Lezat dan Bergizi, Ini Daftar Buah yang Mengandung Vitamin A

Salah satu buah yang mengandung vitamin A adalah melon
Melon merupakan salah satu buah yang mengandung vitamin A

Vitamin A sangat penting bagi tubuh dan berpengaruh pada fungsi penglihatan, kekebalan tubuh, reproduksi, hingga kesehatan kulit. Selain dari daging, ikan, telur, dan olahan susu lainnya, tubuh juga mendapat asupan dari buah yang mengandung vitamin A.

Buah inilah yang akan menjadi fokus bahasan kita kali ini. Kandungan karoten dalam buah yang berwarna merah, hijau, kuning, dan oranye dapat dikonversi tubuh menjadi vitamin A.

[[artikel-terkait]]

Buah yang mengandung vitamin A

Asupan vitamin A yang direkomendasikan setiap harinya adalah 900 mcg untuk pria, 700 mcg untuk wanita, dan 300-600 mcg untuk anak-anak. 

Seperti yang telah disebutkan di atas, tubuh memiliki kemampuan untuk mengubah karoten dalam sayur dan buah-buahan menjadi vitamin A. Biasanya, provitamin A lebih banyak ditemukan di sayuran dibandingkan buah-buahan.

Meski demikian, ada banyak buah yang mengandung vitamin A seperti di bawah ini:

  • Mangga
  • Melon
  • Semangka
  • Pepaya
  • Aprikot
  • Stroberi 
  • Jeruk
  • Jambu
  • Labu
  • Tomat
  • Markisa

Dengan banyak mengonsumsi buah yang mengandung vitamin A di atas, maka kebutuhan vitamin A bisa terpenuhi. 

Manfaat vitamin A yang baik untuk tubuh

Selain baik untuk penglihatan hingga kekebalan tubuh Anda, ada banyak manfaat vitamin A yang bisa menguntungkan. Beberapa manfaat vitamin A itu meliputi:

  • Mencegah beberapa jenis kanker

Vitamin A memerankan peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan sel dalam tubuh. Dalam sebuah studi, mengonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin A dalam bentuk beta karoten bisa menurunkan risiko tumbuhnya kanker paru-paru, serviks, hingga kandung kemih.

Namun, hal ini hanya berlaku untuk makanan mengandung vitamin A, bukan suplemen vitamin A. Justru, dalam sebuah studi, para perokok yang mengonsumsi suplemen vitamin A mengalami kenaikan risiko terkena kanker paru-paru.

Saat ini, relasi antara jumlah vitamin A dalam tubuh dan risiko kanker belum dimengerti sepenuhnya.

Akan tetapi, vitamin A yang dikonsumsi lewat tumbuhan, sudah terbukti bisa menurunkan beberapa jenis kanker.

  • Menurunkan risiko jerawatan

Jerawat memang tidak merugikan secara fisik, namun tidak jarang orang yang jadi tidak percaya diri karenanya. Jika Anda salah satunya, mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A disebut bisa turunkan risiko jerawatan.

Walau belum ada penjelasan terkait peran vitamin A dalam pertumbuhan jerawat, namun kekurangan vitamin ini dipercaya mampu meningkatkan risiko timbulnya jerawat.

  • Baik untuk ibu hamil

Dalam sebuah penelitian pada hewan, kekurangan vitamin A pada wanita bisa berdampak pada mengurangnya kualitas sel telur dan mempengaruhi implantasi telur di dalam rahim.

Pada wanita hamil, vitamin A juga terlibat dalam proses pertumbuhan serta perkembangan organ serta struktur utama si bayi, seperti sistem saraf, jantung, ginjal, mata, paru-paru hingga pankreas.

Akan tetapi, terlalu banyak mengonsumsi vitamin A ketika sedang hamil bisa membahayakan bayi yang sedang tumbuh serta dapat menyebabkan cacat lahir.

Disarankan, jika ibu hamil ingin mengonsumsi vitamin A, lebih baik langsung menyantap buah-buahan yang mengandungnya.

Jika sudah memahami beberapa manfaat vitamin A, disarankan untuk tidak mengonsumsinya terlalu berlebihan. Sebab, banyak efek samping mengerikan yang bisa timbul, seperti sakit kepala hingga kematian.

Cukupkah asupan vitamin A hanya dengan buah?

Meski demikian, bukan berarti buah saja cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin A tubuh. Mengingat vitamin A bersifat larut dalam lemak (fat-soluble), maka penyerapan tubuh akan jauh lebih efisien apabila dikonsumsi bersamaan dengan lemak.

Contohnya produk hewani yang kaya lemak dan vitamin A seperti daging, keju, telur, ikan, hingga susu dan yogurt.

Artinya, asupan vitamin A perlu seimbang baik dari makanan maupun buah dan sayuran. 

Di sisi lain, kelebihan vitamin A atau hipervitaminosis juga bukan hal yang baik. Kelebihan vitamin A ini akan disimpan di hati dan bisa mengakibatkan keracunan. Selain itu, masalah lain seperti gangguan penglihatan hingga kulit bersisik juga bisa jadi efek samping. 

Untuk itu, pastikan asupan vitamin A setiap orang sesuai dengan ketentuan dari dokter. Kondisi seseorang pun akan berpengaruh.

Contohnya, ibu menyusui tentu perlu asupan yang lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak. Semakin bervariasi asupan makanan, sayur, dan buah yang mengandung vitamin A, tentu akan semakin baik bagi tubuh.

Jangan berlebihan, jangan pula kekurangan. Seimbangkan pola makan dan asupan nutrisi Anda.

Siapa yang rawan mengalami defisiensi vitamin A?

Di negara maju, kekurangan vitamin A sangat jarang ditemukan. Namun di negara berkembang, risiko itu tetap ada. 

Orang-orang yang rawan mengalami defisiensi vitamin A adalah:

  • Ibu hamil
  • Ibu menyusui
  • Anak-anak 
  • Penderita diare kronis
  • Penderita cystic fibrosis

Biasanya, penderita defisiensi vitamin A bisa dengan mudah dideteksi lewat gejala-gejalanya seperti:

  • Kulit kering
  • Mata kering
  • Infertilitas
  • Pertumbuhan lambat (bagi anak-anak)
  • Luka sukar sembuh
  • Timbul jerawat
  • Kebutaan

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-a-deficiency-symptoms#section10
Diakses pada 26 Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/foods-high-in-vitamin-a#section4
Diakses pada 26 Mei 2019

American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/vitamin-deficiency
Diakses pada 26 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324493.php
Diakses pada 26 Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-a-benefits#section7
Diakses pada 22 Oktober 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed