengan posisi ini, proses perlekatan bayi dibantu oleh gaya gravitasi. Bayi tidak perlu bersusah payah mengangkat kepalanya untuk melekat. Ibu juga bisa lebih rileks.

3. Bantu Bayi Mendapatkan Perlekatan yang Dalam

Posisi dan perlekatan saat menyusui sangat penting. Seringkali bayi tidak membuka mulut dengan lebar sehingga menyulitkan perlekatan. Beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk membantu bayi adalah:

  • Menarik dagu bayi agar mulut mereka terbuka lebih lebar dan lebih banyak payudara yang masuk ke dalam mulut bayi.
  • Menekan areola dekat dagu bayi kemudian mendekatkan dagu bayi pada lekukan tersebut.
  • Tekan areola di dekat bibir atas bayi sehingga arah puting menjauhi bayi. Dengan demikian, ketika bayi membuka mulut, bagian daging payudaralah yang terlebih dahulu masuk mulut bayi (bagian payudara yang mengandung banyak saluran ASI).

4. Pastikan Produksi ASI Tetap Terjaga

Jika bayi tidak dapat menyusu dengan baik, anda perlu memerah atau memompa untuk menjaga produksi ASI. Pada minggu-minggu pertama, memerah tangan mungkin lebih efektif dari memompa bagi ibu yang baru pertama kali menyusui. Pelajari kedua teknik agar dapat mengetahui cara mana yang paling cocok untuk anda.

Kosongkan payudara setidaknya 8 kali sehari. Tetap kosongkan payudara di malam hari karena akan sangat berpengaruh terhadap produksi ASI.

Sebisa mungkin ASI perah diberikan menggunakan sendok atau cangkir untuk mencegah bingung puting. Konselor laktasi juga dapat menunjukkan cara pemakaian nursing supplementer untuk memberi ASI perah.

Jika anda mengalami kesulitan dalam menyusui, berkonsultasilah dengan konselor laktasi terdekat.

UNICEF. https://www.unicef.org.uk/babyfriendly/support-for-parents/tongue-tie/
Diakses pada Mei 2019

O’Shea JE, Foster JP, O’Donnell CPF, et atl. Frenotomy for tongue-tie in newborn infants (review). https://www.cochranelibrary.com/cdsr/doi/10.1002/14651858.CD011065.pub2/media/CDSR/CD011065/CD011065_standard.pdf
Diakses pada Mei 2019

La Leche League International. https://www.llli.org/breastfeeding-info/tongue-lip-ties/
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed