Licorice atau akar manis adalah tanaman herbal yang sangat bemanfaat
Licorice atau akar manis adalah tanaman herbal yang sangat bemanfaat

Licorice telah dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan, yang bahkan kadang dijadikan pengobatan alternatif untuk masalah medis tertentu. Nama lainnya yakni akar manis, karena memang memiliki rasa yang manis.

Licorice si akar manis, apa itu?

Licorice adalah tanaman herbal yang telah banyak digunakan untuk menangani kesehatan tertentu. Selain itu, sesuai namanya, licorice (Glycyrrhiza glabra) memiliki citarasa yang manis sehingga sering disebut akar manis. Rasa manis tersebut membuat licorice sering ditambahkan ke dalam permen dan minuman.

Licorice
Licorice mengandung lebih dari 300 senyawa yang berbeda

Licorice mengandung lebih dari 300 senyawa yang berbeda. Beberapa di antaranya memiliki efek antibakteri dan antivirus. Dengan kandungan tersebut, licorice pun mempunyai beragam manfaat kesehatan yang mengesankan. Apa saja?

6 Manfaat licorice untuk kesehatan dan kebaikan tubuh

Berikut ini khasiat dan manfaat licorice yang patut untuk diketahui, yaitu:

1. Meredakan gangguan pencernaan

Licorice si akar manis telah banyak digunakan untuk mengatasi gangguan pada lambung, seperti keracunan makanan, tukak lambung, dan heartburn. Ekstrak licorice mengandung glycyrrhizic acid yang memiliki efek antiperadangan dan meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga mempercepat pemulihan lapisan lambung dan mengembalikan keseimbangan.

2. Mengatasi masalah pernapasan

Licorice juga direkomendasikan untuk membersihkan saluran pernapasan. Mengonsumi suplemen licorice disebutkan dapat membantu tubuh menghasilkan dahak yang sehat. Ya, dahak yang sehat dapat menjaga fungsi saluran pernapasan agar tidak tersumbat.

3. Bermanfaat untuk penanganan kanker

Temuan menarik lain dari licorice adalah potensi khasiatnya untuk mendampingi penanganan kanker, seperti kanker prostat dan kanker payudara. Pengiring penanganan ini sudah dilakukan di China, walau riset lanjutan masih diperlukan untuk menguatkan potensi ini.

4. Berpotensi menangani hepatitis C

Licorice berpotensi untuk menangani hepatitis C, infeksi virus pada organ hati. Sebuah riset yang dilakukan di Jepang mengungkapkan bahwa licorice dapat melawan mikroba penyebab hepatitis C, yang hasilnya sangat menjanjikan.

5. Melindungi kulit dan gigi

Tak hanya untuk organ internal tubuh, akar manis alias licorice juga bermanfaat untuk kulit dan gigi. Gel topikal yang mengandung licorice dianjurkan untuk penderita eksim. Selain itu, karena mengandung sifat antibakteri, licorice juga disebutkan dapat membunuh bakteri penyebab gigi berlubang.

6. Mengikis rasa stres

Manfaat licorice tak hanya untuk kesehatan organ dan kulit saja. Si akar manis juga dilaporkan dapat berkhasiat untuk kesehatan psikologis, yakni dengan meredakan stres.

Licorice
Licorice juga dilaporkan dapat meredakan stres

Stres berkepanjangan dapat memicu kelenjar adrenal bekerja bekerja ekstra keras untuk menghasilkan hormon adrenalin dan kortisol, si hormon stres. Konsumsi suplemen licorice ternyata dapat menstimulasi kelenjar adrenal, sehingga juga mengendalikan kadar kortisol.

Bentuk-bentuk licorice yang sering ditemukan

Licorice banyak tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari ekstrak dalam permen hingga dalam bentuk suplemen. Berikut ini bentuk licorice yang bisa dikonsumsi dan batas penggunaannya:

  • Ekstrak licorice (glycyrrhizic acid) dalam produk permen dan minuman, takaran maksimal yaitu 30 mg/mL
  • Bubuk licorice, dosis maksimal yakni kurang dari 75 gram per hari
  • Teh licorice, tidak boleh dikonsumsi lebih dari 8 ons per hari
  • DGL, tidak bisa dikonsumsi lebih dari 5 gram per hari

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi licorice dalam bentuk apapun, untuk menghindari efek tidak menyenangkan.

Risiko dan efek samping licorice jika dikonsumsi terlalu banyak

Walau khasiat licorice di atas menakjubkan, tanaman ini tetap memiliki risiko tertentu jika dikonsumsi berlebihan. Beberapa kondisi yang bisa terjadi sebagai efek konsumsi licorice terlalu banyak, yaitu:

  • Hipokalemia, atau rendahnya kadar kalium di tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan lemah otot.
  • Metabolisme tubuh yang tidak normal dan kondisi kelebihan air di tubuh (fluid retention)
  • Tekanan darah tinggi dan detak jantung tidak teratur

Selain itu, badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat atau FDA, merekomendasikan agar ibu hamil menghindari licorice.

Catatan dari SehatQ

Licorice atau akar manis merupakan tanaman yang menawarkan manfaat kesehatan. Walau begitu, pastikan Anda mengonsumsinya dalam batas wajar. Berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya juga dianjurkan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/licorice-the-sweet-root
Diakses pada 6 Februari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323761.php
Diakses pada 6 Februari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3715454/#!po=2.00000
Diakses pada 6 Februari 2020

Artikel Terkait